alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Dinkes Temukan 428 Kasus ODHA Selama 2021

SIDOARJO – Selain Covid-19, penularan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang disebabkan human immunodeficiency virus (HIV) perlu diwaspadai. Berdasar penelurusan dari Dinas Kesehatan Sidoarjo, selama 2021 berhasil menemukan ada 428 warga terdeteksi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Maka dari itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, perawatan dan dukungan pengobatan (PDP) pengidap HIV/ AIDS di Kota Delta terus dimaksimalkan.

Jika tahun sebelumnya PDP itu dilayani di 14 puskesmas dan rumah sakit, untuk tahun ini semakin diperluas. Layanan PDP ada di 29 lokasi. Di antaranya 26 puskesmas, kecuali Puskesmas Sekardangan dan tiga rumah sakit yakni RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar dan RS Siti Khodijah.

Syaf menambahkan, layanan PDP yang ditambah itu harapannya banyak menemukan dan cepat menanggulangi kasus HIV/AIDS. Di sisi lain sebagai upaya preventif Dinas Kesehatan mengajak anak-anak muda mencegah penambahan penyakit menular itu.

“Kita sosialisasikan HIV/AIDS tidak akan menular jika kita bersalaman, bersentuhan atau bahkan berpelukan dengan penderita AIDS, penyakit ini cenderung tertular dengan cara berhubungan sex dan narkoba dengan jarum suntik,” jabarnya Rabu (1/12).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo Muhammad Atho’illah menerangkan, dengan penambahan lokasi PDP diharapkan mempermudah ODHA mendapat pengobatan.

“Tidak perlu lagi jauh-jauh berobat. Puskesmas di seluruh kecamatan sudah melayani. Harapannya ODHA tidak sampai putus berobat,” jabarnya.

Selain itu, tidak hanya ODHA saja yang gratis mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Namun juga orang-orang yang termasuk berisiko tinggi. Misalnya kaum yang termasuk lelaki suka lelaki (LSL), waria, Pekerja Seks Komersil (PSK) dan orang yang hidup dengan ODHA.

“Selain pemeriksaan rutin, mereka juga mendapatkan obat ARV secara rutin di puskesmas. HIV/AIDS tidak bisa sembuh, tapi penyebaran virus bisa ditekan dengan konsumsi obat seumur hidup,” kata Atho yang juga sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) itu.

Atho menambahkan, sejak 2001-2021 ini jumlah penderita HIV/AIDS di Sidoarjo tercatat 4.313 orang.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengajak masyarakat agar tidak mengucilkan ODHA. “Mereka berhak atas kehidupan sebagaimana masyarakat lainnya, janganlah didiskriminasi justru kita harus memotivasi mereka untuk tetap bertahan hidup,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Selain Covid-19, penularan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang disebabkan human immunodeficiency virus (HIV) perlu diwaspadai. Berdasar penelurusan dari Dinas Kesehatan Sidoarjo, selama 2021 berhasil menemukan ada 428 warga terdeteksi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Maka dari itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, perawatan dan dukungan pengobatan (PDP) pengidap HIV/ AIDS di Kota Delta terus dimaksimalkan.

Jika tahun sebelumnya PDP itu dilayani di 14 puskesmas dan rumah sakit, untuk tahun ini semakin diperluas. Layanan PDP ada di 29 lokasi. Di antaranya 26 puskesmas, kecuali Puskesmas Sekardangan dan tiga rumah sakit yakni RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar dan RS Siti Khodijah.

Syaf menambahkan, layanan PDP yang ditambah itu harapannya banyak menemukan dan cepat menanggulangi kasus HIV/AIDS. Di sisi lain sebagai upaya preventif Dinas Kesehatan mengajak anak-anak muda mencegah penambahan penyakit menular itu.

“Kita sosialisasikan HIV/AIDS tidak akan menular jika kita bersalaman, bersentuhan atau bahkan berpelukan dengan penderita AIDS, penyakit ini cenderung tertular dengan cara berhubungan sex dan narkoba dengan jarum suntik,” jabarnya Rabu (1/12).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo Muhammad Atho’illah menerangkan, dengan penambahan lokasi PDP diharapkan mempermudah ODHA mendapat pengobatan.

“Tidak perlu lagi jauh-jauh berobat. Puskesmas di seluruh kecamatan sudah melayani. Harapannya ODHA tidak sampai putus berobat,” jabarnya.

Selain itu, tidak hanya ODHA saja yang gratis mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Namun juga orang-orang yang termasuk berisiko tinggi. Misalnya kaum yang termasuk lelaki suka lelaki (LSL), waria, Pekerja Seks Komersil (PSK) dan orang yang hidup dengan ODHA.

“Selain pemeriksaan rutin, mereka juga mendapatkan obat ARV secara rutin di puskesmas. HIV/AIDS tidak bisa sembuh, tapi penyebaran virus bisa ditekan dengan konsumsi obat seumur hidup,” kata Atho yang juga sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) itu.

Atho menambahkan, sejak 2001-2021 ini jumlah penderita HIV/AIDS di Sidoarjo tercatat 4.313 orang.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengajak masyarakat agar tidak mengucilkan ODHA. “Mereka berhak atas kehidupan sebagaimana masyarakat lainnya, janganlah didiskriminasi justru kita harus memotivasi mereka untuk tetap bertahan hidup,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/