alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Razia Rutin, Pelanggar Prokes Alami Penurunan 

SIDOARJO – Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) membuat angka pelanggaran protokol kesehatan (prokes) menurun. Hal itu dapat dilihat dari menurunnya jumlah pelanggar prokes dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring), Kamis (5/8).

Sidang tipiring bagi para pelanggar prokes digelar di lapangan tenis indoor GOR Sidoarjo. Secara keseluruhan jumlah pelanggar prokes hanya mencapai 381 orang. Jumlah tersebut menurun jika dibanding 15 Juli lalu yang mencapai 979 orang.

“Artinya secara keseluruhan pemberlakuan PPKM cukup efektif untuk menekan adanya pelanggaran prokes,” ujar Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo Yani Setyawan.

Menurutnya, PPKM dinilai cukup berjalan efektif lantaran menekan mobilitas warga. Tak hanya itu, pembatasan jam malam hingga upaya penyekatan jalan juga dinilai berjalan baik. Meski begitu, dari 381 orang yang dijadwalkan mengikuti sidang, 199 orang di antaranya tak hadir.

Mereka secara otomatis dijatuhi verstek. Sementara 181 di antaranya menghadiri persidangan dan membayar denda. Total dendanya mencapai Rp 19,1 juta. Namun demikian, ada satu orang yang menghadiri persidangan namun belum membayar denda.

“Sebenarnya ada 182 orang yang hadir di persidangan. Namun ada satu orang yang belum membayar dendanya. Yaitu sebesar Rp 200 ribu,” ujar Yani.

Jika diperinci, dari 182 yang menghadiri sidang, 173 pelanggar dikenai denda Rp 100 ribu. Kemudian ada lima pelanggar yang dikenai denda Rp Rp 200 ribu, kemudian dua orang pelanggar dengan denda Rp 250 ribu dan satu orang dikenai denda Rp 300 ribu. (far/vga)

SIDOARJO – Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) membuat angka pelanggaran protokol kesehatan (prokes) menurun. Hal itu dapat dilihat dari menurunnya jumlah pelanggar prokes dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring), Kamis (5/8).

Sidang tipiring bagi para pelanggar prokes digelar di lapangan tenis indoor GOR Sidoarjo. Secara keseluruhan jumlah pelanggar prokes hanya mencapai 381 orang. Jumlah tersebut menurun jika dibanding 15 Juli lalu yang mencapai 979 orang.

“Artinya secara keseluruhan pemberlakuan PPKM cukup efektif untuk menekan adanya pelanggaran prokes,” ujar Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo Yani Setyawan.

Menurutnya, PPKM dinilai cukup berjalan efektif lantaran menekan mobilitas warga. Tak hanya itu, pembatasan jam malam hingga upaya penyekatan jalan juga dinilai berjalan baik. Meski begitu, dari 381 orang yang dijadwalkan mengikuti sidang, 199 orang di antaranya tak hadir.

Mereka secara otomatis dijatuhi verstek. Sementara 181 di antaranya menghadiri persidangan dan membayar denda. Total dendanya mencapai Rp 19,1 juta. Namun demikian, ada satu orang yang menghadiri persidangan namun belum membayar denda.

“Sebenarnya ada 182 orang yang hadir di persidangan. Namun ada satu orang yang belum membayar dendanya. Yaitu sebesar Rp 200 ribu,” ujar Yani.

Jika diperinci, dari 182 yang menghadiri sidang, 173 pelanggar dikenai denda Rp 100 ribu. Kemudian ada lima pelanggar yang dikenai denda Rp Rp 200 ribu, kemudian dua orang pelanggar dengan denda Rp 250 ribu dan satu orang dikenai denda Rp 300 ribu. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/