alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Umaha Rilis Buku Kepingan Cerita Negeri

SIDOARJO – Sebanyak 27 kisah inspiratif dari berbagai belahan daerah di Indonesia berhasil dibukukan Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha). Kisah tersebut ditulis bersama gerakan Connecting Local Initiative (Coloni) 2017-2020. Sebagai kontribusi lokal dalam capaian target pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 2016-2030. Buku inspiratif berjudul Kepingan Cerita Negeri ini dirilis Sabtu (5/12).

Koordinator koloni SDGs Jawa Timur, Agus Sugiarto menjelaskan proses panjang harus dilalui agar buku ini akhirnya bisa dirilis dan dinikmati kisahnya oleh khalayak umum. “Lebih dari buku, melalui kisah yang terframing didalamnya dapat menginspirasi dan ditiru,” katanya.

World Wide Fund (WWF) bersama Coloni mengajak rekan kerja di tingkat tapak atau lokal diskusi dan belajar bersama tentang target SDGs yakni ekonomi, ekologi dan sosial sudah dilakukan masyarakat lokal di daerah pelosok Indonesia. Cerita perubahan dari mereka dapat diperhitungkan sebagai kontribusi terhadap SDGs.

Satu dari 27 kisah di dalamnya disumbang melalui Gerakan Nyemplung Kali (GNK) Umaha. Melalui GNK yang dilakukan sejak tahun 2016 ini, bersama civitas akademika dan masyarakat sekitar bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Pelayaran.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Risbang dan Inovasi Umaha M. Adhi Prasnowo mengatakan Sungai Pelayaran yang melintasi kampus Umaha tersebut sudah mulai terjaga kebersihannya sejak ada GNK ini. Melalui aksi penyaringan sampah lewat pemasangan jaring serta mengubah pola pikir warga bahwa sungai bukan tempat sampah. “Semoga GNK memotivasi daerah lain yang mengalami persoalan sampah di sungai,” harapnya.

Sementara itu Ketua PC ISNU Sidoarjo Sholehuddin menilai GNK sudah cukup berdampak. “Perlu dibentuk koordinator tiap desa yang wilayahnya dilalui Sungai Pelayaran,” sarannya.

Di akhir peluncuran buku tersebut, PMD Kemendesa Sidoarjo Moch. Saichu menyatakan program di 27 daerah ini bisa menginspirasi dan di lirik untuk diimplementasikan di Sidoarjo. “Tidak selesai dicetak saja, tapi juga ada aksi nyata dari masyarakat,” ungkapnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Sebanyak 27 kisah inspiratif dari berbagai belahan daerah di Indonesia berhasil dibukukan Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha). Kisah tersebut ditulis bersama gerakan Connecting Local Initiative (Coloni) 2017-2020. Sebagai kontribusi lokal dalam capaian target pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 2016-2030. Buku inspiratif berjudul Kepingan Cerita Negeri ini dirilis Sabtu (5/12).

Koordinator koloni SDGs Jawa Timur, Agus Sugiarto menjelaskan proses panjang harus dilalui agar buku ini akhirnya bisa dirilis dan dinikmati kisahnya oleh khalayak umum. “Lebih dari buku, melalui kisah yang terframing didalamnya dapat menginspirasi dan ditiru,” katanya.

World Wide Fund (WWF) bersama Coloni mengajak rekan kerja di tingkat tapak atau lokal diskusi dan belajar bersama tentang target SDGs yakni ekonomi, ekologi dan sosial sudah dilakukan masyarakat lokal di daerah pelosok Indonesia. Cerita perubahan dari mereka dapat diperhitungkan sebagai kontribusi terhadap SDGs.

Satu dari 27 kisah di dalamnya disumbang melalui Gerakan Nyemplung Kali (GNK) Umaha. Melalui GNK yang dilakukan sejak tahun 2016 ini, bersama civitas akademika dan masyarakat sekitar bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Pelayaran.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Risbang dan Inovasi Umaha M. Adhi Prasnowo mengatakan Sungai Pelayaran yang melintasi kampus Umaha tersebut sudah mulai terjaga kebersihannya sejak ada GNK ini. Melalui aksi penyaringan sampah lewat pemasangan jaring serta mengubah pola pikir warga bahwa sungai bukan tempat sampah. “Semoga GNK memotivasi daerah lain yang mengalami persoalan sampah di sungai,” harapnya.

Sementara itu Ketua PC ISNU Sidoarjo Sholehuddin menilai GNK sudah cukup berdampak. “Perlu dibentuk koordinator tiap desa yang wilayahnya dilalui Sungai Pelayaran,” sarannya.

Di akhir peluncuran buku tersebut, PMD Kemendesa Sidoarjo Moch. Saichu menyatakan program di 27 daerah ini bisa menginspirasi dan di lirik untuk diimplementasikan di Sidoarjo. “Tidak selesai dicetak saja, tapi juga ada aksi nyata dari masyarakat,” ungkapnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/