alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Bahas Perubahan APBD Sidoarjo, Berkurang hingga 3 Persen

SIDOARJO – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 mulai dibahas. Ditandai dengan penyampaian nota penjelasan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Subandi di hadapan anggota dewan, Jumat (5/8). Isinya tentang Rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo tahun anggaran 2022.

Dalam penjelasannya, Subandi menyebutkan perubahan anggaran dilakukan untuk mensinkronisasikan rencana pembangunan. Tahun ini, Pemkab Sidoarjo memfokuskan pada empat hal. Yakni percepatan pemulihan dampak Covid-19, pemenuhan kualitas infrastruktur, peningkatan SDM yang berkualitas, dan pemenuhan layanan publik berbasis informasi. “Ada beberapa perubahan, baik di anggaran pendapatan maupun anggaran belanja,” katanya.

Secara umum, anggaran pendapatan dan belanja mengalami penurunan. Seperti yang disampaikan Subandi, anggaran pendapatan yang semula sebesar Rp 4,5 triliun, turun menjadi Rp 4,4 triliun. Penurunannya mencapai 2,13 persen. Sektor PAD misalnya, mengalami penurunan 6,05 persen. Dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 1,7 triliun. Namun pendapatan transfer justru naik 0,39 persen dari Rp 2,6 triliun menjadi Rp 2,69 triliun.

Anggaran belanja juga mengalami penurunan. Sekitar 3,37 persen. Dari anggaran semula sebesar Rp 5,4 triliun, turun menjadi Rp 5,2 triliun. Terdiri dari belanja modal operasional yang juga turun dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 3,5 triliun. Penurunannya sekitar 2,6 persen. Begitu juga dengan anggaran belanja modal yang turun 8,4 persen. Dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 982 miliar.

Setelah nota penjelasan tersebut disampaikan, Subandi menyebutkan langkah selanjutnya adalah pembahasan di kalangan legislatif. Memang ada sejumlah pergeseran anggaran dalam perubahan APBD tahun ini. “Namun itu semua untuk menyesuaikan dengan program prioritas,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 mulai dibahas. Ditandai dengan penyampaian nota penjelasan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Subandi di hadapan anggota dewan, Jumat (5/8). Isinya tentang Rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo tahun anggaran 2022.

Dalam penjelasannya, Subandi menyebutkan perubahan anggaran dilakukan untuk mensinkronisasikan rencana pembangunan. Tahun ini, Pemkab Sidoarjo memfokuskan pada empat hal. Yakni percepatan pemulihan dampak Covid-19, pemenuhan kualitas infrastruktur, peningkatan SDM yang berkualitas, dan pemenuhan layanan publik berbasis informasi. “Ada beberapa perubahan, baik di anggaran pendapatan maupun anggaran belanja,” katanya.

Secara umum, anggaran pendapatan dan belanja mengalami penurunan. Seperti yang disampaikan Subandi, anggaran pendapatan yang semula sebesar Rp 4,5 triliun, turun menjadi Rp 4,4 triliun. Penurunannya mencapai 2,13 persen. Sektor PAD misalnya, mengalami penurunan 6,05 persen. Dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 1,7 triliun. Namun pendapatan transfer justru naik 0,39 persen dari Rp 2,6 triliun menjadi Rp 2,69 triliun.

Anggaran belanja juga mengalami penurunan. Sekitar 3,37 persen. Dari anggaran semula sebesar Rp 5,4 triliun, turun menjadi Rp 5,2 triliun. Terdiri dari belanja modal operasional yang juga turun dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 3,5 triliun. Penurunannya sekitar 2,6 persen. Begitu juga dengan anggaran belanja modal yang turun 8,4 persen. Dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 982 miliar.

Setelah nota penjelasan tersebut disampaikan, Subandi menyebutkan langkah selanjutnya adalah pembahasan di kalangan legislatif. Memang ada sejumlah pergeseran anggaran dalam perubahan APBD tahun ini. “Namun itu semua untuk menyesuaikan dengan program prioritas,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/