alexametrics
30 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Pembudidaya Ayam Trah Impor, Cukupi Nutrisi dan Beri Konsumsi Susu

Khrisna Setyawan, Pembudidaya Ayam Trah Impor (2-Habis) 

Tidak mudah membudidayakan ayam langka ini. Perlu perawatan khusus agar mendapat kualitas yang diinginkan. Yakni dengan memberi pakan yang “tidak biasa”.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ya, puluhan ayam trah impor berfitur langka yang dibudidayakan Khris memang tak biasa. Selain ciri fisik bawaan yang khas, ayam-ayam itu dimanjakan dengan konsumsi pakan yang istimewa.

“Sebagai bakal indukan, tentu harus dijaga kualitasnya,” katanya.

Seperti yang penulis ceritakan sebelumnya, ayam yang dijadikan bakal indukan telah melalui proses seleksi. Maka dari itu kualitas ayam jadi prioritas. Kombinasi antara indukan ditambah pakan yang bagus, akan menghasilkan generasi yang terus berkualitas.

Khris mulai menjelaskan, dua bulan pertama setelah menetas, ayam wajib mengkonsumsi susu. Cukup dengan susu afkiran (kedaluwarsa).

“Percepatan pertumbuhan tulang dan postur ayam nyata berbeda. Tinggi ayam bisa mencapai 80 cm dengan berat 4,5 kilogram,” jelasnya.

Ia mengibaratkan ayam dewasa ibarat mesin produksi. “Kalau makan dedak biasa aja akan lemah,” ungkapnya.

Sehingga dedak yang diberikan dari gandum, namanya polar. Ditambahkan nutrisi lebih padat dari beras jagung, serta beras merah. “Agar kemampuan bertelur si babon kuat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, ayam-ayam tersebut diberikan vitamin campuran jinten hitam dan jahe. Warga Desa Temu, Kecamatan Prambon itu mencontohkan pemberian nutrisi berpengaruh pada stamina ayam. Seperti ayam shamo khoytradngon selain dikenal dengan keganasannya mengalahkan lawan, badan ayam ini nampak besar, dan tegak. Jika dipegang, terasa padat tulangnya.

“Ayam yang melawan shamo ini, tidak sampai 10 menit “selesai”. Banyak yang pesan anakannya ini,” jelasnya

Adapula satria sinekti, fitur ayam kakinya tidak bersisik. Dikenal sebagai ayam dengan derajat paling tinggi di dunia petarung. (*/vga)

Khrisna Setyawan, Pembudidaya Ayam Trah Impor (2-Habis) 

Tidak mudah membudidayakan ayam langka ini. Perlu perawatan khusus agar mendapat kualitas yang diinginkan. Yakni dengan memberi pakan yang “tidak biasa”.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ya, puluhan ayam trah impor berfitur langka yang dibudidayakan Khris memang tak biasa. Selain ciri fisik bawaan yang khas, ayam-ayam itu dimanjakan dengan konsumsi pakan yang istimewa.

“Sebagai bakal indukan, tentu harus dijaga kualitasnya,” katanya.

Seperti yang penulis ceritakan sebelumnya, ayam yang dijadikan bakal indukan telah melalui proses seleksi. Maka dari itu kualitas ayam jadi prioritas. Kombinasi antara indukan ditambah pakan yang bagus, akan menghasilkan generasi yang terus berkualitas.

Khris mulai menjelaskan, dua bulan pertama setelah menetas, ayam wajib mengkonsumsi susu. Cukup dengan susu afkiran (kedaluwarsa).

“Percepatan pertumbuhan tulang dan postur ayam nyata berbeda. Tinggi ayam bisa mencapai 80 cm dengan berat 4,5 kilogram,” jelasnya.

Ia mengibaratkan ayam dewasa ibarat mesin produksi. “Kalau makan dedak biasa aja akan lemah,” ungkapnya.

Sehingga dedak yang diberikan dari gandum, namanya polar. Ditambahkan nutrisi lebih padat dari beras jagung, serta beras merah. “Agar kemampuan bertelur si babon kuat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, ayam-ayam tersebut diberikan vitamin campuran jinten hitam dan jahe. Warga Desa Temu, Kecamatan Prambon itu mencontohkan pemberian nutrisi berpengaruh pada stamina ayam. Seperti ayam shamo khoytradngon selain dikenal dengan keganasannya mengalahkan lawan, badan ayam ini nampak besar, dan tegak. Jika dipegang, terasa padat tulangnya.

“Ayam yang melawan shamo ini, tidak sampai 10 menit “selesai”. Banyak yang pesan anakannya ini,” jelasnya

Adapula satria sinekti, fitur ayam kakinya tidak bersisik. Dikenal sebagai ayam dengan derajat paling tinggi di dunia petarung. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/