alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Anggaran Alkes RSUD Barat untuk Beli Rontgen dan Perlengkapan Lab

SIDOARJO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo masih menunggu kepastian pengelolaan RSUD barat jika tuntas dibangun. Hal itu untuk pertimbangan penyiapan kebutuhan alat kesehatan (alkes) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) di rumah sakit yang ada di Kecamatan Krian itu.

Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman mengungkapkan, usulan anggaran Rp 24 miliar sebenarnya masih kurang untuk kebutuhan RSUD tipe C.

“Mestinya ada di angka Rp 100 miliar,” katanya, Rabu (4/8).

Namun, usulan anggaran Rp 24 miliar itu akan difokuskan pada pemenuhan alat yang mendesak untuk operasional rumah sakit pada tahap awal. Di antaranya rontgen dan perlengkapan laboraturium.

“Itu yang awal perlu dipenuhi dahulu,” imbuhnya.

Syaf juga mengungkapkan, pihaknya masih membutuhkan kepastian terkait mekanisme pengelolaan rumah sakit jika nanti selesai dibangun. Yakni, apakah berdiri sendiri di bawah Dinkes atau menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dia menegaskan, pihaknya sengaja mematok anggaran Rp 24 miliar itu sebagai ancang-ancang jika nantinya pengelolaan RSUD barat akan mandiri di bawah Dinkes. Termasuk kebutuhan SDM yang akan disiapkan mulai akhir tahun nanti.

“Kami usulkan butuh 164 pegawai non PNS,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jika anggaran Rp 24 miliar untuk alkes RSUD barat itu juga belum final. Karena saat ini juga baru tahap pembahasan. (son/vga)

SIDOARJO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo masih menunggu kepastian pengelolaan RSUD barat jika tuntas dibangun. Hal itu untuk pertimbangan penyiapan kebutuhan alat kesehatan (alkes) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) di rumah sakit yang ada di Kecamatan Krian itu.

Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman mengungkapkan, usulan anggaran Rp 24 miliar sebenarnya masih kurang untuk kebutuhan RSUD tipe C.

“Mestinya ada di angka Rp 100 miliar,” katanya, Rabu (4/8).

Namun, usulan anggaran Rp 24 miliar itu akan difokuskan pada pemenuhan alat yang mendesak untuk operasional rumah sakit pada tahap awal. Di antaranya rontgen dan perlengkapan laboraturium.

“Itu yang awal perlu dipenuhi dahulu,” imbuhnya.

Syaf juga mengungkapkan, pihaknya masih membutuhkan kepastian terkait mekanisme pengelolaan rumah sakit jika nanti selesai dibangun. Yakni, apakah berdiri sendiri di bawah Dinkes atau menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dia menegaskan, pihaknya sengaja mematok anggaran Rp 24 miliar itu sebagai ancang-ancang jika nantinya pengelolaan RSUD barat akan mandiri di bawah Dinkes. Termasuk kebutuhan SDM yang akan disiapkan mulai akhir tahun nanti.

“Kami usulkan butuh 164 pegawai non PNS,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jika anggaran Rp 24 miliar untuk alkes RSUD barat itu juga belum final. Karena saat ini juga baru tahap pembahasan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/