alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Napi Terorisme Ikrar Setia Ke NKRI

SIDOARJO – Suasana haru menyelimuti proses ikrar kesetiaan seorang narapidana teroris di Lapas Porong, Mukarram alias Sungoh bin Sabirin, Kamis (25/2). Mantan simpatisan ISIS itu, akhirnya kembali ke pelukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pria asal Aceh itu, pernah tertarik untuk bergabung dengan ISIS. 2017 silam, dia berencana bergabung dan hijrah bersama ISIS melalui Afganistan. Namun di dalam perjalanannya, dia dan rombongannya rupanya dideportasi imigrasi Thailand.

“Karena katahuan kalau tujuannya pergi ke Afganistan untuk gabung dengan ISIS, lalu ditangkap dan ditahan 2019 lalu,” kata Mukarram.

Dia mengakui, mempelajari Daulah Islamiyah melalui telegram pada 2017 lalu. Usai sekitar satu tahun mengikuti kajian di aplikasi yang berbasis chatting itu, Mukarram pun dibaiat dan bersumpah untuk taat, patuh serta setia kepada pimpinan ISIS.

“Seingat saya saat itu setelah salat idul adha, saya dibaiat sebanyak dua kali,” kenangnya.

Kini, setelah hampir dua tahun ditahan di Lapas Kelas 1 Surabaya itu, Mukarram pun kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Proses ikrar setia terhadap NKRI pun digelar serta disaksikan langsung oleh sejumlah pihak.

Di antatanya Kepala Lapas Kelas I Surabaya beserta pejabat struktural, Wakapolsek Porong, Dandaramil Porong, Bhabinkamtibnas dan Babinsa Kebon Agung.

Kalapas Porong, Gun Gun Gunawan dalam sambutannya berpesan, agar Mukarram bisa selalu menjaga diri dan setia Kepada NKRI. Gun Gunmenganggap Mukarram dan napi lainnya merupakan keluarga. Sehingga harus bida saling menjaga satu sama lain.

“Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi WBP kasus terorisme lainnya di seluruh lapas atau rutan di Indonesia agar kembali setia kepada NKRI,” jelasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Suasana haru menyelimuti proses ikrar kesetiaan seorang narapidana teroris di Lapas Porong, Mukarram alias Sungoh bin Sabirin, Kamis (25/2). Mantan simpatisan ISIS itu, akhirnya kembali ke pelukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pria asal Aceh itu, pernah tertarik untuk bergabung dengan ISIS. 2017 silam, dia berencana bergabung dan hijrah bersama ISIS melalui Afganistan. Namun di dalam perjalanannya, dia dan rombongannya rupanya dideportasi imigrasi Thailand.

“Karena katahuan kalau tujuannya pergi ke Afganistan untuk gabung dengan ISIS, lalu ditangkap dan ditahan 2019 lalu,” kata Mukarram.

Dia mengakui, mempelajari Daulah Islamiyah melalui telegram pada 2017 lalu. Usai sekitar satu tahun mengikuti kajian di aplikasi yang berbasis chatting itu, Mukarram pun dibaiat dan bersumpah untuk taat, patuh serta setia kepada pimpinan ISIS.

“Seingat saya saat itu setelah salat idul adha, saya dibaiat sebanyak dua kali,” kenangnya.

Kini, setelah hampir dua tahun ditahan di Lapas Kelas 1 Surabaya itu, Mukarram pun kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Proses ikrar setia terhadap NKRI pun digelar serta disaksikan langsung oleh sejumlah pihak.

Di antatanya Kepala Lapas Kelas I Surabaya beserta pejabat struktural, Wakapolsek Porong, Dandaramil Porong, Bhabinkamtibnas dan Babinsa Kebon Agung.

Kalapas Porong, Gun Gun Gunawan dalam sambutannya berpesan, agar Mukarram bisa selalu menjaga diri dan setia Kepada NKRI. Gun Gunmenganggap Mukarram dan napi lainnya merupakan keluarga. Sehingga harus bida saling menjaga satu sama lain.

“Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi WBP kasus terorisme lainnya di seluruh lapas atau rutan di Indonesia agar kembali setia kepada NKRI,” jelasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/