alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Persoalan Penting, Penurunan Stunting Ditangani Lintas OPD

SIDOARJO – Stunting, masalah kurang gizi kronis yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan anak di bawah usia lima tahun, perlu penanganan serius. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo merapatkan barisan untuk penanganan kasus stunting ini.

Di antara 66.353 balita Sidoarjo yang diperiksa, sebanyak 7,9 persen atau 5.239 balita saat ini tengah menderita stunting. Jumlah ini sebenarnya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Namun belum signifikan. Sebab pada 2020 masih ada 8,4 persen kasus atau 6.207 jiwa balita stunting.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeppeda) Sidoarjo Heri Soesanto mengatakan dari riset Kementerian Kesehatan dalam kurun lima tahun, prevalensi stunting berada pada angka 28,67 pada tahun dan menjadi 27,32 artinya prevalensi stunting hanya turun 1,35 poin. “Angka penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Sidoarjo lebih lambat daripada kabupaten kota lain,” katanya.

Sehingga penurunan angka stunting tidak hanya tugas Dinas Kesehatan. Melainkan lintas sektor seperti Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR), Dinas Sosial, Perusahaan Daerah Air Minum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Pangan dan Pertanian termasuk Dinas Perikanan

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor Ali menjelaskan stunting banyak terdapat di daerah timur Sidoarjo. Dimana air tercemar banyak mengandung timbal. Sehingga warga mengkonsumsi air yang kurang layak.

“Desa-desa harus mulai diarahkan untuk memonitor ini termasuk alokasi dananya termasuk menggunakan dana desa,” ungkapnya.

“Harus ada koordinasi secara menyeluruh lintas yang bertanggung jawab harus saling berkoordinasi selain itu ada mapping yang jelas masalahnya di mana solusinya. Sehingga eksekusinya bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menjelaskan keterlibatan lintas OPD untuk menurunkan angka stunting sangat diperlukan. Seperti menyediakan air bersih butuh dukungan PDAM Delta Tirta, kebutuhan sayur bergizi dari Dispaperta dan kebutuhan ikan didukung Dinas Perikanan.

“Pemenuhan gizi pada anak lima tahun sangat penting mencegah stunting,” tandasnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Stunting, masalah kurang gizi kronis yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan anak di bawah usia lima tahun, perlu penanganan serius. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo merapatkan barisan untuk penanganan kasus stunting ini.

Di antara 66.353 balita Sidoarjo yang diperiksa, sebanyak 7,9 persen atau 5.239 balita saat ini tengah menderita stunting. Jumlah ini sebenarnya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Namun belum signifikan. Sebab pada 2020 masih ada 8,4 persen kasus atau 6.207 jiwa balita stunting.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeppeda) Sidoarjo Heri Soesanto mengatakan dari riset Kementerian Kesehatan dalam kurun lima tahun, prevalensi stunting berada pada angka 28,67 pada tahun dan menjadi 27,32 artinya prevalensi stunting hanya turun 1,35 poin. “Angka penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Sidoarjo lebih lambat daripada kabupaten kota lain,” katanya.

Sehingga penurunan angka stunting tidak hanya tugas Dinas Kesehatan. Melainkan lintas sektor seperti Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR), Dinas Sosial, Perusahaan Daerah Air Minum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Pangan dan Pertanian termasuk Dinas Perikanan

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor Ali menjelaskan stunting banyak terdapat di daerah timur Sidoarjo. Dimana air tercemar banyak mengandung timbal. Sehingga warga mengkonsumsi air yang kurang layak.

“Desa-desa harus mulai diarahkan untuk memonitor ini termasuk alokasi dananya termasuk menggunakan dana desa,” ungkapnya.

“Harus ada koordinasi secara menyeluruh lintas yang bertanggung jawab harus saling berkoordinasi selain itu ada mapping yang jelas masalahnya di mana solusinya. Sehingga eksekusinya bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menjelaskan keterlibatan lintas OPD untuk menurunkan angka stunting sangat diperlukan. Seperti menyediakan air bersih butuh dukungan PDAM Delta Tirta, kebutuhan sayur bergizi dari Dispaperta dan kebutuhan ikan didukung Dinas Perikanan.

“Pemenuhan gizi pada anak lima tahun sangat penting mencegah stunting,” tandasnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/