alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Jangan Kendor, Evaluasi PTM Libatkan Puskesmas Setiap Pekan

SIDOARJO – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Sidoarjo memasuki hari kedua. Kontrol dan evaluasi pelaksanaannya terus dilakukan satgas Covid-19 tingkat kabupaten, kecamatan, hingga sekolah.

“PTM berjalan baik. Kapasitas kita pantau. Termasuk kita arahkan kepada sekolah membuat satgas Covid-19. Arahnya memastikan kapasitasnya tepat,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor, Selasa (31/8).

“Memang kontrolnya butuh evaluasi ke depan. Tolong satgas Covid-19 sekolah dipertajam agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Muhdlor mengungkapkan, pantauan hari kedua PTM memang ada beberapa poin yang harus dievaluasi. Terutama pemakaian masker yang turun.

“Kita meminta agar sekolah tidak jera menerapkan protokol kesehatan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya,” tegasnya.

Termasuk juga di sisi kapasitas. Ada beberapa saran yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo pada pihak sekolah. Yakni dengan membuat shift masuk. Paling lama PTM, empat jam. Kapasitas 50 persen.

“Maka harus dibuat shift. Gantian. Kita bolehkan dengan protokol kesehatan ketat,” urainya.

Menurutnya, belum semua sekolah menyelenggarakan PTM. Hal itu disebabkan masih ada orang tua yang belum memberikan izin. “Jadi yang pertama menjadi wajib adalah izin dari orang tuanya. Di beberapa sekolah ditemukan bahwa kalau tidak mau PTM silahkan, yang tidak ya silahkan. Pemkab memfasilitasi,” terangnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Bambang Eko Wiroyudho mengingatkan sekolah harus bijak menerapkan pengaturan shift masuk tersebut.

“Jangan salah persepsi. Shift itu artinya, harus dengan jenjang yang berbeda. Misalnya, tidak bisa kelas 1 sebagian masuk pagi, sebagian masuk siang. Sama saja itu 100 persen,” tegasnya.

Penyelenggaraan PTM di sekolah, kata Bambang akan dievaluasi setiap pekan. “Apakah sudah sesuai prokes. Kita akan melibatkan puskesmas untuk evaluasi PTM-nya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro juga meninjau PTM di SMK Antartika, Selasa pagi. Sekolah juga diminta memastikan seluruh guru, tenaga pendidik dan kependidikan sudah divaksin.

“Karenanya selain mempercepat vaksinasi, kami hadir disini juga untuk memastikan kapasitas siswa maksimal 50 persen dari normal,” ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Menurutnya, kapasitas 50 persen itu dilakukan dengan menjaga jarak antarsiswa. Serta penerapan prokes dilakukan secara benar dan diterapkan secara ketat. Di samping itu, setiap siswa mengikuti PTM terbatas paling banyak dua kali dalam sepekan.

“Paling lama empat jam pelajaran perharinya dengan 30 menit setiap jam pelajaran. Selain itu juga wajib disertai surat izin dari orang tua,” tegasnya. (rpp/far/vga)

 

SIDOARJO – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Sidoarjo memasuki hari kedua. Kontrol dan evaluasi pelaksanaannya terus dilakukan satgas Covid-19 tingkat kabupaten, kecamatan, hingga sekolah.

“PTM berjalan baik. Kapasitas kita pantau. Termasuk kita arahkan kepada sekolah membuat satgas Covid-19. Arahnya memastikan kapasitasnya tepat,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor, Selasa (31/8).

“Memang kontrolnya butuh evaluasi ke depan. Tolong satgas Covid-19 sekolah dipertajam agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Muhdlor mengungkapkan, pantauan hari kedua PTM memang ada beberapa poin yang harus dievaluasi. Terutama pemakaian masker yang turun.

“Kita meminta agar sekolah tidak jera menerapkan protokol kesehatan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya,” tegasnya.

Termasuk juga di sisi kapasitas. Ada beberapa saran yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo pada pihak sekolah. Yakni dengan membuat shift masuk. Paling lama PTM, empat jam. Kapasitas 50 persen.

“Maka harus dibuat shift. Gantian. Kita bolehkan dengan protokol kesehatan ketat,” urainya.

Menurutnya, belum semua sekolah menyelenggarakan PTM. Hal itu disebabkan masih ada orang tua yang belum memberikan izin. “Jadi yang pertama menjadi wajib adalah izin dari orang tuanya. Di beberapa sekolah ditemukan bahwa kalau tidak mau PTM silahkan, yang tidak ya silahkan. Pemkab memfasilitasi,” terangnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Bambang Eko Wiroyudho mengingatkan sekolah harus bijak menerapkan pengaturan shift masuk tersebut.

“Jangan salah persepsi. Shift itu artinya, harus dengan jenjang yang berbeda. Misalnya, tidak bisa kelas 1 sebagian masuk pagi, sebagian masuk siang. Sama saja itu 100 persen,” tegasnya.

Penyelenggaraan PTM di sekolah, kata Bambang akan dievaluasi setiap pekan. “Apakah sudah sesuai prokes. Kita akan melibatkan puskesmas untuk evaluasi PTM-nya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro juga meninjau PTM di SMK Antartika, Selasa pagi. Sekolah juga diminta memastikan seluruh guru, tenaga pendidik dan kependidikan sudah divaksin.

“Karenanya selain mempercepat vaksinasi, kami hadir disini juga untuk memastikan kapasitas siswa maksimal 50 persen dari normal,” ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Menurutnya, kapasitas 50 persen itu dilakukan dengan menjaga jarak antarsiswa. Serta penerapan prokes dilakukan secara benar dan diterapkan secara ketat. Di samping itu, setiap siswa mengikuti PTM terbatas paling banyak dua kali dalam sepekan.

“Paling lama empat jam pelajaran perharinya dengan 30 menit setiap jam pelajaran. Selain itu juga wajib disertai surat izin dari orang tua,” tegasnya. (rpp/far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/