alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pahlawan saat Pandemi, Petugas Pemakaman Dapat Bantuan

JAKARTA – Tenaga kesehatan menjadi pahlawan dalam situasi pandemi Covid-19, yang belum juga berakhir. Mereka tak kenal lelah bertugas mendedikasikan diri untuk pasien yang terkena virus menular ini.

Namun di sisi lain, masih ada pahlawan lainnya yang bekerja ekstra untuk mengantarkan jenazah pasien Covid-19 ke tempat peristirahatan terakhir. Mereka adalah para petugas pemakaman Covid 19, pahlawan di masa pandemi yang sayangnya kerap terlupakan.

Padahal, perjuangan para petugas pemakaman Covid-19 tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki risiko yang cukup besar. Tingginya kasus kematian akibat Covid 19 per harinya membuat para petugas pemakaman harus bertugas 24 jam karena jenazah silih berdatangan dari jam ke jamnya.

Berdasarkan data Worldometer per 30 Agustus 2021, angka kematian harian Covid-19 tertinggi di dunia yakni 1.338 orang dengan total kematian menjadi 73.582. Angka tersebut melewati jumlah kematian harian akibat Covid-19 di Rusia (+719), Brazil (+615), Kolombia (+446), dan Argentina (+406).

Dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, risiko penularan Covid-19 para petugas di lingkungan pemakaman tentu tinggi pula. Saking padatnya jadwal pemakaman jenazah pasien Covid-19, mereka terpaksa tidak pulang ke rumah untuk menghindari risiko penyebaran terpapar virus kepada anggota keluarganya.

“Menjalankan profesi ini memang penuh resiko tinggi dan menuntut saya dan tim untuk bersiaga selama 24 jam terus menerus. Tentunya ada rasa khawatir, apalagi disaat pulang ke rumah dan bertemu anak-anak saya yang masih kecil. Namun biarlah ini menjadi tanggung jawab saya, agar para keluarga tetap aman dan sehat selalu.” ungkap Karmawan, salah seorang petugas pemakaman khusus Covid-19 di TPU Padurenan, Bekasi.

Karmawan menjelaskan, situasi paling parah sempat dialaminya di bulan Juli. Saat itu, Karmawan dan petugas lainnya dapat mengerjakan hingga 100 pemakaman jenazah per hari. Namun kondisi tersebut berangsur membaik seiring adanya peraturan PPKM dan ketersediaan vaksin bagi masyarakat luas.

Beruntung, kisah pilu para petugas pemakaman khusus Covid-19 sampai ke telinga PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo), yang berinisiatif untuk menggalang dana bantuan bagi para petugas pemakaman. Sejak 23 Juli lalu, Kredivo telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 116 juta yang berasal dari karyawan internal perusahaan.

Lily Suriani, General Manager Kredivo Indonesia mengatakan, pihaknya sebagai penyedia layanan kredit digital terdepan terus berkomitmen untuk tetap membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. Setelah sebelumnya memberikan bantuan pada penyediaan tes Covid-19 bagi masyarakat yang membutuhkan di bulan Februari lalu, kali ini Kredivo menggandeng Ayobantu untuk dapat membantu para petugas pemakaman khusus Covid-19 yang juga memiliki peranan penting dalam menghadapi pandemi ini.

“Kami berharap kerjasama ini mampu memberikan semangat kepada para garda terdepan untuk terus berpartisipasi dalam penanganan kasus Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Agar penyaluran dana tepat sasaran, Kredivo menunjuk Ayobantu yang telah dikenal sebagai platform penggalangan dana yang transparan dan terpercaya di Indonesia. Rencananya, dana yang terkumpul akan dijadikan paket bantuan yang berisi suplemen, APD, sembako, dan insentif untuk disalurkan kepada para petugas pemakaman khusus Covid-19 yang tersebar di empat lokasi, yaitu TPU Rorotan Jakarta Utara, TPU Jatisari Semarang, TPU Padurenan Bekasi, dan TPU Keputih Surabaya. (ele/opi)

 

JAKARTA – Tenaga kesehatan menjadi pahlawan dalam situasi pandemi Covid-19, yang belum juga berakhir. Mereka tak kenal lelah bertugas mendedikasikan diri untuk pasien yang terkena virus menular ini.

