alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pemkab-Dewan Siapkan Perda Kabupaten Layak Anak

SIDOARJO – Predikat Kota Layak Anak (KLA) dengan kategori Nindya yang didapatkan Sidoarjo tahun ini patut dipertahankan. Pemkab dan DPRD Sidoarjo bahkan sedang mempersiapkan payung hukumnya. Tidak hanya untuk mempertahankan predikat, tetapi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak di Kota Delta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, sudah saatnya predikat naik menjadi kategori utama.

“Sebab pemkab benar-benar berkomitmen terhadap hak, perlindungan, dan masalah anak lainnya,” katanya.

Dia melanjutkan, tahun ini sedang dibuat payung hukum berupa peraturan daerah (perda) tentang kabupaten layak anak. Ada beberapa poin yang akan dibahas dalam perda tersebut.

Salah satunya akan menekan kasus pernikahan anak usia dini. Jangan sampai anak-anak Sidoarjo menikah di usia dini. Apalagi jika pernikahan tersebut bukan atas kemauannya sendiri.

Dalam rapat paripurna Rabu (3/11) lalu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, untuk memberikan perlindungan kepada anak merupakan tanggung jawab bersama. Mulai dari orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, hingga negara.

“Untuk itu perda layak anak perlu dibentuk,” imbuhnya.

Semua lembaga terkait akan saling memberikan sosialisasi dan edukasinya. Bahwa pernikahan anak usia dini itu tidak baik dari berbagai aspek. Misalnya mental, sosial dan kesehatan. (nis/vga)

SIDOARJO – Predikat Kota Layak Anak (KLA) dengan kategori Nindya yang didapatkan Sidoarjo tahun ini patut dipertahankan. Pemkab dan DPRD Sidoarjo bahkan sedang mempersiapkan payung hukumnya. Tidak hanya untuk mempertahankan predikat, tetapi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak di Kota Delta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, sudah saatnya predikat naik menjadi kategori utama.

“Sebab pemkab benar-benar berkomitmen terhadap hak, perlindungan, dan masalah anak lainnya,” katanya.

Dia melanjutkan, tahun ini sedang dibuat payung hukum berupa peraturan daerah (perda) tentang kabupaten layak anak. Ada beberapa poin yang akan dibahas dalam perda tersebut.

Salah satunya akan menekan kasus pernikahan anak usia dini. Jangan sampai anak-anak Sidoarjo menikah di usia dini. Apalagi jika pernikahan tersebut bukan atas kemauannya sendiri.

Dalam rapat paripurna Rabu (3/11) lalu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, untuk memberikan perlindungan kepada anak merupakan tanggung jawab bersama. Mulai dari orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, hingga negara.

“Untuk itu perda layak anak perlu dibentuk,” imbuhnya.

Semua lembaga terkait akan saling memberikan sosialisasi dan edukasinya. Bahwa pernikahan anak usia dini itu tidak baik dari berbagai aspek. Misalnya mental, sosial dan kesehatan. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/