alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tak Ada Anggaran Revitalisasi, Monumen Pancasila Rutin Dibersihkan

SIDOARJO – Monumen Pancasila menjadi salah satu ikon Sidoarjo yang menyambut pendatang dari exit Tol Sidoarjo. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo juga rutin memelihara monumen itu.

Tujuannya agar tetap nampak terawat dan bersih. Apalagi ditengah musim hujan seperti ini. Rumput liar tidak jarang tumbuh di sekitar monumen. Termasuk di dalam kolam yang mengitari monumen itu. “Kami lakukan pemeliharaan dengan pembersihan rumput liar. Agar tidak kumuh,” kata Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setyawan, Rabu (31/3).

Lebih jauh, Sigit menjabarkan, sebenarnya pihaknya telah merencanakan ada upaya perbaikan lebih terhadap monumen yang tepat di depan exit tol itu. Yakni dengan rencana revitalisasi agar bisa tampil lebih indah dan ikonik. “Disiapkan perencanaan teknis di Perubahan APBD 2019 konstruksinya mulai tahun 2020,” katanya.

Sayangnya rencana anggaran revitalisasi itu terkena refokusing untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. “Tahun 2021 ini juga belum berani mengalokasikan anggaran konstruksi. Jadi kami lakukan pemeliharaan rutin dulu,” imbuh Sigit.

Harapannya tentu agar tetap terjaga dengan baik. Selain Monumen Pancasila, Sidoarjo juga memiliki sejumlah monumen ataupun taman yang cukup ikonik.

Di antaranya monumen Jayandaru di Alun-Alun Sidoarjo, monumen udang bandeng di Gading Fajar, Taman Abhirama, hingga Taman Dwarakerta Porong.

Taman menjadi salah satu fasilitas ruang terbuka hijau di sebuah kota atau kabupaten. Selain untuk fungsi keindahan, taman juga juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk sarana refhresing. (son/opi)

SIDOARJO – Monumen Pancasila menjadi salah satu ikon Sidoarjo yang menyambut pendatang dari exit Tol Sidoarjo. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo juga rutin memelihara monumen itu.

Tujuannya agar tetap nampak terawat dan bersih. Apalagi ditengah musim hujan seperti ini. Rumput liar tidak jarang tumbuh di sekitar monumen. Termasuk di dalam kolam yang mengitari monumen itu. “Kami lakukan pemeliharaan dengan pembersihan rumput liar. Agar tidak kumuh,” kata Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setyawan, Rabu (31/3).

Lebih jauh, Sigit menjabarkan, sebenarnya pihaknya telah merencanakan ada upaya perbaikan lebih terhadap monumen yang tepat di depan exit tol itu. Yakni dengan rencana revitalisasi agar bisa tampil lebih indah dan ikonik. “Disiapkan perencanaan teknis di Perubahan APBD 2019 konstruksinya mulai tahun 2020,” katanya.

Sayangnya rencana anggaran revitalisasi itu terkena refokusing untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. “Tahun 2021 ini juga belum berani mengalokasikan anggaran konstruksi. Jadi kami lakukan pemeliharaan rutin dulu,” imbuh Sigit.

Harapannya tentu agar tetap terjaga dengan baik. Selain Monumen Pancasila, Sidoarjo juga memiliki sejumlah monumen ataupun taman yang cukup ikonik.

Di antaranya monumen Jayandaru di Alun-Alun Sidoarjo, monumen udang bandeng di Gading Fajar, Taman Abhirama, hingga Taman Dwarakerta Porong.

Taman menjadi salah satu fasilitas ruang terbuka hijau di sebuah kota atau kabupaten. Selain untuk fungsi keindahan, taman juga juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk sarana refhresing. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/