alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Tim Kerja Sama Akan Libatkan Ahli Untuk Seleksi Mitra E-Parkir

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo terus mengebut realisasi E-Parkir di Sidoarjo. Rencananya, minggu depan juga sudah mulai pembahasan finalisasi timeline pengelolaan parkir secara digital itu.

Plt Kepala UPT Parkir Sidoarjo Rizal Asnan mengungkapkan jika Kamis (29/4) lalu pihaknya juga telah rapat bersama Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD). “Membahas paparan perbaikan kajian Kerangka Acuan Kerja (KAK) rencana kerjasama parkir,” tuturnya.

Usai rapat itulah, lanjut Rizal, disepakati agenda lanjutan yakni pembahasan finalisasi timline. “Masih on the track progres persiapannya,” katanya.

Rizal menambahkan, selain rencana pembahasan timline, dalam rapat itu juga telah disepakati bahwa nantinya TKKSD juga akan menunjuk ahli. Hal itu untuk mengawal proses pemilihan rekanan atau mitra yang akan mengerjakan proyek e-parkir. “Sesuai permendagri, yang melakukan seleksi pemilihan adalah TKKSD,” imbuhnya.

Tidak dipungkiri potensi retribusi parkir di Sidoarjo juga cukup banyak. Terlihat dari sejumlah titik titik parkir di Sidoarjo yang tidak pernah sepi. Sebut saja kawasan Jalan Gajah Mada ataupun kawasan Pasar Tradisional di Sidoarjo.

Sistem E Parkir memang digadang untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Dengan sistem digital harapannya lebih memudahkan masyarakat, termasuk pengelolaan parkir.

Merujuk data Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo, pemasukan PAD dari sektor pajak per 29 April juga telah masuk sebesar Rp 289,038 miliar. Dari target sebesar Rp 849,4 miliar.

Pemasukan pajak itu terdiri dari pajak hotel Rp 4,3 miliar, pajak restoran Rp 19,7 miliar, pajak hiburan Rp 187 juta, pajak reklame Rp 4,8 miliar, pajak penerangan jalan Rp 98,9 miliar, pajak parkir Rp 3,9 miliar, pajak air tanah Rp 1,04 miliar, pajak bumi dan bangunan Rp 62,1 miliar dan pajak BPHTB Rp 93,7 miliar. (son/opi)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo terus mengebut realisasi E-Parkir di Sidoarjo. Rencananya, minggu depan juga sudah mulai pembahasan finalisasi timeline pengelolaan parkir secara digital itu.

Plt Kepala UPT Parkir Sidoarjo Rizal Asnan mengungkapkan jika Kamis (29/4) lalu pihaknya juga telah rapat bersama Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD). “Membahas paparan perbaikan kajian Kerangka Acuan Kerja (KAK) rencana kerjasama parkir,” tuturnya.

Usai rapat itulah, lanjut Rizal, disepakati agenda lanjutan yakni pembahasan finalisasi timline. “Masih on the track progres persiapannya,” katanya.

Rizal menambahkan, selain rencana pembahasan timline, dalam rapat itu juga telah disepakati bahwa nantinya TKKSD juga akan menunjuk ahli. Hal itu untuk mengawal proses pemilihan rekanan atau mitra yang akan mengerjakan proyek e-parkir. “Sesuai permendagri, yang melakukan seleksi pemilihan adalah TKKSD,” imbuhnya.

Tidak dipungkiri potensi retribusi parkir di Sidoarjo juga cukup banyak. Terlihat dari sejumlah titik titik parkir di Sidoarjo yang tidak pernah sepi. Sebut saja kawasan Jalan Gajah Mada ataupun kawasan Pasar Tradisional di Sidoarjo.

Sistem E Parkir memang digadang untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Dengan sistem digital harapannya lebih memudahkan masyarakat, termasuk pengelolaan parkir.

Merujuk data Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo, pemasukan PAD dari sektor pajak per 29 April juga telah masuk sebesar Rp 289,038 miliar. Dari target sebesar Rp 849,4 miliar.

Pemasukan pajak itu terdiri dari pajak hotel Rp 4,3 miliar, pajak restoran Rp 19,7 miliar, pajak hiburan Rp 187 juta, pajak reklame Rp 4,8 miliar, pajak penerangan jalan Rp 98,9 miliar, pajak parkir Rp 3,9 miliar, pajak air tanah Rp 1,04 miliar, pajak bumi dan bangunan Rp 62,1 miliar dan pajak BPHTB Rp 93,7 miliar. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/