alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Bupati Muhdlor Bentuk Tim Khusus Tuntaskan Masalah Korban Lumpur

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo membentuk tim khusus untuk percepatan penuntasan segudang masalah yang masih menyelimuti korban lumpur Sidoarjo. Salah satunya terkait masalah ganti rugi.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menerangkan, ada 3 fokus yang ditangani oleh tim yang diketuai Asisten I, M Ainur Rahman itu. Yakni ganti rugi terhadap 84 bidang tanah korban lumpur yang belum tuntas.

Kedua masalah administratif korban lumpur ke Renojoyo, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong. Kemudian perpindahan korban lumpur ke Desa Kesambi dan Pamotan. “Agar cepat tuntas,” tuturnya.

Jumat (3/6), Bupati Sidoarjo juga telah menandatangani perjanjian tukar menukar Barang Milik Daerah (BMD) tanah eks TKD Kelurahan Juwetkenongo di Desa Kesambi. Hal itu juga menjadi angin segar kepada para korban lumpur yang menggunakan tanah eks TKD tersebut.

Bupati Muhdlor menambahkan, tim khusus telah bergerak untuk menuntaskan berbagai permasalahan tersebut. Misalnya terkait 84 bidang tanah, sudah ada 9 bidang tanah yang tuntas dan 27 bidang dalam proses penuntasan. “Tiap pekan kami upayakan ada progres terus,” sebutnya.

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu menambahkan, dalam penuntasan ganti rugi itu memang mengalami sejumlah kendala. Mulai dari kendala terkait masalah waris, hingga kesulitan dalam mengumpulkan warga. “Sudah terdiaspora (migrasi, Red) ke berbagai tempat,” terangnya.

Pembentukan tim khusus itu sebagai langkah serius pemkab dalam menuntaskan permasalahan yang masih menyelimuti korban lumpur. Harapannya masalah masalah itu bisa segera tuntas. (son/vga)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo membentuk tim khusus untuk percepatan penuntasan segudang masalah yang masih menyelimuti korban lumpur Sidoarjo. Salah satunya terkait masalah ganti rugi.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menerangkan, ada 3 fokus yang ditangani oleh tim yang diketuai Asisten I, M Ainur Rahman itu. Yakni ganti rugi terhadap 84 bidang tanah korban lumpur yang belum tuntas.

Kedua masalah administratif korban lumpur ke Renojoyo, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong. Kemudian perpindahan korban lumpur ke Desa Kesambi dan Pamotan. “Agar cepat tuntas,” tuturnya.

Jumat (3/6), Bupati Sidoarjo juga telah menandatangani perjanjian tukar menukar Barang Milik Daerah (BMD) tanah eks TKD Kelurahan Juwetkenongo di Desa Kesambi. Hal itu juga menjadi angin segar kepada para korban lumpur yang menggunakan tanah eks TKD tersebut.

Bupati Muhdlor menambahkan, tim khusus telah bergerak untuk menuntaskan berbagai permasalahan tersebut. Misalnya terkait 84 bidang tanah, sudah ada 9 bidang tanah yang tuntas dan 27 bidang dalam proses penuntasan. “Tiap pekan kami upayakan ada progres terus,” sebutnya.

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu menambahkan, dalam penuntasan ganti rugi itu memang mengalami sejumlah kendala. Mulai dari kendala terkait masalah waris, hingga kesulitan dalam mengumpulkan warga. “Sudah terdiaspora (migrasi, Red) ke berbagai tempat,” terangnya.

Pembentukan tim khusus itu sebagai langkah serius pemkab dalam menuntaskan permasalahan yang masih menyelimuti korban lumpur. Harapannya masalah masalah itu bisa segera tuntas. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/