alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Wabup Subandi Minta Ada Jaring Penyekat Sampah di Sungai

SIDOARJO – Permasalahan sampah di Sidoarjo memang menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan. Kondisi sungainya saat ini banyak yang mengalami pendangkalan. Itu disebabkan karena banyak warga yang membuang sampah rumah tangga di sungai.

Seperti di afvour Gedangrowo, Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin. Sampah rumah tangga bercampur dengan eceng gondok itu membuat aliran air tidak sempurna. Sehingga memicu bau tak sedap. Kondisi itu pun dikeluhkan warga.

“Mau aktivitas di halaman rumah, terganggu aroma busuk. Kondisi ini sudah lama saya rasakan. Kalau sampah sedikit, masih bisa dialirkan,” ungkap Masfulah warga Desa Kalidawir, Jumat (4/3).

Dirinya meminta agar masalah sampah di sungai tersebut bisa terselesaikan. “Warga disadarkan. Pemerintah dan warga kerjasama agar sampah tidak menumpuk di beberapa tempat,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan warga itu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mendatangi lokasi kemarin. Dirinya merasa prihatin dengan kondisi afvour Gedangrowo tersebut. Menurutnya meski pemkab mau mengucurkan dana berapapun, masalah sampah tidak akan selesai.

“Rasa gotong royong harus ditingkatkan kembali. Jangan lelah mengurus desa masing-masing terutama sampah di sungai,” tegasnya.

Mengatasi masalah ini, Subandi menginstruksikan Camat Tanggulangin segera mengumpulkan kepala desa di wilayah tersebut untuk sepakat membuat jaring penyekat sampah. Selain itu, Wabup menegaskan bangunan liar di atas sungai perlu ditertibkan.

“Kalau sudah, kepala desa bertanggungjawab menyelesaikan sampah di sungai masing-masing,” imbuhnya.

Senada dengan Wabup, Camat Tanggulangin Sabino Mariano mengatakan, setiap desa perlu membuat batas atau penyekat jaring sampah. Apalagi afvour Gedangrowo itu termasuk area vital karena salah satu sungai terbesar di Tanggulangin.

“Kalau seperti ini terus masyarakat daerah pesisir dapat bonus sampah dan jadi bulan-bulanan banjir,” katanya.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan menambahkan, untuk meningkatkan daya tampung afvour maka perlu dilakukan normalisasi.

“Namun bangli di atas sungai ini harus bersih dulu,” ungkapnya.

Tahun ini, normalisasi akan berlangsung di saluran losing Gedangrowo Desa Banjarpanji.

“Lokasinya sampai ke DAM Banjarpanji 2,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Permasalahan sampah di Sidoarjo memang menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan. Kondisi sungainya saat ini banyak yang mengalami pendangkalan. Itu disebabkan karena banyak warga yang membuang sampah rumah tangga di sungai.

Seperti di afvour Gedangrowo, Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin. Sampah rumah tangga bercampur dengan eceng gondok itu membuat aliran air tidak sempurna. Sehingga memicu bau tak sedap. Kondisi itu pun dikeluhkan warga.

“Mau aktivitas di halaman rumah, terganggu aroma busuk. Kondisi ini sudah lama saya rasakan. Kalau sampah sedikit, masih bisa dialirkan,” ungkap Masfulah warga Desa Kalidawir, Jumat (4/3).

Dirinya meminta agar masalah sampah di sungai tersebut bisa terselesaikan. “Warga disadarkan. Pemerintah dan warga kerjasama agar sampah tidak menumpuk di beberapa tempat,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan warga itu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mendatangi lokasi kemarin. Dirinya merasa prihatin dengan kondisi afvour Gedangrowo tersebut. Menurutnya meski pemkab mau mengucurkan dana berapapun, masalah sampah tidak akan selesai.

“Rasa gotong royong harus ditingkatkan kembali. Jangan lelah mengurus desa masing-masing terutama sampah di sungai,” tegasnya.

Mengatasi masalah ini, Subandi menginstruksikan Camat Tanggulangin segera mengumpulkan kepala desa di wilayah tersebut untuk sepakat membuat jaring penyekat sampah. Selain itu, Wabup menegaskan bangunan liar di atas sungai perlu ditertibkan.

“Kalau sudah, kepala desa bertanggungjawab menyelesaikan sampah di sungai masing-masing,” imbuhnya.

Senada dengan Wabup, Camat Tanggulangin Sabino Mariano mengatakan, setiap desa perlu membuat batas atau penyekat jaring sampah. Apalagi afvour Gedangrowo itu termasuk area vital karena salah satu sungai terbesar di Tanggulangin.

“Kalau seperti ini terus masyarakat daerah pesisir dapat bonus sampah dan jadi bulan-bulanan banjir,” katanya.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan menambahkan, untuk meningkatkan daya tampung afvour maka perlu dilakukan normalisasi.

“Namun bangli di atas sungai ini harus bersih dulu,” ungkapnya.

Tahun ini, normalisasi akan berlangsung di saluran losing Gedangrowo Desa Banjarpanji.

“Lokasinya sampai ke DAM Banjarpanji 2,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/