alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Ambil Alih Aset Untuk Budidaya Udang Windu

SIDOARJO – Mei 2021 masa pinjam pakai lahan milik Pemkab Sidoarjo telah usai. Lahan yang dimaksud yakni lahan seluas 17 hektare di Kecamatan Sedati yang dipinjam Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah sepakat tidak memperpanjang masa pinjam pakainya. Lebih baik digunakan untuk kepentingan masyarakat Sidoarjo. Untuk budidaya udang windu.

Apalagi, sudah lebih 35 tahun aset tersebut dipinjampakaikan. “Sudah resmi tidak diperpanjang pinjam pakainya, jadi akan dikelola pemkab sendiri, Dinas Perikanan sudah siap,” ujar Sekretaris Daerah Sidoarjo, Achmad Zaini, Selasa (2/2).

Sehingga dapat menunjang pendapatan asli daerah (PAD) Sidoarjo. “Saya sudah wanti-wanti untuk menghidupkan kembali udang windu,” katanya.

Sebab, saat ini yang banyak di Sidoarjo adalah udang vaname. Padahal, terkenalnya Sidoarjo adalah udang windu. Jadi identitas Sidoarjo. “Karena tidak ada panen udang windu sama sekali dari lahannya pemkab,” lanjutnya.

Yang ada panen hanya yang dikelola swasta. Padahal, Sidoarjo punya banyak permintaan dari dalam dan luar negeri. Pangsa pasarnya ada. Harus lebih diintensifkan.

Karena itu, dirinya meminta Dinas Perikanan mulai menabur benih windu. Lahannya juga ada, termasuk yang 17 hektare di Sedati itu. Bisa untuk pembenihan sekaligus pembesaran. “Sehingga tidak ada alasan tidak ada benur windu lagi di Sidoarjo,” tegasnya.

Nanti, pinggiran dari lahan itu juga akan dimanfaatkan untuk mangrove. Bisa sekaligus dibuat wisata. Zaini menyebut sudah menyampaikan ke Politeknik Kelautan dan Perikanan untuk segera menyiapkan pemindahannya. “Sudah, itu proses lama. Kami sudah mengantisipasi agar ada waktu untuk berbenah,” sambungnya.

Menurutnya, disayangkan kalau ada lahan tapi tidak digunakan. “Awal, mungkin percontohan dulu pengelolaannya, nanti biar menular ke masyarakat,” pungkasnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Mei 2021 masa pinjam pakai lahan milik Pemkab Sidoarjo telah usai. Lahan yang dimaksud yakni lahan seluas 17 hektare di Kecamatan Sedati yang dipinjam Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah sepakat tidak memperpanjang masa pinjam pakainya. Lebih baik digunakan untuk kepentingan masyarakat Sidoarjo. Untuk budidaya udang windu.

Apalagi, sudah lebih 35 tahun aset tersebut dipinjampakaikan. “Sudah resmi tidak diperpanjang pinjam pakainya, jadi akan dikelola pemkab sendiri, Dinas Perikanan sudah siap,” ujar Sekretaris Daerah Sidoarjo, Achmad Zaini, Selasa (2/2).

Sehingga dapat menunjang pendapatan asli daerah (PAD) Sidoarjo. “Saya sudah wanti-wanti untuk menghidupkan kembali udang windu,” katanya.

Sebab, saat ini yang banyak di Sidoarjo adalah udang vaname. Padahal, terkenalnya Sidoarjo adalah udang windu. Jadi identitas Sidoarjo. “Karena tidak ada panen udang windu sama sekali dari lahannya pemkab,” lanjutnya.

Yang ada panen hanya yang dikelola swasta. Padahal, Sidoarjo punya banyak permintaan dari dalam dan luar negeri. Pangsa pasarnya ada. Harus lebih diintensifkan.

Karena itu, dirinya meminta Dinas Perikanan mulai menabur benih windu. Lahannya juga ada, termasuk yang 17 hektare di Sedati itu. Bisa untuk pembenihan sekaligus pembesaran. “Sehingga tidak ada alasan tidak ada benur windu lagi di Sidoarjo,” tegasnya.

Nanti, pinggiran dari lahan itu juga akan dimanfaatkan untuk mangrove. Bisa sekaligus dibuat wisata. Zaini menyebut sudah menyampaikan ke Politeknik Kelautan dan Perikanan untuk segera menyiapkan pemindahannya. “Sudah, itu proses lama. Kami sudah mengantisipasi agar ada waktu untuk berbenah,” sambungnya.

Menurutnya, disayangkan kalau ada lahan tapi tidak digunakan. “Awal, mungkin percontohan dulu pengelolaannya, nanti biar menular ke masyarakat,” pungkasnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/