alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Tim Khusus Alami Hambatan Selesaikan Ganti Rugi Tanah Korban Lumpur

SIDOARJO – Tim khusus masalah korban lumpur terus bergerak untuk menuntaskan pekerjaannya terkait ganti rugi 84 bidang tanah para korban lumpur. Hingga saat ini 25 bidang tanah telah berhasil realisasi untuk pembayaran.

Ketua tim khusus M Ainur Rahman mengungkapkan, 25 bidang tanah yang telah realisasi itu juga tersebar di beberapa lokasi. Mulai dari Kedungbendo, Besuki, Glagaharum, Renokenongo, hingga Siring.

“Ada yang sudah selesai Akta Jual Beli (AJB) ada yang sedang proses,” katanya, Jumat (5/8)

Ainur menambahkan, proses pembahasan terkait ganti rugi 84 bidang tanah itu memang mengalami sejumlah hambatan. Mulai dari masalah waris, kelebihan pembayaran, hingga pemilik tanah yang tidak diketahui keberadaannya.

Ada 13 berkas tanah yang sempat mengalami kelebihan bayar. Kemudian 17 berkas yang pemiliknya juga masih berusaha dicari keberadaannya.

Tim khusus secara konsisten membahas permasalahan terkait ganti rugi itu. Tim secara berkala juga memanggil para pemilik tanah ataupun ahli warisnya ke kantor Pemkab Sidoarjo. Dengan harapan bisa segera menuntaskan permasalahan yang ada.

Pembahasan tersebut juga menghadirkan pihak terkait lain. Misalnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga tim dari Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS).

Selain soal ganti rugi, tim juga akan mengurai masalah terkait administratif perpindahan warga korban lumpur ke Renojoyo, Kedungsolo, Porong. Termasuk perpindahan warga ke Kesambi dan Pamotan. (son/vga)

SIDOARJO – Tim khusus masalah korban lumpur terus bergerak untuk menuntaskan pekerjaannya terkait ganti rugi 84 bidang tanah para korban lumpur. Hingga saat ini 25 bidang tanah telah berhasil realisasi untuk pembayaran.

Ketua tim khusus M Ainur Rahman mengungkapkan, 25 bidang tanah yang telah realisasi itu juga tersebar di beberapa lokasi. Mulai dari Kedungbendo, Besuki, Glagaharum, Renokenongo, hingga Siring.

“Ada yang sudah selesai Akta Jual Beli (AJB) ada yang sedang proses,” katanya, Jumat (5/8)

Ainur menambahkan, proses pembahasan terkait ganti rugi 84 bidang tanah itu memang mengalami sejumlah hambatan. Mulai dari masalah waris, kelebihan pembayaran, hingga pemilik tanah yang tidak diketahui keberadaannya.

Ada 13 berkas tanah yang sempat mengalami kelebihan bayar. Kemudian 17 berkas yang pemiliknya juga masih berusaha dicari keberadaannya.

Tim khusus secara konsisten membahas permasalahan terkait ganti rugi itu. Tim secara berkala juga memanggil para pemilik tanah ataupun ahli warisnya ke kantor Pemkab Sidoarjo. Dengan harapan bisa segera menuntaskan permasalahan yang ada.

Pembahasan tersebut juga menghadirkan pihak terkait lain. Misalnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga tim dari Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS).

Selain soal ganti rugi, tim juga akan mengurai masalah terkait administratif perpindahan warga korban lumpur ke Renojoyo, Kedungsolo, Porong. Termasuk perpindahan warga ke Kesambi dan Pamotan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/