alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Resepsi Milad ke-90, Pemuda Muhammadiyah Komitmen Perluas Wilayah Dakwah

SIDOARJO – Gelaran resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah dan Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sidoarjo bertema “Sinergi Membangun Bangsa” di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjadi wujud perluasan dakwah Pemuda Muhammadiyah, Minggu (5/6).

Resepsi ini menjadi puncak milad yang diadakan PDPM Muhammadiyah Sidoarjo.

Ketua PDPM Muhammadiyah Sidoarjo, Adit Hananda Utama menjelaskan, peringatan momen milad ini dilakukan dengan berbagai rangkaian acara.

Mulai dari pembagian zakat produktif untuk teman Muhammadiyah yang memulai karirnya sebagai pelaku UMKM. Hingga mengajak kader untuk berkompetisi di ajang futsal, badminton dan memancing.

“Berdakwah tidak hanya di mimbar masjid saja. Kita butuh ruang konsolidasi yang lebih luas untuk menghimpun kader di Sidoarjo,” urainya.

Perayaan milad Pemuda Muhammadiyah ini juga digabungkan dengan kegiatan IMM ini sebagai bentuk sinergitas dan kaderisasi yang linier.

Sementara itu, Zainul Muslimin, Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo menyoroti peluang kader Muhammadiyah untuk mengembangkan diri di bidang ekonomi.

Pasalnya perekonomian Muhammadiyah terbilang cukup besar dan era digital akan memudahkan berbagai kalangan mengembangkan bisnisnya.

“Beberapa tahun belakang, sebelum di Muhammadiyah, sudah diarahkan agar anak muda bisa terjun ke bidang bisnis. Apalagi Muhammadiyah memiliki omzet besar di bidang sosiopreneur melalui Lazizmu,” tegasnya.

Dia mencontohkan, perputaran uang di Muhammadiyah bisa mencapai 10 persen APBD Jatim. Artinya ada peluang sangat besar di bidang ekonomi yang selama ini ditinggalkan.

“Kalau mau menguasai ekonomi, mari kita terjun ke berbagai lini bisnis. Siapapun bisa terjun ke bidang ini,” ungkapnya.

Sementra itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak turut hadir secara daring memberikan sambutan dalam resepsi ini.

Emil mengungkapkan, berdasarkan tema resepsi yaitu “Sinergi Membangun Bangsa”,  kata sinergi memang lazim digunakan tetapi pelaksanaannya tidak semudah itu. Apalagi jika sinergi juga harus dilakukan antarorganisasi.

“Karena proses demokrasi dan pendewasaan dalam meningkatnya pengetahuan dan intelektualitas dalam berorganisasi,” tegasnya.

Sinergi menurutnya selama ini dilakukan untuk mengatasi perbedaan yang sudah hakiki, seperti agama, suku, agama dan daerah.

“Bukan hanya perbedaan hakiki, ada juga perbedaan yang muncul dari pilihan kita. Namun harus dipegang teguh pada Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia,” pungkasnya. (vga)

 

SIDOARJO – Gelaran resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah dan Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sidoarjo bertema “Sinergi Membangun Bangsa” di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjadi wujud perluasan dakwah Pemuda Muhammadiyah, Minggu (5/6).

Resepsi ini menjadi puncak milad yang diadakan PDPM Muhammadiyah Sidoarjo.

Ketua PDPM Muhammadiyah Sidoarjo, Adit Hananda Utama menjelaskan, peringatan momen milad ini dilakukan dengan berbagai rangkaian acara.

Mulai dari pembagian zakat produktif untuk teman Muhammadiyah yang memulai karirnya sebagai pelaku UMKM. Hingga mengajak kader untuk berkompetisi di ajang futsal, badminton dan memancing.

“Berdakwah tidak hanya di mimbar masjid saja. Kita butuh ruang konsolidasi yang lebih luas untuk menghimpun kader di Sidoarjo,” urainya.

Perayaan milad Pemuda Muhammadiyah ini juga digabungkan dengan kegiatan IMM ini sebagai bentuk sinergitas dan kaderisasi yang linier.

Sementara itu, Zainul Muslimin, Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo menyoroti peluang kader Muhammadiyah untuk mengembangkan diri di bidang ekonomi.

Pasalnya perekonomian Muhammadiyah terbilang cukup besar dan era digital akan memudahkan berbagai kalangan mengembangkan bisnisnya.

“Beberapa tahun belakang, sebelum di Muhammadiyah, sudah diarahkan agar anak muda bisa terjun ke bidang bisnis. Apalagi Muhammadiyah memiliki omzet besar di bidang sosiopreneur melalui Lazizmu,” tegasnya.

Dia mencontohkan, perputaran uang di Muhammadiyah bisa mencapai 10 persen APBD Jatim. Artinya ada peluang sangat besar di bidang ekonomi yang selama ini ditinggalkan.

“Kalau mau menguasai ekonomi, mari kita terjun ke berbagai lini bisnis. Siapapun bisa terjun ke bidang ini,” ungkapnya.

Sementra itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak turut hadir secara daring memberikan sambutan dalam resepsi ini.

Emil mengungkapkan, berdasarkan tema resepsi yaitu “Sinergi Membangun Bangsa”,  kata sinergi memang lazim digunakan tetapi pelaksanaannya tidak semudah itu. Apalagi jika sinergi juga harus dilakukan antarorganisasi.

“Karena proses demokrasi dan pendewasaan dalam meningkatnya pengetahuan dan intelektualitas dalam berorganisasi,” tegasnya.

Sinergi menurutnya selama ini dilakukan untuk mengatasi perbedaan yang sudah hakiki, seperti agama, suku, agama dan daerah.

“Bukan hanya perbedaan hakiki, ada juga perbedaan yang muncul dari pilihan kita. Namun harus dipegang teguh pada Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia,” pungkasnya. (vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/