alexametrics
26 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Kota Lama Tanpa Kumuh Tingkatkan Perekonomian 

SIDOARJO – Revitalisasi kawasan kota lama di sekitar Kampung Batik Jetis dan Pasar Pekauman segera direalisasikan. Pemkab Sidoarjo ingin mewujudkan pusat wisata lokal dengan menata kembali kawasan tersebut.

Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Sidoarjo Chusnul Inayah menjabarkan, penataan kawasan kota lama tersebut dimulai dari menata pasar tradisional Pekauman.

“Sudah setahun belakangan pasar kami tata. Sudah terlihat lebih bersih,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Minggu (2/1).

Jalan di sisi utara Masjid Al Abror tidak lagi dipenuhi oleh pedagang. Jalanan nampak bersih. Pedagang telah berjualan di gedung belakang Sidoarjo Plaza.

Konsepnya, pasar bersih wilayah bebas kumuh. Apalagi direncanakan ada program kota tanpa kumuh (kotaku).

“Jalan bebas kumuh, jembatan dibangun. Kalau sudah menjadi wisata, pasti ekonomi berputar di kawasan kota lama ini,” ungkapnya.

Inayah menambahkan, sebetulnya konsep kotaku telah dirancang lama oleh pemkab namun belum berjalan. Tahun lalu Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) sebagai pengelola Pasar Pekauman ditugaskan untuk  membersihkan pasar.

“Kita ada ruang. Pasar sudah berhasil masuk ke dalam,” jelas Inayah yang juga Dewan Pengawas PDAU itu.

Apalagi 60 pedagang tersebut telah teredukasi dengan digitalisasi pembayaran non tunai. Setelah itu, kata Inayah, sistem pembeliannya juga akan didukung dengan pasar online. “Masyarakat teredukasi sehingga dengan adanya itu timbul wisata lokal,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pekauman Sidoarjo M Zainul mendukung rencana pemkab itu. Dirinya berharap revitalisasi ini bisa memberi dampak pada meningkatnya penjualan di pasar. “Pasar makin ramai pembeli,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi berharap penataan kota lama segera terealisasi.

“Bisa menumbuhkan pariwisata,” katanya.

Untuk revitalisasi kawasan tersebut, Djoko menyebut kota tanpa kumuh disana sudah direncanakan sejak lama. “Dua tahun terakhir program tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19. Nanti akan kita koordinasi dengan Bappeda untuk langkah selanjutnya,” urainya. (rpp/vga)

 

 

SIDOARJO – Revitalisasi kawasan kota lama di sekitar Kampung Batik Jetis dan Pasar Pekauman segera direalisasikan. Pemkab Sidoarjo ingin mewujudkan pusat wisata lokal dengan menata kembali kawasan tersebut.

Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Sidoarjo Chusnul Inayah menjabarkan, penataan kawasan kota lama tersebut dimulai dari menata pasar tradisional Pekauman.

“Sudah setahun belakangan pasar kami tata. Sudah terlihat lebih bersih,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Minggu (2/1).

Jalan di sisi utara Masjid Al Abror tidak lagi dipenuhi oleh pedagang. Jalanan nampak bersih. Pedagang telah berjualan di gedung belakang Sidoarjo Plaza.

Konsepnya, pasar bersih wilayah bebas kumuh. Apalagi direncanakan ada program kota tanpa kumuh (kotaku).

“Jalan bebas kumuh, jembatan dibangun. Kalau sudah menjadi wisata, pasti ekonomi berputar di kawasan kota lama ini,” ungkapnya.

Inayah menambahkan, sebetulnya konsep kotaku telah dirancang lama oleh pemkab namun belum berjalan. Tahun lalu Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) sebagai pengelola Pasar Pekauman ditugaskan untuk  membersihkan pasar.

“Kita ada ruang. Pasar sudah berhasil masuk ke dalam,” jelas Inayah yang juga Dewan Pengawas PDAU itu.

Apalagi 60 pedagang tersebut telah teredukasi dengan digitalisasi pembayaran non tunai. Setelah itu, kata Inayah, sistem pembeliannya juga akan didukung dengan pasar online. “Masyarakat teredukasi sehingga dengan adanya itu timbul wisata lokal,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pekauman Sidoarjo M Zainul mendukung rencana pemkab itu. Dirinya berharap revitalisasi ini bisa memberi dampak pada meningkatnya penjualan di pasar. “Pasar makin ramai pembeli,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi berharap penataan kota lama segera terealisasi.

“Bisa menumbuhkan pariwisata,” katanya.

Untuk revitalisasi kawasan tersebut, Djoko menyebut kota tanpa kumuh disana sudah direncanakan sejak lama. “Dua tahun terakhir program tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19. Nanti akan kita koordinasi dengan Bappeda untuk langkah selanjutnya,” urainya. (rpp/vga)

 

 

Most Read

Berita Terbaru


/