alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pembelajaran Tatap Muka Patut Ditunda

SIDOARJO – Pelajar di Kabupaten Sidoarjo nampaknya harus kembali menahan kerinduan dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Rencana pembukaan PTM awal Januari 2021 kandas karena Covid-19 yang masih belum terkendali. Komisi D DPRD Sidoarjo juga menyambut baik penundaan itu.

Penundaan PTM untuk satuan pendidikan PAUD/TK, SD, SMP hingga Pendidikan Non Formal (PNF) juga telah diumumkan Dinas Pendidikan Sidoarjo. Surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi, itu menguraikan jika pembelajaran semester genap tetap dilakukan dari rumah.

Di lain pihak, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Aditya Nindyatman juga merespon baik penundaan itu. Menurutnya, memang saat ini iklim pertumbuhan angka positif Covid -19 di Sidoarjo sangat mengkhawatirkan.

Dia berpendapat, wacana untuk mengadakan tatap muka di sekolah cocok ditunda dulu. “Karena resikonya sangat besar. Jika sampai terjadi penularan di sekolah, virus itu bisa menyebar kemana-mana,” katanya.

Politikus yang akrab disapa Bang Adit itu menambahkan, segenap sarana infrastruktur penunjang protokol kesehatan di sekolah juga harus dipersiapkan dengan serius. Agar saat sekolah mulai masuk, protokol kesehatan benar-benar terjaga. “Jadi memang sangatlah perlu pertimbangan matang dari setiap resiko yang mungkin akan terjadi,” imbuhnya. (son/nis)

 

SIDOARJO – Pelajar di Kabupaten Sidoarjo nampaknya harus kembali menahan kerinduan dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Rencana pembukaan PTM awal Januari 2021 kandas karena Covid-19 yang masih belum terkendali. Komisi D DPRD Sidoarjo juga menyambut baik penundaan itu.

Penundaan PTM untuk satuan pendidikan PAUD/TK, SD, SMP hingga Pendidikan Non Formal (PNF) juga telah diumumkan Dinas Pendidikan Sidoarjo. Surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi, itu menguraikan jika pembelajaran semester genap tetap dilakukan dari rumah.

Di lain pihak, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Aditya Nindyatman juga merespon baik penundaan itu. Menurutnya, memang saat ini iklim pertumbuhan angka positif Covid -19 di Sidoarjo sangat mengkhawatirkan.

Dia berpendapat, wacana untuk mengadakan tatap muka di sekolah cocok ditunda dulu. “Karena resikonya sangat besar. Jika sampai terjadi penularan di sekolah, virus itu bisa menyebar kemana-mana,” katanya.

Politikus yang akrab disapa Bang Adit itu menambahkan, segenap sarana infrastruktur penunjang protokol kesehatan di sekolah juga harus dipersiapkan dengan serius. Agar saat sekolah mulai masuk, protokol kesehatan benar-benar terjaga. “Jadi memang sangatlah perlu pertimbangan matang dari setiap resiko yang mungkin akan terjadi,” imbuhnya. (son/nis)

 

Most Read

Berita Terbaru


/