alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Komisi D Usulkan Perda Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya

SIDOARJO – Usulan rancangan peraturan daerah (raperda) dilontarkan oleh Komisi D, Rabu (3/11). Ada dua raperda inisiatif yang diusulkan. Yakni penyelengaraan kesejahteraan sosial serta pengelolaan dan pelestarian cagar budaya.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Damroni Chudlori mengatakan, pihaknya melihat tingkat kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya masih kurang. Untuk itu, dalam usulan raperda tersebut, pihaknya akan meminta Pemkab Sidoarjo meningkatkan partisipasi masyarakat. “Dalam melestarikan cagar budaya, peran masyarakat sangat penting,” katanya.

Nantinya, upaya pengelolaan dan pelestarian cagar budaya yang dilakukan harus melibatkan kesadaran masyarakat. Sedangkan pemkab yang akan mengayomi dan mengawasi.

Selain itu, mengenai benda-benda pra sejarah atau cagar budaya harus bisa dikelola dengan baik. Komisi D mengusulkan untuk menyimpannya di dalam museum. Baik itu yang dikelola pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah swasta.

Beberapa kali di Sidoarjo ada penemuan jejak-jejak sejarah. Seperti yang ada di Prambon. Warga menemukan sumur kuno di tengah-tengah area persawahan. Begitu juga dengan sumur kuno yang ada di Krian.

Menurut politikus PKB tersebut, masyarakat Sidoarjo sudah memahami cara melestarikan cagar budaya. Selama ini jika ada penemuan barang-barang kuno, masyarakat bahu membahu membersihkan dan merawatnya. Untuk itu, diperlukan perda yang mengatur tentang hal tersebut.

Damroni menyebutkan, pembahasan raperda tentang pengelolaan dan pelestarian cagar budaya masih panjang. Diperkirakan tahun depan baru bisa berjalan. “Panitia khususnya akan dibentuk tahun depan,” katanya. (nis/vga)

SIDOARJO – Usulan rancangan peraturan daerah (raperda) dilontarkan oleh Komisi D, Rabu (3/11). Ada dua raperda inisiatif yang diusulkan. Yakni penyelengaraan kesejahteraan sosial serta pengelolaan dan pelestarian cagar budaya.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Damroni Chudlori mengatakan, pihaknya melihat tingkat kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya masih kurang. Untuk itu, dalam usulan raperda tersebut, pihaknya akan meminta Pemkab Sidoarjo meningkatkan partisipasi masyarakat. “Dalam melestarikan cagar budaya, peran masyarakat sangat penting,” katanya.

Nantinya, upaya pengelolaan dan pelestarian cagar budaya yang dilakukan harus melibatkan kesadaran masyarakat. Sedangkan pemkab yang akan mengayomi dan mengawasi.

Selain itu, mengenai benda-benda pra sejarah atau cagar budaya harus bisa dikelola dengan baik. Komisi D mengusulkan untuk menyimpannya di dalam museum. Baik itu yang dikelola pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah swasta.

Beberapa kali di Sidoarjo ada penemuan jejak-jejak sejarah. Seperti yang ada di Prambon. Warga menemukan sumur kuno di tengah-tengah area persawahan. Begitu juga dengan sumur kuno yang ada di Krian.

Menurut politikus PKB tersebut, masyarakat Sidoarjo sudah memahami cara melestarikan cagar budaya. Selama ini jika ada penemuan barang-barang kuno, masyarakat bahu membahu membersihkan dan merawatnya. Untuk itu, diperlukan perda yang mengatur tentang hal tersebut.

Damroni menyebutkan, pembahasan raperda tentang pengelolaan dan pelestarian cagar budaya masih panjang. Diperkirakan tahun depan baru bisa berjalan. “Panitia khususnya akan dibentuk tahun depan,” katanya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/