alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Capaian Vaksinasi Pelajar di Sidoarjo Masih Rendah

SIDOARJO – Total pelajar di Kota Delta yang menjadi target vaksinasi hampir 200 ribu siswa. Terdiri atas pelajar usia 12 tahun ke atas atau setara dengan jenjang SMP sederajat dan SMA sederajat di sekolah negeri ataupun swasta. Namun capaian vaksinasi bagi kalangan pelajar hingga saat ini tergolong rendah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Muhammad Atho’illah merinci capaian vaksinasi pelajar baru 16.574 siswa.

“Itu dosis satu, dosis dua 9.454 siswa tuntas vaksinasi. Sementara, itu data yang saya terima dari dashboard,” katanya kepada Radar Sidoarjo Senin (6/9).

Maka dari itu untuk mempercepat vaksinasi, Dinas Kesehatan mengadakan serbuan vaksinasi di Stadion Gelora Delta bagi empat ribu pelajar dari 23 SMA, SMK negeri dan swasta. Di antaranya 680 siswa SMAN 3 Sidoarjo, 399 siswa SMKN 1 Sidoarjo, 350 siswa SMKN 3 Buduran dan 600 siswa SMK YPM 8 Sarirogo.

“Selain di GOR, vaksinasi yang dilakukan puskesmas juga jalan. Kita berikan kuota 500 vaksin Sinovac khusus pelajar. Ada yang jemput bola ke sekolah, ada yang dilakukan di puskesmas,” terangnya.

Mantan Kepala Puskesmas Sidoarjo itu mengatakan bahwa stok vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi pelajar masih sangat mencukupi. “Stok Sinovac ada ada 15 ribu vial, ngebut vaksinasi pelajar dan pemberian dosis kedua bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Asrofi memaparkan berdasar surat keputusan bersama empat menteri, yang memperbolehkan pembelajaran tatap muka, maka serbuan vaksinasi harus terus berlanjut. Selasa (7/9) vaksinasi massal dialokasikan bagi 4 ribu siswa. “Lokasinya di SMPN 1 dan SMPN 2 Sidoarjo,” katanya.

Mantan Kadishub itu mengatakan di Sidoarjo ada 80 persen sekolah yang memilih PTM. Sedangkan 20 persen lainnya masih memilih daring. “Pertimbangan mereka lebih nyaman belajar daring, selain itu masih ada wali murid yang belum menyetujui anaknya ikut PTM,” jelasnya.

“Kamis (9/9) akan ada evaluasi PTM. Pengawas dan kepala TK, PAUD, SD, SMP kita minta evaluasi hasil PTM mulai dari protokol kesehatan hingga kapasitas kelas,” sambungnya. (rpp/nis)

SIDOARJO – Total pelajar di Kota Delta yang menjadi target vaksinasi hampir 200 ribu siswa. Terdiri atas pelajar usia 12 tahun ke atas atau setara dengan jenjang SMP sederajat dan SMA sederajat di sekolah negeri ataupun swasta. Namun capaian vaksinasi bagi kalangan pelajar hingga saat ini tergolong rendah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Muhammad Atho’illah merinci capaian vaksinasi pelajar baru 16.574 siswa.

“Itu dosis satu, dosis dua 9.454 siswa tuntas vaksinasi. Sementara, itu data yang saya terima dari dashboard,” katanya kepada Radar Sidoarjo Senin (6/9).

Maka dari itu untuk mempercepat vaksinasi, Dinas Kesehatan mengadakan serbuan vaksinasi di Stadion Gelora Delta bagi empat ribu pelajar dari 23 SMA, SMK negeri dan swasta. Di antaranya 680 siswa SMAN 3 Sidoarjo, 399 siswa SMKN 1 Sidoarjo, 350 siswa SMKN 3 Buduran dan 600 siswa SMK YPM 8 Sarirogo.

“Selain di GOR, vaksinasi yang dilakukan puskesmas juga jalan. Kita berikan kuota 500 vaksin Sinovac khusus pelajar. Ada yang jemput bola ke sekolah, ada yang dilakukan di puskesmas,” terangnya.

Mantan Kepala Puskesmas Sidoarjo itu mengatakan bahwa stok vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi pelajar masih sangat mencukupi. “Stok Sinovac ada ada 15 ribu vial, ngebut vaksinasi pelajar dan pemberian dosis kedua bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Asrofi memaparkan berdasar surat keputusan bersama empat menteri, yang memperbolehkan pembelajaran tatap muka, maka serbuan vaksinasi harus terus berlanjut. Selasa (7/9) vaksinasi massal dialokasikan bagi 4 ribu siswa. “Lokasinya di SMPN 1 dan SMPN 2 Sidoarjo,” katanya.

Mantan Kadishub itu mengatakan di Sidoarjo ada 80 persen sekolah yang memilih PTM. Sedangkan 20 persen lainnya masih memilih daring. “Pertimbangan mereka lebih nyaman belajar daring, selain itu masih ada wali murid yang belum menyetujui anaknya ikut PTM,” jelasnya.

“Kamis (9/9) akan ada evaluasi PTM. Pengawas dan kepala TK, PAUD, SD, SMP kita minta evaluasi hasil PTM mulai dari protokol kesehatan hingga kapasitas kelas,” sambungnya. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/