alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 28 January 2022

Pelaku UMKM Yuni Suwanti Asih Kreatif Hasilkan Ragam Produk Rajut 

Bagi Yuni, merajut bukan hanya sekedar hobi. Namun bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Asalkan pintar menangkap peluang, lalu tekun menghasilkan ragam produk rajut yang disukai berbagai macam kalangan.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ibu rumah tangga di Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo ini berhasil meraup untung dari bisnis rajut. Usaha yang sudah ditekuni Yuni Suwanti Asih sejak 2017 ini telah melahirkan berbagai macam varian produk.

Keinginan Yuni berbisnis muncul saat ia mundur dari pekerjaan sebelumnya pada 2015. Untuk mengisi waktu luang, ia kembali mengasah keterampilan rajut yang sempat dipelajarinya sejak duduk di bangku kelas 4 SD itu.

Akhirnya dia mengembangkan hobi merajutnya menjadi sesuatu yang menghasilkan, tanpa harus bekerja di kantoran. Karena semangat belajar menguasai teknik rajut sangat tinggi, Yuni sering membeli buku-buku tentang rajut. Sekarang sudah puluhan buku ia pelajari. Teknik yang dikuasainya semakin banyak.

Tidak jarang, bahkan sampai saat ini pun dia sering meluangkan waktu ikut kursus rajut atau menggali ilmu bersama teman-teman di komunitas.

“Teknik rajut itu bisa jutaan jenis. Makanya harus belajar terus,” jelas Sekretaris Komunitas Handycraft Sidoarjo (Kohansi) Sidoarjo itu.

Yuni mengungkapkan, di awal memulai usaha, ia hanya fokus membuat produk sepatu dan sandal rajut yang dikombinasikan dengan kayu mahoni. Produk ini laku keras di pasaran.

Menurutnya saat itu tidak banyak perajin yang menekuni produk tersebut. Kebanyakan selama ini rajut identik dengan produk taplak.

Lambat laun, untuk menarik minat lebih banyak kalangan. Produk yang ia hasilkan makin beragam. Baru-baru ini Juni merambah produksi pakaian rajut.

“Mencoba bikin segala macam produk bisa masuk ke minat sebagian besar masyarakat. Bikin apa yang diminati tiap kalangan usia,” pungkasnya. (*/vga)

Bagi Yuni, merajut bukan hanya sekedar hobi. Namun bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Asalkan pintar menangkap peluang, lalu tekun menghasilkan ragam produk rajut yang disukai berbagai macam kalangan.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ibu rumah tangga di Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo ini berhasil meraup untung dari bisnis rajut. Usaha yang sudah ditekuni Yuni Suwanti Asih sejak 2017 ini telah melahirkan berbagai macam varian produk.

Keinginan Yuni berbisnis muncul saat ia mundur dari pekerjaan sebelumnya pada 2015. Untuk mengisi waktu luang, ia kembali mengasah keterampilan rajut yang sempat dipelajarinya sejak duduk di bangku kelas 4 SD itu.

Akhirnya dia mengembangkan hobi merajutnya menjadi sesuatu yang menghasilkan, tanpa harus bekerja di kantoran. Karena semangat belajar menguasai teknik rajut sangat tinggi, Yuni sering membeli buku-buku tentang rajut. Sekarang sudah puluhan buku ia pelajari. Teknik yang dikuasainya semakin banyak.

Tidak jarang, bahkan sampai saat ini pun dia sering meluangkan waktu ikut kursus rajut atau menggali ilmu bersama teman-teman di komunitas.

“Teknik rajut itu bisa jutaan jenis. Makanya harus belajar terus,” jelas Sekretaris Komunitas Handycraft Sidoarjo (Kohansi) Sidoarjo itu.

Yuni mengungkapkan, di awal memulai usaha, ia hanya fokus membuat produk sepatu dan sandal rajut yang dikombinasikan dengan kayu mahoni. Produk ini laku keras di pasaran.

Menurutnya saat itu tidak banyak perajin yang menekuni produk tersebut. Kebanyakan selama ini rajut identik dengan produk taplak.

Lambat laun, untuk menarik minat lebih banyak kalangan. Produk yang ia hasilkan makin beragam. Baru-baru ini Juni merambah produksi pakaian rajut.

“Mencoba bikin segala macam produk bisa masuk ke minat sebagian besar masyarakat. Bikin apa yang diminati tiap kalangan usia,” pungkasnya. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru