alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Awal Tahun, BPBD Tetap Siaga Bencana Hidrometeorologi

SIDOARJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim masih siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di awal 2022. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat berkujung ke kantor BPBD, Senin (3/1).

Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim sengaja menggelar apel di kantor BPBD Jatim yang ada di Waru. Hal itu sebagai salah satu langkah untuk mensinergikan langkah sejumlah prioritas kerja di awal 2022.

Khofifah menerangkan, badai lanina dan ancaman bencana hidrometeorologi masih belum berakhir. Prediksinya masih bisa sampai di Februari mendatang.

“Ini juga tugas utama BPBD, makanya ini apel perdana di kantor BPBD,” katanya.

Hidrometeorologi merupakan bencana yang disebabkan oleh faktor alam seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Kesiapan untuk mengantisipasi bencana itu tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga seluruh daerah di Jatim. Di Sidoarjo misalnya, bencana angin kencang atau puting beliung juga masih menjadi ancaman.

Contohnya pada Jumat (31/12) angin kencang juga berhembus di wilayah Porong. Sebanyak 124 rumah warga rusak ringan dalam kejadian itu. Termasuk 7 tempat ibadah dan 2 fasum ikut rusak diterjang angin.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengiatkan kepada seluruh pihak untuk bersiaga terhadap varian baru Omicron. Karena di Surabaya sudah ada dua orang yang terpapar.

Dari hasil identifikasi, keduanya memang usai berlibur di Bali. “Hari ini diswab, mudah-mudahan hasilnya negatif. Yang penting tidak perlu panik,” sambungnya.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat perlu melakukan antisipasi. Langkahnya dengan melakukan tracing, terutama yang memiliki kontak erat dengan pasien. (son/vga)

SIDOARJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim masih siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di awal 2022. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat berkujung ke kantor BPBD, Senin (3/1).

Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim sengaja menggelar apel di kantor BPBD Jatim yang ada di Waru. Hal itu sebagai salah satu langkah untuk mensinergikan langkah sejumlah prioritas kerja di awal 2022.

Khofifah menerangkan, badai lanina dan ancaman bencana hidrometeorologi masih belum berakhir. Prediksinya masih bisa sampai di Februari mendatang.

“Ini juga tugas utama BPBD, makanya ini apel perdana di kantor BPBD,” katanya.

Hidrometeorologi merupakan bencana yang disebabkan oleh faktor alam seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Kesiapan untuk mengantisipasi bencana itu tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga seluruh daerah di Jatim. Di Sidoarjo misalnya, bencana angin kencang atau puting beliung juga masih menjadi ancaman.

Contohnya pada Jumat (31/12) angin kencang juga berhembus di wilayah Porong. Sebanyak 124 rumah warga rusak ringan dalam kejadian itu. Termasuk 7 tempat ibadah dan 2 fasum ikut rusak diterjang angin.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengiatkan kepada seluruh pihak untuk bersiaga terhadap varian baru Omicron. Karena di Surabaya sudah ada dua orang yang terpapar.

Dari hasil identifikasi, keduanya memang usai berlibur di Bali. “Hari ini diswab, mudah-mudahan hasilnya negatif. Yang penting tidak perlu panik,” sambungnya.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat perlu melakukan antisipasi. Langkahnya dengan melakukan tracing, terutama yang memiliki kontak erat dengan pasien. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/