alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Harga Potong di RPH Krian Kompetitif

SIDOARJO – Tempat pemotongan sapi atau rumah potong hewan (RPH) Krian milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sudah mulai beroperasi pasca direvitalisasi. Harganya pun sangat murah, dengan tarif per ekor sapi seharga Rp 400 ribu. Harga tersebut sudah termasuk pengepakan daging, kepala, dan kulitnya.

Selain harganya yang dijamin murah dari pasaran, Pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis dan bersih karena menggunakan sistem pemotongan moderen. Dan yang paling penting menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), prosesnya sesuai syari’at Islam sehingga ke halalannya dijamin.

Harga pemotongan sapi di luar harga paling rendah rata-rata Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu per ekornya. Ada yang menentukan tarif per kilo mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 3.500. Sedangkan di RPH Krian sudah dipatok harga tetap Rp 400 ribu tiap ekor sapi.

Dengan harga yang kompetitif ini, usaha penjualan daging sapi diharapkan mengalami kenaikan. RPH Krian memiliki kapasitas bisa memotong 100 ekor sapi dalam sehari.

“Saya kira arah utama RPH ini kenapa harus dimodernisasi karena kami ingin memastikan daging yang diterima dan beredar yang di Sidoarjo ini harus daging yang aman, nyaman, utuh dan yang terpenting halal,” ujarnya.

Gus Muhdlor menjamin pemerintah hadir dan mengawal peredaran daging yang dijamin kehalalannya dan daging yang bersih serta aman dikonsumsi masyarakat.

“Semoga adanya RPH ini daging yang diterima masyarakat Sidoarjo, pertama bersih kemudian tidak ada penyakit-penyakit dan sebagainya, ini penting. Hampir seluruh masyarakat Sidoarjo ini adalah mayoritas Islam, pemerintah wajib memastikan bahwa daging yang beredar dijamin ke halalan-nya,” katanya.

Jagal dibiarkan berjalan, karena Gus Muhdlor yakin masyarakat akan memilih jasa RPH karena dijamin kebersihannya, kehalalannya dan harganya murah. (rpp/opi)

SIDOARJO – Tempat pemotongan sapi atau rumah potong hewan (RPH) Krian milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sudah mulai beroperasi pasca direvitalisasi. Harganya pun sangat murah, dengan tarif per ekor sapi seharga Rp 400 ribu. Harga tersebut sudah termasuk pengepakan daging, kepala, dan kulitnya.

Selain harganya yang dijamin murah dari pasaran, Pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis dan bersih karena menggunakan sistem pemotongan moderen. Dan yang paling penting menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), prosesnya sesuai syari’at Islam sehingga ke halalannya dijamin.

Harga pemotongan sapi di luar harga paling rendah rata-rata Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu per ekornya. Ada yang menentukan tarif per kilo mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 3.500. Sedangkan di RPH Krian sudah dipatok harga tetap Rp 400 ribu tiap ekor sapi.

Dengan harga yang kompetitif ini, usaha penjualan daging sapi diharapkan mengalami kenaikan. RPH Krian memiliki kapasitas bisa memotong 100 ekor sapi dalam sehari.

“Saya kira arah utama RPH ini kenapa harus dimodernisasi karena kami ingin memastikan daging yang diterima dan beredar yang di Sidoarjo ini harus daging yang aman, nyaman, utuh dan yang terpenting halal,” ujarnya.

Gus Muhdlor menjamin pemerintah hadir dan mengawal peredaran daging yang dijamin kehalalannya dan daging yang bersih serta aman dikonsumsi masyarakat.

“Semoga adanya RPH ini daging yang diterima masyarakat Sidoarjo, pertama bersih kemudian tidak ada penyakit-penyakit dan sebagainya, ini penting. Hampir seluruh masyarakat Sidoarjo ini adalah mayoritas Islam, pemerintah wajib memastikan bahwa daging yang beredar dijamin ke halalan-nya,” katanya.

Jagal dibiarkan berjalan, karena Gus Muhdlor yakin masyarakat akan memilih jasa RPH karena dijamin kebersihannya, kehalalannya dan harganya murah. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/