alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tak Pakai Masker, Ngakunya Lupa Bawa

SIDOARJO – Ratusan kendaraan yang melintas di Jalan Raya Taman Pinang, nampak kaget saat aparat gabungan dari kepolisian, Satpol PP, Dishub Sidoarjo, dan TNI berjejer rapi di kawasan tersebut, kemarin (4/8). Para pengendara yang tidak memakai helm dan masker langsung dihentikan dan diminta untuk menepi ke pinggir jalan.

Pengendara yang diketahui tak patuh protokol kesehatan mengaku, jika mereka lupa membawa masker. Sebagian lagi juga mengaku jika mereka terburu-buru sehingga tak sempat memakai masker. “Kan dekat saja, masak harus pakai masker gitu,” kata salah satu pengendara, Anam.

Pengendara lainnya, Sulistyawati, yang juga diberhentikan petugas karena tak memakai masker, terlihat salah tingkah saat ditanya petugas. Wanita yang mengaku berasal dari Perum Taman Pinang itu tidak menggunakan helm. Menurutnya, dia hanya berkendara tak terlalu jauh.

Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Tony Irawan menuturkan, sebanyak 98 pesen warga sudah mematuhi protokol kesehatan. Hanya saja beberapa warga secara sengaja tidak mengindahkan imbauan itu. Meski begitu, mereka tidak ditilang langsung di lokasi. “Hanya ditegur sekaligus diberi peringatan,” ujarnya.

Operasi itu menyangkut beberapa kegiatan. Yaitu operasi Patuh Semeru dan adaptasi kebiasaan baru. Hal itu didasari pada Perbup 58 Tahun 2020. “Operasi patuh sasarannya tak pakai helm, lawan arus dan di bawah umur, serta mengendarai kendaraan yang tidak sesuai dengan spek,” lanjut Tony.

Sementara itu, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo Yani Setyawan mengatakan, pihaknya saat ini telah memasang sejumlah spanduk di beberapa lokasi. Hal itu terkait sosialisasi Perbup 58 Tahun 2020. Isinya terkait ancaman denda Rp 150 ribu bagi yang tak memakai masker. Ada pula menyangkut jam malam, hingga sanksi sosial bagi pelanggar jam malam. “Jadi kami melaksanakan sosialisasi ini karna di Perbup 58 sebagian besar adalah tugas OPD kami,” kata Yani. (far/nis/opi)

SIDOARJO – Ratusan kendaraan yang melintas di Jalan Raya Taman Pinang, nampak kaget saat aparat gabungan dari kepolisian, Satpol PP, Dishub Sidoarjo, dan TNI berjejer rapi di kawasan tersebut, kemarin (4/8). Para pengendara yang tidak memakai helm dan masker langsung dihentikan dan diminta untuk menepi ke pinggir jalan.

Pengendara yang diketahui tak patuh protokol kesehatan mengaku, jika mereka lupa membawa masker. Sebagian lagi juga mengaku jika mereka terburu-buru sehingga tak sempat memakai masker. “Kan dekat saja, masak harus pakai masker gitu,” kata salah satu pengendara, Anam.

Pengendara lainnya, Sulistyawati, yang juga diberhentikan petugas karena tak memakai masker, terlihat salah tingkah saat ditanya petugas. Wanita yang mengaku berasal dari Perum Taman Pinang itu tidak menggunakan helm. Menurutnya, dia hanya berkendara tak terlalu jauh.

Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Tony Irawan menuturkan, sebanyak 98 pesen warga sudah mematuhi protokol kesehatan. Hanya saja beberapa warga secara sengaja tidak mengindahkan imbauan itu. Meski begitu, mereka tidak ditilang langsung di lokasi. “Hanya ditegur sekaligus diberi peringatan,” ujarnya.

Operasi itu menyangkut beberapa kegiatan. Yaitu operasi Patuh Semeru dan adaptasi kebiasaan baru. Hal itu didasari pada Perbup 58 Tahun 2020. “Operasi patuh sasarannya tak pakai helm, lawan arus dan di bawah umur, serta mengendarai kendaraan yang tidak sesuai dengan spek,” lanjut Tony.

Sementara itu, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo Yani Setyawan mengatakan, pihaknya saat ini telah memasang sejumlah spanduk di beberapa lokasi. Hal itu terkait sosialisasi Perbup 58 Tahun 2020. Isinya terkait ancaman denda Rp 150 ribu bagi yang tak memakai masker. Ada pula menyangkut jam malam, hingga sanksi sosial bagi pelanggar jam malam. “Jadi kami melaksanakan sosialisasi ini karna di Perbup 58 sebagian besar adalah tugas OPD kami,” kata Yani. (far/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/