alexametrics
26 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Petani Minta Tak Ada Aktivitas di Lahan Sawahnya

SIDOARJO – Puluhan petani gogol mendatangi Balai Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin, Senin (31/5) malam. Mereka menggelar audiensi dengan Kepala Desa Kedensari beserta para perangkatnya terkait lahan milik para petani gogol.

Ketua Gapoktan Kedensari Kartono mengatakan, sampai saat ini para petani belum pernah menjual tanahnya kepada PT. Pilar Bangun Kencana sebagai pengembang. Namum saat ini sudah banyak beredar brosur penjualan perumahan dan tanah kavling.

“Ujung-ujungnya lahan gogol yang belum dibebaskan itu kok sudah berani dipasarkan dengan mengatasnamakan Perum Griya Kedensari Indah,” katanya.

Sebenarnya kata Kartono, para petani sudah meminta perangkat desa agar menghentikan aktifitas promosi penjualan perumahan dan tanah kavling itu. Yaitu dengan mengirimkan surat kepada pengembang. Sayangnya hingga saat ini tak ada kejelasan.

Di sisi lain, sejumlah petani juga sudah memasang spanduk. Isinya tanah sawah blok wetan masih menjadi milik petani gogol. Jumlah lahan sawah milik para petani itu mencapai 7 hektare dengan masing-masing luasan mencapai 1300 meter.

“Kami ingin masalah ini cepat selesai. Kami berharap pemerintah desa dapat segera mengurasi persoalan ini sehingga tak meresahkan petani,” ujar Hamyah, salah satu petani.

Kepala Desa Kedensari Mustakim menegaskan jika pihaknya sudah menyampakan surat kepada pengembang agar tak melakukan aktifitas terkait hal tersebut. Bahkan hal itu juga sudah disampaikan berulangkali saat rapat digelar di kecamatan.

“Intinya sudah disampaikan bahwa tidak ada aktifitas PT. Pilar Bangun Kencana terhadap sawah blok wetan. Surat pemberitahuan kepada pengembang juga sudah dikirimkan,” jelasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Puluhan petani gogol mendatangi Balai Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin, Senin (31/5) malam. Mereka menggelar audiensi dengan Kepala Desa Kedensari beserta para perangkatnya terkait lahan milik para petani gogol.

Ketua Gapoktan Kedensari Kartono mengatakan, sampai saat ini para petani belum pernah menjual tanahnya kepada PT. Pilar Bangun Kencana sebagai pengembang. Namum saat ini sudah banyak beredar brosur penjualan perumahan dan tanah kavling.

“Ujung-ujungnya lahan gogol yang belum dibebaskan itu kok sudah berani dipasarkan dengan mengatasnamakan Perum Griya Kedensari Indah,” katanya.

Sebenarnya kata Kartono, para petani sudah meminta perangkat desa agar menghentikan aktifitas promosi penjualan perumahan dan tanah kavling itu. Yaitu dengan mengirimkan surat kepada pengembang. Sayangnya hingga saat ini tak ada kejelasan.

Di sisi lain, sejumlah petani juga sudah memasang spanduk. Isinya tanah sawah blok wetan masih menjadi milik petani gogol. Jumlah lahan sawah milik para petani itu mencapai 7 hektare dengan masing-masing luasan mencapai 1300 meter.

“Kami ingin masalah ini cepat selesai. Kami berharap pemerintah desa dapat segera mengurasi persoalan ini sehingga tak meresahkan petani,” ujar Hamyah, salah satu petani.

Kepala Desa Kedensari Mustakim menegaskan jika pihaknya sudah menyampakan surat kepada pengembang agar tak melakukan aktifitas terkait hal tersebut. Bahkan hal itu juga sudah disampaikan berulangkali saat rapat digelar di kecamatan.

“Intinya sudah disampaikan bahwa tidak ada aktifitas PT. Pilar Bangun Kencana terhadap sawah blok wetan. Surat pemberitahuan kepada pengembang juga sudah dikirimkan,” jelasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/