alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 22 May 2022

Sempat Kesulitan, Afvoer Sekardangan Akhirnya Dinormalisasi DPUBMSDA

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat dalam menanggapi keluhan masyarakat. Sempat dikeluhkan banyak sampah dan aliran air mandek, afvoer Sekardangan akhirnya dinormalisasi, Kamis (4/11). Satu unit alat berat diterjunkan untuk mengeruk endapan dan sampah yang ada di saluran tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, pihaknya diminta Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor untuk mengeruk sungai di titik yang bisa dilakukan. Sebab diakuinya, ada beberapa kendala yang membuat pihaknya kesulitan menormalisasi.

Kendala utamanya adalah di sepanjang sempadan sungai banyak bangunan. Sehingga alat berat tidak bisa masuk dan mengeruk endapan. Akibatnya, sampah rumah tangga menumpuk hingga memenuhi permukaan sungai. Ada juga rumput dan dedaunan yang menghambat aliran air.

“Kondisi ini bisa menyebabkan air meluber ketika hujan deras,” katanya.

Sigit menjelaskan, afvoer Sekardangan memang sudah lama tidak dibersihkan. Disebabkan adanya kendala bangunan di sepanjang sempadan sungai itu. Namun kemarin pihaknya memaksa melakukan normalisasi dengan cara swakelola. Beberapa pohon yang ada di sempadan sungai bahkan harus dipotong.

Hal itu terpaksa dilakukan agar alat berat bisa masuk. Hasil pengerukan pun langsung dimasukkan ke truk sampah untuk diangkut. “Paling tidak agar air di saluran tersebut bisa mengalir dulu,” imbuhnya.

Ke depannya, penertiban sempadan sungai akan dilakukan. Agar pemkab tidak kesulitan lagi melakukan normalisasi. Namun itu perlu waktu. Sebab membutuhkan sosialisasi dan koordinasi dengan pemilik bangunan terlebih dulu. (nis/vga)

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat dalam menanggapi keluhan masyarakat. Sempat dikeluhkan banyak sampah dan aliran air mandek, afvoer Sekardangan akhirnya dinormalisasi, Kamis (4/11). Satu unit alat berat diterjunkan untuk mengeruk endapan dan sampah yang ada di saluran tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, pihaknya diminta Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor untuk mengeruk sungai di titik yang bisa dilakukan. Sebab diakuinya, ada beberapa kendala yang membuat pihaknya kesulitan menormalisasi.

Kendala utamanya adalah di sepanjang sempadan sungai banyak bangunan. Sehingga alat berat tidak bisa masuk dan mengeruk endapan. Akibatnya, sampah rumah tangga menumpuk hingga memenuhi permukaan sungai. Ada juga rumput dan dedaunan yang menghambat aliran air.

“Kondisi ini bisa menyebabkan air meluber ketika hujan deras,” katanya.

Sigit menjelaskan, afvoer Sekardangan memang sudah lama tidak dibersihkan. Disebabkan adanya kendala bangunan di sepanjang sempadan sungai itu. Namun kemarin pihaknya memaksa melakukan normalisasi dengan cara swakelola. Beberapa pohon yang ada di sempadan sungai bahkan harus dipotong.

Hal itu terpaksa dilakukan agar alat berat bisa masuk. Hasil pengerukan pun langsung dimasukkan ke truk sampah untuk diangkut. “Paling tidak agar air di saluran tersebut bisa mengalir dulu,” imbuhnya.

Ke depannya, penertiban sempadan sungai akan dilakukan. Agar pemkab tidak kesulitan lagi melakukan normalisasi. Namun itu perlu waktu. Sebab membutuhkan sosialisasi dan koordinasi dengan pemilik bangunan terlebih dulu. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/