alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Bupati Matangkan Pembangunan Proyek Flyover Aloha dan Gedangan 

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur mematangkan perencanaan pembangunan flyover Aloha dan Gedangan, Rabu (1/9).

Mega proyek flyover di Sidoarjo ini masuk dalam Perpres 80/2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi. Untuk flyover Gedangan saja, dianggarkan Rp 480 miliar. Lalu, flyover Aloha Rp 438 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

Pejabat Pembuat Komitmen Persiapan Desain Flyover Aloha dari Kementerian PUPR Hendra Widatra menjabarkan, tahun ini perencanaan desain segera dituntaskan. Teknisnya masih dalam pendalaman engineering analisis. Lalu, masih menyelesaikan pembahasan dengan para pakar desain yang paling cocok.

“Kita berusaha membuat desain optimal yang memfasilitasi dari seluruh arah. Proses step by step. Umumnya, kalau desain selesai, maka pembebasan lahannya butuh satu tahun. Baru pengerjaan fisiknya,” katanya dalam pertemuan di Pendapa Delta Wibawa.

Pembebasan lahan, kata Hendra, butuh, koordinasi dengan pemkab. “Bupati sudah menyampaikan komitmen dalam pembebasan lahan untuk mendukung proyek infrastruktur ini,” imbuhnya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, Pemkab Sidoarjo mendukung percepatan adanya flyover itu. “Kami meminta data, keperluan tanahnya seperti apa. Berikan kami petanya. Mana yang harus diminta tanahnya. Dengan ukurannya,” kata Muhdlor.

Sementara itu, Kabid Keterpaduan Infrastruktur Jalan BBPJN Jawa Timur Oktaviano Dewo menambahkan, flyover Gedangan salah satu solusi salah satu permasalahan lalu lintas di Sidoarjo. Ini salah satu sistem yang terintegrasi dengan Aloha dan frontage road Waru-Buduran sepanjang 9,2 km.

“Kami sudah menuntaskan desain di tahun 2018 untuk flyover Gedangan, tapi saat ini pembebasan lahan belum dilaksanakan. Sepanjang 1,2 km dari timur ke barat dari perempatan Gedangan. Lahan yang harus diperlukan seluas 1,4 hektare,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, paket pengerjaan flyover Aloha, Gedangan dan frontage road saling terkait.

“Dua pekerjaan didesain kementerian dan BBPJN itu menunggu progres FR. Dimana saat ini kami mengerjakan FR sepanjang 1,6 km dan mudah-mudahan pembebasan lahan yang belum selesai, bisa dituntaskan. Minimal untuk harga dituntaskan tahun ini. Pembayaran bisa sebagian 2021 lanjut 2022,” jelasnya. (rpp/vga)

 

 

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur mematangkan perencanaan pembangunan flyover Aloha dan Gedangan, Rabu (1/9).

Mega proyek flyover di Sidoarjo ini masuk dalam Perpres 80/2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi. Untuk flyover Gedangan saja, dianggarkan Rp 480 miliar. Lalu, flyover Aloha Rp 438 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

Pejabat Pembuat Komitmen Persiapan Desain Flyover Aloha dari Kementerian PUPR Hendra Widatra menjabarkan, tahun ini perencanaan desain segera dituntaskan. Teknisnya masih dalam pendalaman engineering analisis. Lalu, masih menyelesaikan pembahasan dengan para pakar desain yang paling cocok.

“Kita berusaha membuat desain optimal yang memfasilitasi dari seluruh arah. Proses step by step. Umumnya, kalau desain selesai, maka pembebasan lahannya butuh satu tahun. Baru pengerjaan fisiknya,” katanya dalam pertemuan di Pendapa Delta Wibawa.

Pembebasan lahan, kata Hendra, butuh, koordinasi dengan pemkab. “Bupati sudah menyampaikan komitmen dalam pembebasan lahan untuk mendukung proyek infrastruktur ini,” imbuhnya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, Pemkab Sidoarjo mendukung percepatan adanya flyover itu. “Kami meminta data, keperluan tanahnya seperti apa. Berikan kami petanya. Mana yang harus diminta tanahnya. Dengan ukurannya,” kata Muhdlor.

Sementara itu, Kabid Keterpaduan Infrastruktur Jalan BBPJN Jawa Timur Oktaviano Dewo menambahkan, flyover Gedangan salah satu solusi salah satu permasalahan lalu lintas di Sidoarjo. Ini salah satu sistem yang terintegrasi dengan Aloha dan frontage road Waru-Buduran sepanjang 9,2 km.

“Kami sudah menuntaskan desain di tahun 2018 untuk flyover Gedangan, tapi saat ini pembebasan lahan belum dilaksanakan. Sepanjang 1,2 km dari timur ke barat dari perempatan Gedangan. Lahan yang harus diperlukan seluas 1,4 hektare,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, paket pengerjaan flyover Aloha, Gedangan dan frontage road saling terkait.

“Dua pekerjaan didesain kementerian dan BBPJN itu menunggu progres FR. Dimana saat ini kami mengerjakan FR sepanjang 1,6 km dan mudah-mudahan pembebasan lahan yang belum selesai, bisa dituntaskan. Minimal untuk harga dituntaskan tahun ini. Pembayaran bisa sebagian 2021 lanjut 2022,” jelasnya. (rpp/vga)

 

 

Most Read

Berita Terbaru


/