alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Ansor Siap Bubarkan Kegiatan Mengarah Radikalisme

SIDOARJO – Aparat penegak hukum di Sidoarjo diminta mengambil langkah kongkrit untuk mencegah aksi teorisme yang melibatkan pemuda. Hal itu untuk menekan keterlibatan pemuda Sidoarjo dalam aksi radikalisme ataupun teorisme yang meresahkan publik.

Desakan itu diungkapkan oleh Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, selepas pelantikan pengurus, Jumat (2/4). Menurutnya, aparat penegak hukum harus berani mengambil langkah tegas saat menemui sebuah perkumpulan kajian yang terindikasi sebagai kumpulan orang-orang pemilik paham ekstrimis. “Aparat penegak hukum seperti kepolisian untuk tidak segan-segan menindak tegas aliran-aliran yang sudah menyimpang dari ideologi negara,” tegasnya.

Pria yang kembali mengkomandoi GP Ansor Sidoarjo itu menambahkan, jangan sampai keberadaan aliran ekstrimis yang menyimpang dari ideologi negara ini menjadi virus bagi para kalangan pemuda. Sebab, pemuda sebagai pemegang tonggak perubahan memiliki peranan penting untuk membawa negara ini lebih baik lagi ke depan. “Seperti kejadian kemarin di Mabes Polri itu, pelakunya masih tergolong pemuda dan dia tergolong orang yang memiliki kemampuan intelektual yang bagus,” imbuhnya.

Tak hanya berpangku tangan, sebagai ormas kepemudaan, ia juga akan mengambil langkah untuk menjaga keutuhan NKRI. Ia berkomitmen untuk menjaga dan mengamankan Sidoarjo dari gerakan-gerakan ekstrimis semacam itu.

Caranya ialah dengan banyak melakukan kegiatan positif supaya para pemuda di Sidoarjo tidak terjerat dalam ajaran aliran yang menyimpang itu. “Kami terus bergerak. Bahkan beberapa kali kami juga sempat membubarkan sebuah perkumpulan karena di dalamnya diisi oleh da’i yang mengajarkan ajaran ekstrimis,” pungkas pria yang juga anggota Komisi B DPRD Sidoarjo itu. (son/opi)

SIDOARJO – Aparat penegak hukum di Sidoarjo diminta mengambil langkah kongkrit untuk mencegah aksi teorisme yang melibatkan pemuda. Hal itu untuk menekan keterlibatan pemuda Sidoarjo dalam aksi radikalisme ataupun teorisme yang meresahkan publik.

Desakan itu diungkapkan oleh Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, selepas pelantikan pengurus, Jumat (2/4). Menurutnya, aparat penegak hukum harus berani mengambil langkah tegas saat menemui sebuah perkumpulan kajian yang terindikasi sebagai kumpulan orang-orang pemilik paham ekstrimis. “Aparat penegak hukum seperti kepolisian untuk tidak segan-segan menindak tegas aliran-aliran yang sudah menyimpang dari ideologi negara,” tegasnya.

Pria yang kembali mengkomandoi GP Ansor Sidoarjo itu menambahkan, jangan sampai keberadaan aliran ekstrimis yang menyimpang dari ideologi negara ini menjadi virus bagi para kalangan pemuda. Sebab, pemuda sebagai pemegang tonggak perubahan memiliki peranan penting untuk membawa negara ini lebih baik lagi ke depan. “Seperti kejadian kemarin di Mabes Polri itu, pelakunya masih tergolong pemuda dan dia tergolong orang yang memiliki kemampuan intelektual yang bagus,” imbuhnya.

Tak hanya berpangku tangan, sebagai ormas kepemudaan, ia juga akan mengambil langkah untuk menjaga keutuhan NKRI. Ia berkomitmen untuk menjaga dan mengamankan Sidoarjo dari gerakan-gerakan ekstrimis semacam itu.

Caranya ialah dengan banyak melakukan kegiatan positif supaya para pemuda di Sidoarjo tidak terjerat dalam ajaran aliran yang menyimpang itu. “Kami terus bergerak. Bahkan beberapa kali kami juga sempat membubarkan sebuah perkumpulan karena di dalamnya diisi oleh da’i yang mengajarkan ajaran ekstrimis,” pungkas pria yang juga anggota Komisi B DPRD Sidoarjo itu. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/