alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Pelebaran Jalan Lingkar Timur Tunggu Frontage Road Tuntas

SIDOARJO – Penuntasan pembangunan Frontage Road (FR) memang menjadi prioritas utama. Beberapa proyek pembangunan jalan lainnya pun harus tertunda. Selain Jalan Lingkar Barat, proyek pelebaran jalan Lingkar Timur juga dihentikan sementara.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUMSDA) Sidoarjo M Yunan Khoiron mengatakan, pelebaran Jalan Lingkar Timur sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Secara bertahap, sesuai dengan ketersediaan anggaran.

Dia menjelaskan, Jalan Lingkar Timur targetnya akan disamakan lebarnya. Mulai Buduran hingga Candi. Jalan yang semula 2 lajur akan dilebarkan menjadi 4 lajur. Sebab volume kendaraan yang melintas di lokasi tersebut cukup tinggi.

Pengerjaan pelebaran jalan terakhir dilakukan pada 2019. Sebelumnya ditargetkan tuntas pada 2021. Namun hingga saat ini dari total panjang jalan 8,8 kilometer, baru selesai 1 kilometer lebih. Diakui Yunan, anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Yakni sekitar Rp 170 miliar.

Saat ini, pelebaran Jalan Lingkar Timur memang sedang ditunda. Sebab Pemkab Sidoarjo fokus untuk menuntaskan pembangunan FR terlebih dahulu.

“Difokuskan untuk menyelesaikan FR dulu, yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya.

FR sendiri ditargetkan tuntas tahun ini. Pembebasan lahan di Desa Gedangan sudah hampir tuntas. Tahun ini terus dilanjutkan ke arah selatan hingga tuntas di Buduran. Yunan tidak menutup kemungkinan, setelah FR selesai, pelebaran Jalan Lingkar Timur akan dilanjutkan. Begitu juga dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat. (nis/vga)

SIDOARJO – Penuntasan pembangunan Frontage Road (FR) memang menjadi prioritas utama. Beberapa proyek pembangunan jalan lainnya pun harus tertunda. Selain Jalan Lingkar Barat, proyek pelebaran jalan Lingkar Timur juga dihentikan sementara.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUMSDA) Sidoarjo M Yunan Khoiron mengatakan, pelebaran Jalan Lingkar Timur sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Secara bertahap, sesuai dengan ketersediaan anggaran.

Dia menjelaskan, Jalan Lingkar Timur targetnya akan disamakan lebarnya. Mulai Buduran hingga Candi. Jalan yang semula 2 lajur akan dilebarkan menjadi 4 lajur. Sebab volume kendaraan yang melintas di lokasi tersebut cukup tinggi.

Pengerjaan pelebaran jalan terakhir dilakukan pada 2019. Sebelumnya ditargetkan tuntas pada 2021. Namun hingga saat ini dari total panjang jalan 8,8 kilometer, baru selesai 1 kilometer lebih. Diakui Yunan, anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Yakni sekitar Rp 170 miliar.

Saat ini, pelebaran Jalan Lingkar Timur memang sedang ditunda. Sebab Pemkab Sidoarjo fokus untuk menuntaskan pembangunan FR terlebih dahulu.

“Difokuskan untuk menyelesaikan FR dulu, yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya.

FR sendiri ditargetkan tuntas tahun ini. Pembebasan lahan di Desa Gedangan sudah hampir tuntas. Tahun ini terus dilanjutkan ke arah selatan hingga tuntas di Buduran. Yunan tidak menutup kemungkinan, setelah FR selesai, pelebaran Jalan Lingkar Timur akan dilanjutkan. Begitu juga dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/