Namun di sisi lain, masih ada pahlawan lainnya yang bekerja ekstra untuk mengantarkan jenazah pasien Covid-19 ke tempat peristirahatan terakhir. Mereka adalah para petugas pemakaman Covid 19, pahlawan di masa pandemi yang sayangnya kerap terlupakan.

Padahal, perjuangan para petugas pemakaman Covid-19 tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki risiko yang cukup besar. Tingginya kasus kematian akibat Covid 19 per harinya membuat para petugas pemakaman harus bertugas 24 jam karena jenazah silih berdatangan dari jam ke jamnya.

Berdasarkan data Worldometer per 30 Agustus 2021, angka kematian harian Covid-19 tertinggi di dunia yakni 1.338 orang dengan total kematian menjadi 73.582. Angka tersebut melewati jumlah kematian harian akibat Covid-19 di Rusia (+719), Brazil (+615), Kolombia (+446), dan Argentina (+406).

Dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, risiko penularan Covid-19 para petugas di lingkungan pemakaman tentu tinggi pula. Saking padatnya jadwal pemakaman jenazah pasien Covid-19, mereka terpaksa tidak pulang ke rumah untuk menghindari risiko penyebaran terpapar virus kepada anggota keluarganya.

“Menjalankan profesi ini memang penuh resiko tinggi dan menuntut saya dan tim untuk bersiaga selama 24 jam terus menerus. Tentunya ada rasa khawatir, apalagi disaat pulang ke rumah dan bertemu anak-anak saya yang masih kecil. Namun biarlah ini menjadi tanggung jawab saya, agar para keluarga tetap aman dan sehat selalu.” ungkap Karmawan, salah seorang petugas pemakaman khusus Covid-19 di TPU Padurenan, Bekasi.

Karmawan menjelaskan, situasi paling parah sempat dialaminya di bulan Juli. Saat itu, Karmawan dan petugas lainnya dapat mengerjakan hingga 100 pemakaman jenazah per hari. Namun kondisi tersebut berangsur membaik seiring adanya peraturan PPKM dan ketersediaan vaksin bagi masyarakat luas.

Beruntung, kisah pilu para petugas pemakaman khusus Covid-19 sampai ke telinga PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo), yang berinisiatif untuk menggalang dana bantuan bagi para petugas pemakaman. Sejak 23 Juli lalu, Kredivo telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 116 juta yang berasal dari karyawan internal perusahaan.

Lily Suriani, General Manager Kredivo Indonesia mengatakan, pihaknya sebagai penyedia layanan kredit digital terdepan terus berkomitmen untuk tetap membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. Setelah sebelumnya memberikan bantuan pada penyediaan tes Covid-19 bagi masyarakat yang membutuhkan di bulan Februari lalu, kali ini Kredivo menggandeng Ayobantu untuk dapat membantu para petugas pemakaman khusus Covid-19 yang juga memiliki peranan penting dalam menghadapi pandemi ini.

“Kami berharap kerjasama ini mampu memberikan semangat kepada para garda terdepan untuk terus berpartisipasi dalam penanganan kasus Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Agar penyaluran dana tepat sasaran, Kredivo menunjuk Ayobantu yang telah dikenal sebagai platform penggalangan dana yang transparan dan terpercaya di Indonesia. Rencananya, dana yang terkumpul akan dijadikan paket bantuan yang berisi suplemen, APD, sembako, dan insentif untuk disalurkan kepada para petugas pemakaman khusus Covid-19 yang tersebar di empat lokasi, yaitu TPU Rorotan Jakarta Utara, TPU Jatisari Semarang, TPU Padurenan Bekasi, dan TPU Keputih Surabaya. (ele/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/