alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Rukmini Ambarwati, Dampingi Siswa Inklusi hingga Lulus Kuliah

Ajarkan Pendidikan Karakter dan Keterampilan Diri

Selain menjadi pengawas Dinas Provinsi Jatim di Wilayah Sidoarjo, Rukmini Ambarwati juga mendampingi pendidikan siswa inklusi. Nabila namanya. Rukmini mendampingi proses belajar Nabila mulai SMA hingga kini lulus kuliah S-1.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Rukmini atau yang akrab disapa Ambar bertemu Nabila, siswa tunarungu pada 2013 lalu. Saat itu Nabila duduk di kelas X di SMAN 1 Gedangan. Sekolah tersebut ditunjuk menjadi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan Ambar ditugaskan sebagai koordinatornya.

Dia bertugas mendampingi dan membina siswa inklusi. Mulai dari mengajarkan pendidikan karakter, pengembangan bakat seperti menari, dance, dan menulis esai. Juga mengajarkan keterampilan diri seperti memasak, membuat kue, menanak nasi, mencuci dan menyeterika.

Ambar menceritakan, potensi yang ada di diri Nabila sudah ada sejak SMP. Sehingga di SMA tinggal mengembangkan. Sedangkan untuk kemampuan menulisnya baru dikenalkan saat dibina oleh Ambar. ”Awalnya saya ajarkan membuat esai dan menulis puisi,” katanya.

Hingga akhirnya salah satu esainya yang berjudul “Teman Baikku” dikirimkan ke lomba menulis esai Kemendikbud dalam rangka hari disabilitas. Tidak disangka, karya Nabila mendapatkan juara 2 tingkat nasional.

Potensi lainnya, Nabila cukup cerdas dan tekun. Sehingga dia tidak terlalu kesulitan dalam pembelajaran. ”Namun tetap kami bimbing hingga dia bisa membuktikan jadi yang terbaik di kelasnya,” ujarnya.

Ketika duduk di kelas XII, Nabila  diikutkan pendaftaran  SNMPTN. Dia pun berhasil masuk Unesa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) melalui jalur non tes.

Tidak berhenti di situ, Ambar terus membimbing Nabila selama proses kuliah.  Bahkan membimbing saat skripsi juga. Nabila merupakan difabel pertama dari sekolah inklusif di Sidoarjo yang berhasil masuk perguruan tinggi tanpa tes.

Selain itu Nabila juga mendapatkan penghargaan beasiswa S-2 dari Rektor Unesa. ”Tentunya ini sangat membanggakan dan semoga bisa memotivasi penyandang disabilitas lainnya bahwa selalu ada kesempatan untuk berkembang,” pungkasnya. (*/vga)

 

Ajarkan Pendidikan Karakter dan Keterampilan Diri

Selain menjadi pengawas Dinas Provinsi Jatim di Wilayah Sidoarjo, Rukmini Ambarwati juga mendampingi pendidikan siswa inklusi. Nabila namanya. Rukmini mendampingi proses belajar Nabila mulai SMA hingga kini lulus kuliah S-1.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Rukmini atau yang akrab disapa Ambar bertemu Nabila, siswa tunarungu pada 2013 lalu. Saat itu Nabila duduk di kelas X di SMAN 1 Gedangan. Sekolah tersebut ditunjuk menjadi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan Ambar ditugaskan sebagai koordinatornya.

Dia bertugas mendampingi dan membina siswa inklusi. Mulai dari mengajarkan pendidikan karakter, pengembangan bakat seperti menari, dance, dan menulis esai. Juga mengajarkan keterampilan diri seperti memasak, membuat kue, menanak nasi, mencuci dan menyeterika.

Ambar menceritakan, potensi yang ada di diri Nabila sudah ada sejak SMP. Sehingga di SMA tinggal mengembangkan. Sedangkan untuk kemampuan menulisnya baru dikenalkan saat dibina oleh Ambar. ”Awalnya saya ajarkan membuat esai dan menulis puisi,” katanya.

Hingga akhirnya salah satu esainya yang berjudul “Teman Baikku” dikirimkan ke lomba menulis esai Kemendikbud dalam rangka hari disabilitas. Tidak disangka, karya Nabila mendapatkan juara 2 tingkat nasional.

Potensi lainnya, Nabila cukup cerdas dan tekun. Sehingga dia tidak terlalu kesulitan dalam pembelajaran. ”Namun tetap kami bimbing hingga dia bisa membuktikan jadi yang terbaik di kelasnya,” ujarnya.

Ketika duduk di kelas XII, Nabila  diikutkan pendaftaran  SNMPTN. Dia pun berhasil masuk Unesa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) melalui jalur non tes.

Tidak berhenti di situ, Ambar terus membimbing Nabila selama proses kuliah.  Bahkan membimbing saat skripsi juga. Nabila merupakan difabel pertama dari sekolah inklusif di Sidoarjo yang berhasil masuk perguruan tinggi tanpa tes.

Selain itu Nabila juga mendapatkan penghargaan beasiswa S-2 dari Rektor Unesa. ”Tentunya ini sangat membanggakan dan semoga bisa memotivasi penyandang disabilitas lainnya bahwa selalu ada kesempatan untuk berkembang,” pungkasnya. (*/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/