alexametrics
28 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Cegah Penularan Covid-19 saat Pilkades, Buat Ring Area TPS

SIDOARJO – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sidoarjo dipastikan digelar 20 September. Pemkab Sidoarjo sangat berhati-hati karena pelaksanaannya di saat pandemi Covid-19. Pemkab Sidoarjo akan menerapkan tiga ring area pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pelaksanaan pilkades.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo Fredik Suharto menjelaskan, lokasi ring pertama area TPS akan dipagari. Ring kedua area tunggu sebelum masuk TPS. Sedangkan ring tiga merupakan area bebas pedagang atau kegiatan di luar pemungutan suara. ”Radiusnya sekitar 100 meter dari ring kedua dan tiga,” kata mantan Camat Waru itu, Kamis (6/8).

Pemkab Sidoarjo juga akan mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 sebelum hari pemungutan suara. Seperti meminta surat suara yang tercetak sudah terdapat tanda tangan panitia pilkades, maupun stempel panitia pada saat pelaksanaan pemungutan suara. Selain itu pengaturan kehadiran pemilih pada surat undangan, rapid test kepada semua panitia pilkades dan calon kepala desa serta melakukan desinfeksi di TPS pada H-1.

Tim Advokasi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Windhu Purnomo menegaskan, pilkades serentak masih sangat riskan dilaksanakan apabila daerah tersebut masih zona oranye. “Minimal harus zona kuning dahulu. Namun apabila harus dilaksanakan, penyelenggaraannya harus benar-benar aman di tempat terbuka,” katanya.

Apalagi, tingkat penyebaran Covid-19 di Sidoarjo masih fluktuatif. Namun ada harapan angka tingkat penularan Covid-19 terus mengalami penurunan. Risiko kematian positif Covid-19 pun saat ini sudah turun. Sebelumnya enam persen dan saat ini 5,9 persen.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menambahkan, saran dan rekomendasi dari ahli tersebut bisa dilaksanakan. DPMD Sidoarjo harus segera berkoordinasi dengan aparat keamanan. “Saran dari ahli, pelaksanaan pilkades baru bisa dilakukan saat zona kuning. Tapi kami optimistis masuk zona kuning,” ungkapnya.

Wabup meminta seluruh pihak membantu mengamankan pilkades dengan menurunkan grade warna oranye ke kuning. Maka dari itu seluruh kegiatan wajib menerapkan protokol kesehatan.

Bagaimana dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19? Untuk OTG maka ada perlakuan khusus. OTG tidak boleh masuk dalam TPS umum. OTG yang reaktif dan positif akan disediakan TPS khusus atau didatangi oleh petugas dengan APD lengkap termasuk hazmat. Surat suara akan dimasukkan dalam amplop. “Daripada buat TPS khusus, lebih baik OTG didatangi petugas. Di RS harus didatangi, mereka tetap punya hak memilih,” pungkasnya. (rpp/nis/opi)

SIDOARJO – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sidoarjo dipastikan digelar 20 September. Pemkab Sidoarjo sangat berhati-hati karena pelaksanaannya di saat pandemi Covid-19. Pemkab Sidoarjo akan menerapkan tiga ring area pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pelaksanaan pilkades.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo Fredik Suharto menjelaskan, lokasi ring pertama area TPS akan dipagari. Ring kedua area tunggu sebelum masuk TPS. Sedangkan ring tiga merupakan area bebas pedagang atau kegiatan di luar pemungutan suara. ”Radiusnya sekitar 100 meter dari ring kedua dan tiga,” kata mantan Camat Waru itu, Kamis (6/8).

Pemkab Sidoarjo juga akan mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 sebelum hari pemungutan suara. Seperti meminta surat suara yang tercetak sudah terdapat tanda tangan panitia pilkades, maupun stempel panitia pada saat pelaksanaan pemungutan suara. Selain itu pengaturan kehadiran pemilih pada surat undangan, rapid test kepada semua panitia pilkades dan calon kepala desa serta melakukan desinfeksi di TPS pada H-1.

Tim Advokasi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Windhu Purnomo menegaskan, pilkades serentak masih sangat riskan dilaksanakan apabila daerah tersebut masih zona oranye. “Minimal harus zona kuning dahulu. Namun apabila harus dilaksanakan, penyelenggaraannya harus benar-benar aman di tempat terbuka,” katanya.

Apalagi, tingkat penyebaran Covid-19 di Sidoarjo masih fluktuatif. Namun ada harapan angka tingkat penularan Covid-19 terus mengalami penurunan. Risiko kematian positif Covid-19 pun saat ini sudah turun. Sebelumnya enam persen dan saat ini 5,9 persen.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menambahkan, saran dan rekomendasi dari ahli tersebut bisa dilaksanakan. DPMD Sidoarjo harus segera berkoordinasi dengan aparat keamanan. “Saran dari ahli, pelaksanaan pilkades baru bisa dilakukan saat zona kuning. Tapi kami optimistis masuk zona kuning,” ungkapnya.

Wabup meminta seluruh pihak membantu mengamankan pilkades dengan menurunkan grade warna oranye ke kuning. Maka dari itu seluruh kegiatan wajib menerapkan protokol kesehatan.

Bagaimana dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19? Untuk OTG maka ada perlakuan khusus. OTG tidak boleh masuk dalam TPS umum. OTG yang reaktif dan positif akan disediakan TPS khusus atau didatangi oleh petugas dengan APD lengkap termasuk hazmat. Surat suara akan dimasukkan dalam amplop. “Daripada buat TPS khusus, lebih baik OTG didatangi petugas. Di RS harus didatangi, mereka tetap punya hak memilih,” pungkasnya. (rpp/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/