alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Tingkatkan Vaksinasi dan Tracing untuk Tangkal Varian Omicron

SIDOARJO – Sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo sudah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi pencegahan Covid-19 varian Omicron.

Varian jenis baru itu harus diwaspadai. Meskipun belum terdeteksi di tanah air, varian ini telah terkonfirmasi di Malaysia dan Singapura.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo Muhammad Atho’illah menjelaskan, dalam pertemuan secara virtual, Senin (6/12) Kemenkes menginstruksikan cakupan vaksinasi di semua kabupaten dan kota harus ditingkatkan.

“Menangkal Omicron tidak bisa mengandalkan satu daerah, Sidoarjo saja. Bagaimana dengan daerah lainnya? Cakupan vaksinasi 70 persen minimal dosis satu,” jelasnya.

Atho’ menambahkan, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika. Setelah dikaji oleh WHO memang di Afrika capaian vaksinasinya rendah.

“Jadi yang pertama cakupan vaksinasi harus bagus. Terutama lansia, golongan yang berisiko,” urainya.

Hingga kemarin cakupan vaksinasi di Sidoarjo sebanyak 79,75 persen atau 1.287. 677 jiwa untuk dosis satu. Dosis dua 1.080.145 jiwa atau 66,9 persen. Sedangkan lansia 105.353 jiwa.

Selain itu mantan Kepala Puskesmas Sidoarjo itu menegaskan, perlu pengetatan perjalanan orang asing masuk ke Indonesia. “Saya yakin KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) pasti melakukan antisipasi,” imbuhnya.

Menurutnya, tracing dan testing jangan sampai kendor. Jika ada kasus baru harus ditracing segera. Dilacak riwayat perjalanan dari mana orang tersebut. Kemudian sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan tetap ada kewaspadaan.

Meskipun kasus Covid-19 sudah turun, tapi laporan ke Dinkes harus tetap jalan. Berapa persen bed occupacy-nya, hingga kemarin kasus aktif di Kota Delta tersisa 7 pasien saja.

“Itu sejumlah langkah yang harus disiapkan,” jelasnya.

Apabila rumah sakit rujukan Covid-19 mendeteksi adanya pasien terjangkit Omicron, maka akan ada pemeriksaan spesimen di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP).

“Untuk ngecek varian baru atau tidak. Info dari Kemenkes tadi, reagen yang tersedia sekarang, masih kuat mendeteksi varian baru ini,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo sudah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi pencegahan Covid-19 varian Omicron.

Varian jenis baru itu harus diwaspadai. Meskipun belum terdeteksi di tanah air, varian ini telah terkonfirmasi di Malaysia dan Singapura.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo Muhammad Atho’illah menjelaskan, dalam pertemuan secara virtual, Senin (6/12) Kemenkes menginstruksikan cakupan vaksinasi di semua kabupaten dan kota harus ditingkatkan.

“Menangkal Omicron tidak bisa mengandalkan satu daerah, Sidoarjo saja. Bagaimana dengan daerah lainnya? Cakupan vaksinasi 70 persen minimal dosis satu,” jelasnya.

Atho’ menambahkan, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika. Setelah dikaji oleh WHO memang di Afrika capaian vaksinasinya rendah.

“Jadi yang pertama cakupan vaksinasi harus bagus. Terutama lansia, golongan yang berisiko,” urainya.

Hingga kemarin cakupan vaksinasi di Sidoarjo sebanyak 79,75 persen atau 1.287. 677 jiwa untuk dosis satu. Dosis dua 1.080.145 jiwa atau 66,9 persen. Sedangkan lansia 105.353 jiwa.

Selain itu mantan Kepala Puskesmas Sidoarjo itu menegaskan, perlu pengetatan perjalanan orang asing masuk ke Indonesia. “Saya yakin KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) pasti melakukan antisipasi,” imbuhnya.

Menurutnya, tracing dan testing jangan sampai kendor. Jika ada kasus baru harus ditracing segera. Dilacak riwayat perjalanan dari mana orang tersebut. Kemudian sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan tetap ada kewaspadaan.

Meskipun kasus Covid-19 sudah turun, tapi laporan ke Dinkes harus tetap jalan. Berapa persen bed occupacy-nya, hingga kemarin kasus aktif di Kota Delta tersisa 7 pasien saja.

“Itu sejumlah langkah yang harus disiapkan,” jelasnya.

Apabila rumah sakit rujukan Covid-19 mendeteksi adanya pasien terjangkit Omicron, maka akan ada pemeriksaan spesimen di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP).

“Untuk ngecek varian baru atau tidak. Info dari Kemenkes tadi, reagen yang tersedia sekarang, masih kuat mendeteksi varian baru ini,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/