alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Bertahan Lebih Dari Satu Dekade

Jasa penukaran uang baru di Kota Delta mulai menjamur. Lapak dadakan berdiri di sepanjang jalan protokol seperti di Jalan Pahlawan, kawasan Taman Pinang Indah dan di Jalan Jenggolo. Rata-rata penawar jasa ini sudah bertahan lebih dari satu dekade.

Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo

Puji Rafael warga Kelurahan Lemahputro Kecamatan Sidoarjo ini salah satunya. Sejak 17 tahun lalu dirinya bersama sang istri sudah membuka jasa penukaran uang baru menjelang lebaran. Berbagai pecahan lembaran uang rupiah Rp 2 ribu, Rp 10 ribu dan pecahan Rp 75 ribu banyak dicari.

Lokasinya masih sama sejak 2004. Di kawasan Taman Pinang Indah. Puji menceritakan tiap tahun mulai membuka lapak penukaran uang di hari ke 7 puasa Ramadan. Hingga malam takbiran tiba.

Selain Puji, ada belasan warga Lemahputro lagi yang meraup berkah di momen sebulan dalam setahun ini. “Di sepanjang Taman Pinang ini, hampir semuanya warga Lemahputro,” ungkapnya.

Di awal seperti ini, harga jasa penukaran uang masih relatif murah. Semakin mendekati lebaran tentunya harga jasa tukar uang baru, semakin meningkat. Seiring dengan banyaknya permintaan dari warga.

“Tiap tahun punya kesan sendiri. Merasakan pasang surut. Saat ada larangan mudik karena corona, saya tetap buka jasa,” kisahnya.

Ia mengaku pandemi berdampak pada menurunnya permintaan. Tapi Puji tidak kehilangan akal. Selain menawarkan jasa secara offline, Puji juga memaksimalkan penawaran melalui sosial medianya. Dari sini, dirinya bisa menjangkau luar Kota Delta.

Warga Malang dan Mojokerto rela datang ke Sidoarjo untuk memanfaatkan jasa penukaran uang baru yang ditawarkan bapak dua anak itu. Sebagian membeli untuk digunakan sendiri, sebagian lagi membeli untuk dijual lagi.

” Mau pesan online bisa, tapi uangnya ambil langsung tidak bisa kirim lewat kurir,” imbuhnya.

Seperti Puji, Dhiman yang juga menawarkan jasa penukaran uang baru yang berlokasi di Jalan Jenggolo ini punya kisah tersendiri. Masih lebih junior dari Puji, Dhiman menjajakan jasa tersebut sudah 10 tahun.

Sebelumnya Dhiman menawarkan jasa penukaran uang di dua titik. Membuka kios penukaran uang di mal dan membuka lapak musiman di Jalan Jenggolo. Tapi setahun lalu karena pandemi, jasa penukaran uang dari Dhiman hanya bisa dijumpai di pinggir jalan dekat Alun-alun Sidoarjo itu. “Permintaan turun saat pandemi itu pasti. Tapi masih untung ada yang beli,” ungkapnya. (*/opi)

Jasa penukaran uang baru di Kota Delta mulai menjamur. Lapak dadakan berdiri di sepanjang jalan protokol seperti di Jalan Pahlawan, kawasan Taman Pinang Indah dan di Jalan Jenggolo. Rata-rata penawar jasa ini sudah bertahan lebih dari satu dekade.

Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo

Puji Rafael warga Kelurahan Lemahputro Kecamatan Sidoarjo ini salah satunya. Sejak 17 tahun lalu dirinya bersama sang istri sudah membuka jasa penukaran uang baru menjelang lebaran. Berbagai pecahan lembaran uang rupiah Rp 2 ribu, Rp 10 ribu dan pecahan Rp 75 ribu banyak dicari.

Lokasinya masih sama sejak 2004. Di kawasan Taman Pinang Indah. Puji menceritakan tiap tahun mulai membuka lapak penukaran uang di hari ke 7 puasa Ramadan. Hingga malam takbiran tiba.

Selain Puji, ada belasan warga Lemahputro lagi yang meraup berkah di momen sebulan dalam setahun ini. “Di sepanjang Taman Pinang ini, hampir semuanya warga Lemahputro,” ungkapnya.

Di awal seperti ini, harga jasa penukaran uang masih relatif murah. Semakin mendekati lebaran tentunya harga jasa tukar uang baru, semakin meningkat. Seiring dengan banyaknya permintaan dari warga.

“Tiap tahun punya kesan sendiri. Merasakan pasang surut. Saat ada larangan mudik karena corona, saya tetap buka jasa,” kisahnya.

Ia mengaku pandemi berdampak pada menurunnya permintaan. Tapi Puji tidak kehilangan akal. Selain menawarkan jasa secara offline, Puji juga memaksimalkan penawaran melalui sosial medianya. Dari sini, dirinya bisa menjangkau luar Kota Delta.

Warga Malang dan Mojokerto rela datang ke Sidoarjo untuk memanfaatkan jasa penukaran uang baru yang ditawarkan bapak dua anak itu. Sebagian membeli untuk digunakan sendiri, sebagian lagi membeli untuk dijual lagi.

” Mau pesan online bisa, tapi uangnya ambil langsung tidak bisa kirim lewat kurir,” imbuhnya.

Seperti Puji, Dhiman yang juga menawarkan jasa penukaran uang baru yang berlokasi di Jalan Jenggolo ini punya kisah tersendiri. Masih lebih junior dari Puji, Dhiman menjajakan jasa tersebut sudah 10 tahun.

Sebelumnya Dhiman menawarkan jasa penukaran uang di dua titik. Membuka kios penukaran uang di mal dan membuka lapak musiman di Jalan Jenggolo. Tapi setahun lalu karena pandemi, jasa penukaran uang dari Dhiman hanya bisa dijumpai di pinggir jalan dekat Alun-alun Sidoarjo itu. “Permintaan turun saat pandemi itu pasti. Tapi masih untung ada yang beli,” ungkapnya. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/