alexametrics
27 C
Sidoarjo
Sunday, 29 May 2022

Stok Menipis, Vaksin Lansia Baru 28 Persen

SIDOARJO – Terbatasnya kiriman stok vaksin menjadi salah satu penghambat proses vaksinasi di Sidoarjo. Saat ini baru 28 persen lansia Sidoarjo yang telah tervaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman menguraikan jika sebenarnya ada target 208 ribu lansia yang harus mendapatkan vaksin. Namun saat ini jumlah stok dosis vaksin AztraZeneca di Sidoarjo juga telah habis. “Vaksin kami yang jenis AztraZeneca saat ini sudah habis. Kalau yang sinovac tersisa 170 vial,” tegasnya.

Tentunya Dinkes juga tidak bisa berbuat banyak. Karena harus menunggu kiriman vaksin dari pusat. Sementara untuk kepastian pengiriman juga tidak bisa ditebak.

Yang jelas jika vaksin sudah sampai pasti akan langsung segera di eksekusi. Hal itu juga untuk kepentingan mempercepat herd immunity di Sidoarjo.

Syaf menjabarkan, jika ditotal Dinas telah memvaksin sebanyak 295.806 warga Sidoarjo. “Jenis sinovac sebanyak 92.416 jiwa. Sementara jenis aztrazeneca ada 203.390 jiwa,” sambungnya.

Angka 295.806 itu dihitung total dari tenaga kesehatan (nakes), TNI/Polri, ASN, Guru, para pedagang , wartawan, dan lansia. “Harapanya stok vaksin segera tiba,” pungkasnya.

Di lain pihak, Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo,Bangun Winarso juga sempat mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi lansia bisa berjalan lebih efisien. Salah satunya dengan melibatkan pihak desa. Hal itu untuk mengurangi juga penumpukan antrean di Puskesmas. (son/opi)

 

SIDOARJO – Terbatasnya kiriman stok vaksin menjadi salah satu penghambat proses vaksinasi di Sidoarjo. Saat ini baru 28 persen lansia Sidoarjo yang telah tervaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman menguraikan jika sebenarnya ada target 208 ribu lansia yang harus mendapatkan vaksin. Namun saat ini jumlah stok dosis vaksin AztraZeneca di Sidoarjo juga telah habis. “Vaksin kami yang jenis AztraZeneca saat ini sudah habis. Kalau yang sinovac tersisa 170 vial,” tegasnya.

Tentunya Dinkes juga tidak bisa berbuat banyak. Karena harus menunggu kiriman vaksin dari pusat. Sementara untuk kepastian pengiriman juga tidak bisa ditebak.

Yang jelas jika vaksin sudah sampai pasti akan langsung segera di eksekusi. Hal itu juga untuk kepentingan mempercepat herd immunity di Sidoarjo.

Syaf menjabarkan, jika ditotal Dinas telah memvaksin sebanyak 295.806 warga Sidoarjo. “Jenis sinovac sebanyak 92.416 jiwa. Sementara jenis aztrazeneca ada 203.390 jiwa,” sambungnya.

Angka 295.806 itu dihitung total dari tenaga kesehatan (nakes), TNI/Polri, ASN, Guru, para pedagang , wartawan, dan lansia. “Harapanya stok vaksin segera tiba,” pungkasnya.

Di lain pihak, Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo,Bangun Winarso juga sempat mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi lansia bisa berjalan lebih efisien. Salah satunya dengan melibatkan pihak desa. Hal itu untuk mengurangi juga penumpukan antrean di Puskesmas. (son/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/