alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Selama Ramadan, PMI Target 70 Kantong Sehari

SIDOARJO – Puasa bukanlah halangan bagi warga untuk mendonorkan darahnya. Para pendonor tak perlu risau karena donor darah saat berpuasa tidak berbahaya bagi kesehatan. Asalkan dilakukan sesuai ketentuan.

Duty Manager UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sidoarjo Nunuk Masluhiyah menjelaskan, ada trik khusus yang bisa diterapkan masyarakat ketika hendak mendonorkan darahnya pada bulan Ramadan.

Pertama, pendonor harus siap fisik dan mental. Kedua, pendonor tidak boleh melupakan sahur sebagai sumber asupan nutrisi bagi tubuh. Selanjutnya, pilih waktu yang tepat.

“Mereka yang rutin donor, secara fisik sudah terlatih. Tapi bagi pendonor baru, yang pertama kali donor. Untuk lebih amannya dianjurkan pada malam hari,” jelasnya, Selasa (5/4).

Manager Kualitas UTD PMI Sidoarjo Muhammad Asiq Yusak menjelaskan pelayanan donor darah saat Ramadan disediakan di tiga lokasi. Selain berpusat di kantor PMI Jalan Raya Jati, juga dibuka layanan donor darah keliling dengan bus. Di depan GOR Sidoarjo dan di masjid kawasan Gading Fajar.

“Pelayanan di kantor mulai pujul 08.00 hingga pukul 21.30. Di GOR juga sama, mulai pagi, hanya berakhir lebih cepat pukul 21.00. Khusus di Gading Fajar, buka pukul 16.00 hingga 21.00,” jelasnya.

Awal puasa ini, kata dia, jumlah pendonor darah masih minim. Senin (4/4) hanya dapat 40 kantong darah sehari. UTD PMI menargetkan satu bulan ini minimal dapat 70 kantong sehari.

“Selain bulan Ramadan biasa dapat 70 persennya. Hari biasa kita bisa mendapatkan 100 kantong darah sehari,” jelasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Puasa bukanlah halangan bagi warga untuk mendonorkan darahnya. Para pendonor tak perlu risau karena donor darah saat berpuasa tidak berbahaya bagi kesehatan. Asalkan dilakukan sesuai ketentuan.

Duty Manager UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sidoarjo Nunuk Masluhiyah menjelaskan, ada trik khusus yang bisa diterapkan masyarakat ketika hendak mendonorkan darahnya pada bulan Ramadan.

Pertama, pendonor harus siap fisik dan mental. Kedua, pendonor tidak boleh melupakan sahur sebagai sumber asupan nutrisi bagi tubuh. Selanjutnya, pilih waktu yang tepat.

“Mereka yang rutin donor, secara fisik sudah terlatih. Tapi bagi pendonor baru, yang pertama kali donor. Untuk lebih amannya dianjurkan pada malam hari,” jelasnya, Selasa (5/4).

Manager Kualitas UTD PMI Sidoarjo Muhammad Asiq Yusak menjelaskan pelayanan donor darah saat Ramadan disediakan di tiga lokasi. Selain berpusat di kantor PMI Jalan Raya Jati, juga dibuka layanan donor darah keliling dengan bus. Di depan GOR Sidoarjo dan di masjid kawasan Gading Fajar.

“Pelayanan di kantor mulai pujul 08.00 hingga pukul 21.30. Di GOR juga sama, mulai pagi, hanya berakhir lebih cepat pukul 21.00. Khusus di Gading Fajar, buka pukul 16.00 hingga 21.00,” jelasnya.

Awal puasa ini, kata dia, jumlah pendonor darah masih minim. Senin (4/4) hanya dapat 40 kantong darah sehari. UTD PMI menargetkan satu bulan ini minimal dapat 70 kantong sehari.

“Selain bulan Ramadan biasa dapat 70 persennya. Hari biasa kita bisa mendapatkan 100 kantong darah sehari,” jelasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/