alexametrics
29 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Polisi Bubarkan Syukuran Kades Sidomulyo

SIDOARJO – Sejumlah anggota Polsek Krian terpaksa membubarkan kegiatan syukuran Kepala Desa Sidomulyo terpilih, Kunadi. Penyebabnya, dia nekat menggelar syukuran hingga mengundang kerumunan massa.

Kapolsek Krian Kompol Mukhlason mengatakan, anggotanya membubarkan acara syukuran kades yang baru dilantik tersebut. Sebab acara syukuran dengan naik perahu itu mengundang kerumunan warga Dusun Jrebeng Desa Sidomulyo, Krian.

“Karena banyak warga yang berkerumun hanya untuk menonton kades tersebut naik perahu saat syukuran,” katanya, Kamis (4/3).

Warga berkerumun di pinggir sungai untuk melihat Kunadi naik perahu karet di depan rumahnya itu sekitar pukul 09.30. Akibatnya kepolisian lalu mendatangi rumah kepala desa yang dilantik Rabu (3/3) itu. Polisi lalu meminta agar syukuran dihentikan.

“Karena kalau diteruskan dikhawatirkan jumlah massa akan semakin banyak, dan itu melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Ngadiluwih Kediri itu juga menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah kerap meminta agar tak ada kerumunan di kegiatan apapun. Sebab pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Sehingga prokes harus terus dijalankan.

“Kami minta agar para pejabat untuk dapat memberi contoh kepada masyarakat, karena Sidoarjo masih terus berjuang melawan penyebaran Covid-19,” jelasnya. (far/opi)

SIDOARJO – Sejumlah anggota Polsek Krian terpaksa membubarkan kegiatan syukuran Kepala Desa Sidomulyo terpilih, Kunadi. Penyebabnya, dia nekat menggelar syukuran hingga mengundang kerumunan massa.

Kapolsek Krian Kompol Mukhlason mengatakan, anggotanya membubarkan acara syukuran kades yang baru dilantik tersebut. Sebab acara syukuran dengan naik perahu itu mengundang kerumunan warga Dusun Jrebeng Desa Sidomulyo, Krian.

“Karena banyak warga yang berkerumun hanya untuk menonton kades tersebut naik perahu saat syukuran,” katanya, Kamis (4/3).

Warga berkerumun di pinggir sungai untuk melihat Kunadi naik perahu karet di depan rumahnya itu sekitar pukul 09.30. Akibatnya kepolisian lalu mendatangi rumah kepala desa yang dilantik Rabu (3/3) itu. Polisi lalu meminta agar syukuran dihentikan.

“Karena kalau diteruskan dikhawatirkan jumlah massa akan semakin banyak, dan itu melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Ngadiluwih Kediri itu juga menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah kerap meminta agar tak ada kerumunan di kegiatan apapun. Sebab pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Sehingga prokes harus terus dijalankan.

“Kami minta agar para pejabat untuk dapat memberi contoh kepada masyarakat, karena Sidoarjo masih terus berjuang melawan penyebaran Covid-19,” jelasnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/