alexametrics
28 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Perlu Peran Pemdes Normalisasi 2 Saluran Tahun Depan

SIDOARJO – Penanganan banjir tahun depan akan berfokus pada normalisasi saluran. Banyaknya sampah yang menghambat aliran sungai membuat daya tampungnya minim. Pemkab juga akan meminta bantuan pemerintah desa dalam hal ini.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam rapat paripurna akhir Oktober lalu mengatakan, tahun depan akan dianggarkan rehabilitasi dan normalisasi saluran. Terutama di titik-titik prioritas.

“Normalisasi afvoer Pucang dan revitalisaai saluran sekunder Purboyo,” ujarnya.

Selain itu, bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengatakan perlu adanya peran pemerintah desa. Pihak desa bisa melakukan normalisasi sungai sendiri. Termasuk dalam pengolahan sampahnya.

Menurut Gus Muhdlor, selama ini masalah aliran air di sungai banyak disebabkan oleh sampah yang menumpuk. Paling banyak adalah sampah rumah tangga. Untuk itu, desa wajib mengingatkan warganya agar tidak membuang sampah di sungai.

Hal itu harus lebih digalakkan lagi. Sebab jika sungai penuh sampah, air hujan akan meluber dan menyebabkan genangan di permukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, kegiatan normalisasi terus akan dilakukan. Sebagai salah satu langkah penanganan banjir. Baik yang secara kontraktual maupun swakelola.

Saluran Purboyo tahun ini sudah mulai dinormalisasi. Mengginakan sistem kontraktual. “Akan dilanjutkan tahun depan,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Penanganan banjir tahun depan akan berfokus pada normalisasi saluran. Banyaknya sampah yang menghambat aliran sungai membuat daya tampungnya minim. Pemkab juga akan meminta bantuan pemerintah desa dalam hal ini.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam rapat paripurna akhir Oktober lalu mengatakan, tahun depan akan dianggarkan rehabilitasi dan normalisasi saluran. Terutama di titik-titik prioritas.

“Normalisasi afvoer Pucang dan revitalisaai saluran sekunder Purboyo,” ujarnya.

Selain itu, bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengatakan perlu adanya peran pemerintah desa. Pihak desa bisa melakukan normalisasi sungai sendiri. Termasuk dalam pengolahan sampahnya.

Menurut Gus Muhdlor, selama ini masalah aliran air di sungai banyak disebabkan oleh sampah yang menumpuk. Paling banyak adalah sampah rumah tangga. Untuk itu, desa wajib mengingatkan warganya agar tidak membuang sampah di sungai.

Hal itu harus lebih digalakkan lagi. Sebab jika sungai penuh sampah, air hujan akan meluber dan menyebabkan genangan di permukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, kegiatan normalisasi terus akan dilakukan. Sebagai salah satu langkah penanganan banjir. Baik yang secara kontraktual maupun swakelola.

Saluran Purboyo tahun ini sudah mulai dinormalisasi. Mengginakan sistem kontraktual. “Akan dilanjutkan tahun depan,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/