alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Cegah Konflik Industrial, Disnaker Gelar Bimtek untuk Pekerja dan Pengusaha

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berupaya untuk meminimalisir terjadinya konflik industrial. Salah satunya dengan Bimbingan Teknis (bimtek) pada Kamis (4/8).

Bimtek itu menghadirkan perwakilan dari pekerja dan pengusaha yang ada di Sidoarjo. Karena konflik industrial itu salah satunya kerap terjadi antara pihak pengusaha dan pekerja. Contohnya adalah masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kepala Disnaker Sidoarjo Fenny Apridawati mengungkapkan, dari banyak kasus hubungan industrial yang terjadi muaranya adalah ketidakharmonisan hubungan antara pekerja dan pengusaha.

“Ini kami pertemukan dalam forum bersama,” katanya.

Fenny melanjutkan, salah satu sebab lagi terjadinya konflik karena kurangnya pemahaman yang utuh terkait aturan terkait industrial. “Makanya agar bisa dikupas dengan detail antara pengusaha, pekerja maupun pemerintah,” sambungnya.

Dia berharap para pengusaha dan pekerja bisa lebih harmonis. Karena telah memahami aturan industrial secara utuh.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, bimtek itu juga berfungsi untuk menciptakan ekosistem antara pekerja hingga pengusaha agar berlangsung dengan baik. “Konflik yang ada perlu diselesaikan dari hulu hingga hilir,” katanya.

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu menambahkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan agar konflik tidak terjadi adalah soal perjanjian kerja. Antara pekerja dan pengusaha perlu memahami dengan benar dan detail terkait perjanjian kerja sejak awal.

Kemudian, antara pekerja dan pengusaha termasuk pihak pemerintah daerah juga perlu menjalankan perannya masing-masing sesuai porsi dan aturan yang ada. “Sehingga konflik bisa diminimalisir,” pungkasnya. (son/vga)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berupaya untuk meminimalisir terjadinya konflik industrial. Salah satunya dengan Bimbingan Teknis (bimtek) pada Kamis (4/8).

Bimtek itu menghadirkan perwakilan dari pekerja dan pengusaha yang ada di Sidoarjo. Karena konflik industrial itu salah satunya kerap terjadi antara pihak pengusaha dan pekerja. Contohnya adalah masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kepala Disnaker Sidoarjo Fenny Apridawati mengungkapkan, dari banyak kasus hubungan industrial yang terjadi muaranya adalah ketidakharmonisan hubungan antara pekerja dan pengusaha.

“Ini kami pertemukan dalam forum bersama,” katanya.

Fenny melanjutkan, salah satu sebab lagi terjadinya konflik karena kurangnya pemahaman yang utuh terkait aturan terkait industrial. “Makanya agar bisa dikupas dengan detail antara pengusaha, pekerja maupun pemerintah,” sambungnya.

Dia berharap para pengusaha dan pekerja bisa lebih harmonis. Karena telah memahami aturan industrial secara utuh.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, bimtek itu juga berfungsi untuk menciptakan ekosistem antara pekerja hingga pengusaha agar berlangsung dengan baik. “Konflik yang ada perlu diselesaikan dari hulu hingga hilir,” katanya.

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu menambahkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan agar konflik tidak terjadi adalah soal perjanjian kerja. Antara pekerja dan pengusaha perlu memahami dengan benar dan detail terkait perjanjian kerja sejak awal.

Kemudian, antara pekerja dan pengusaha termasuk pihak pemerintah daerah juga perlu menjalankan perannya masing-masing sesuai porsi dan aturan yang ada. “Sehingga konflik bisa diminimalisir,” pungkasnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/