alexametrics
28 C
Sidoarjo
Monday, 16 May 2022

Hanya 5 Siswa Positif Covid-19, PTM Tetap Jalan

SIDOARJO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo telah menuntaskan skrining rapid tes antigen secara acak, Rabu (6/10). Hal itu dilakukan pada 1.300 siswa di 23 sekolah mulai jenjang SD hingga SMA sederajat. Hasilnya hanya lima siswa positif Covid-19. Artinya, siswa yang positif Covid-19 kurang dari satu persen.

“Mereka dari sekolah yang berbeda, status orang tanpa gejala. Langsung isolasi mandiri dan dilakukan tracing pada keluarga. Jadi PTM (Pembelajaran Tatap Muka) aman, bisa jalan terus,” tegas Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman.

Sejak Rabu (29/9), Dinkes dibantu puskesmas setempat, berkeliling ke sekolah-sekolah di 18 kecamatan. Mereka mengambil sampel swab antigen. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada klaster Covid-19 selama diterapkan PTM.

Dokter spesialis prostodonsia itu mengimbau pada warga sekolah agar selalu menaati protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Bulan depan, pihaknya akan melanjutkan skrining lanjutan di sekolah yang berbeda. Tidak hanya pada siswa tapi juga menyasar tenaga pendidik.

“Sekitar dua ribu sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Buduran Yoppy Agung Priambodo mengatakan, di Kecamatan Buduran telah dilakukan uji swab pada 100 siswa di dua sekolah. “Hasilnya semua negatif Covid-19,” katanya ditemui di MAN Sidoarjo usai melakukan swab antigen pada siswa, kemarin.

Selain karena menerapkan protokol kesehatan ketat, menurutnya warga sekolah yang mayoritas telah divaksinasi, mampu menekan penyebaran Covid-19. Saat ini, kata Yoppy, capaian vaksinasi di Kecamatan Buduran sudah 60 persen. “50 ribu warga Buduran tervaksin,” katanya.

Sementara itu, Kepala MAN Sidoarjo Abdul Jalil mengaku lega siswanya dalam keadaan sehat. Ia berharap selama PTM tidak ada warga sekolah yang terpapar Covid-19. “Sekolah berkomitmen disiplin menerapkan prokes ketat,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo telah menuntaskan skrining rapid tes antigen secara acak, Rabu (6/10). Hal itu dilakukan pada 1.300 siswa di 23 sekolah mulai jenjang SD hingga SMA sederajat. Hasilnya hanya lima siswa positif Covid-19. Artinya, siswa yang positif Covid-19 kurang dari satu persen.

“Mereka dari sekolah yang berbeda, status orang tanpa gejala. Langsung isolasi mandiri dan dilakukan tracing pada keluarga. Jadi PTM (Pembelajaran Tatap Muka) aman, bisa jalan terus,” tegas Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman.

Sejak Rabu (29/9), Dinkes dibantu puskesmas setempat, berkeliling ke sekolah-sekolah di 18 kecamatan. Mereka mengambil sampel swab antigen. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada klaster Covid-19 selama diterapkan PTM.

Dokter spesialis prostodonsia itu mengimbau pada warga sekolah agar selalu menaati protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Bulan depan, pihaknya akan melanjutkan skrining lanjutan di sekolah yang berbeda. Tidak hanya pada siswa tapi juga menyasar tenaga pendidik.

“Sekitar dua ribu sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Buduran Yoppy Agung Priambodo mengatakan, di Kecamatan Buduran telah dilakukan uji swab pada 100 siswa di dua sekolah. “Hasilnya semua negatif Covid-19,” katanya ditemui di MAN Sidoarjo usai melakukan swab antigen pada siswa, kemarin.

Selain karena menerapkan protokol kesehatan ketat, menurutnya warga sekolah yang mayoritas telah divaksinasi, mampu menekan penyebaran Covid-19. Saat ini, kata Yoppy, capaian vaksinasi di Kecamatan Buduran sudah 60 persen. “50 ribu warga Buduran tervaksin,” katanya.

Sementara itu, Kepala MAN Sidoarjo Abdul Jalil mengaku lega siswanya dalam keadaan sehat. Ia berharap selama PTM tidak ada warga sekolah yang terpapar Covid-19. “Sekolah berkomitmen disiplin menerapkan prokes ketat,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/