alexametrics
26 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Operasi Pasar, Warga Borong Ayam, Minyak Goreng Murah Paling Dicari

Operasi Pasar Disperindag Sidoarjo

Kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih pascapandemi. Bahkan kini masyarakat dihadapi dengan kenaikan harga bahan pokok. Beragam cara terus dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk menstabilkan ekonomi masyarakat. Salah satunya operasi pasar.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Di akhir tahun ini harga sejumlah bahan pokok (bapok) meningkat. Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya melambung tinggi. Terutama telur, ayam potong dan minyak goreng.

Per Selasa (28/12), satu kilogram telur mencapai Rp 29 ribu. Nilai jualnya naik sekitar Rp 3 ribu-Rp 5 ribu dari harga seminggu sebelumnya. Sedangkan minyak goreng dihargai Rp 19 ribu per liter. Padahal harga sebelumnya selisih Rp 6 ribu.

Kenaikan harga bapok tersebut dikhawatirkan terus meroket hingga tahun baru. Untuk mengantisipasi itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo melakukan operasi pasar di Terminal Larangan, tepatnya di sebelah pasar Larangan, kemarin.

Saat dikunjungi sekitar pukul 10.00, lokasi operasi pasar sudah dipenuhi antrian warga yang rapi dan teratur. Satu per satu membeli kebutuhan bapok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran. Seperti sekilo telur dijual Rp 27.000, ayam potong satu kg dijual Rp 33 ribu. Sedangkan satu liter minyak goreng Rp 14 ribu.

Agus, salah satu warga yang mengantri, mengaku membeli 5 kilogram daging ayam. “Saya borong karena lebih murah dari harga pasaran,” katanya.

Beberapa warga lain juga sama. Mereka antusias membeli komoditas pangan di operasi pasar. Namun tentunya ada batasan jumlah pembelian.

Khusus untuk minyak goreng yang dijual sangat murah itu, tiap pembelian warga harus menyertakan fotokopi KTP. Mereka bisa mendapat maksimal dua liter minyak goreng.

Kasi Pembinaan Distribusi dan Pemasaran Disperindag Sidoarjo Ruli Rochmawati mengatakan, operasi pasar ini pihaknya mendatangkan 996 liter minyak goreng, 50 ekor ayam, dan 40 kg telur.

“Masih ada komoditas lain seperti beras, gula yang juga diborong warga,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Listyaningsih mengatakan, operasi pasar ini menggandeng tiga perusahaan penyedia bahan pokok. “Murni dari mitra. Dijual murah sebagai bentuk CSR mereka,” katanya.

Lebih lanjut kata Lis, operasi pasar di akhir tahun ini tidak hanya berlangsung di Larangan. Ada juga di Pasar Wadungasri Kecamatan Waru.

Meskipun harga bapok melambung saat ini, Lis memastikan stok masih aman. (*/vga)

Operasi Pasar Disperindag Sidoarjo

Kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih pascapandemi. Bahkan kini masyarakat dihadapi dengan kenaikan harga bahan pokok. Beragam cara terus dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk menstabilkan ekonomi masyarakat. Salah satunya operasi pasar.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Di akhir tahun ini harga sejumlah bahan pokok (bapok) meningkat. Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya melambung tinggi. Terutama telur, ayam potong dan minyak goreng.

Per Selasa (28/12), satu kilogram telur mencapai Rp 29 ribu. Nilai jualnya naik sekitar Rp 3 ribu-Rp 5 ribu dari harga seminggu sebelumnya. Sedangkan minyak goreng dihargai Rp 19 ribu per liter. Padahal harga sebelumnya selisih Rp 6 ribu.

Kenaikan harga bapok tersebut dikhawatirkan terus meroket hingga tahun baru. Untuk mengantisipasi itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo melakukan operasi pasar di Terminal Larangan, tepatnya di sebelah pasar Larangan, kemarin.

Saat dikunjungi sekitar pukul 10.00, lokasi operasi pasar sudah dipenuhi antrian warga yang rapi dan teratur. Satu per satu membeli kebutuhan bapok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran. Seperti sekilo telur dijual Rp 27.000, ayam potong satu kg dijual Rp 33 ribu. Sedangkan satu liter minyak goreng Rp 14 ribu.

Agus, salah satu warga yang mengantri, mengaku membeli 5 kilogram daging ayam. “Saya borong karena lebih murah dari harga pasaran,” katanya.

Beberapa warga lain juga sama. Mereka antusias membeli komoditas pangan di operasi pasar. Namun tentunya ada batasan jumlah pembelian.

Khusus untuk minyak goreng yang dijual sangat murah itu, tiap pembelian warga harus menyertakan fotokopi KTP. Mereka bisa mendapat maksimal dua liter minyak goreng.

Kasi Pembinaan Distribusi dan Pemasaran Disperindag Sidoarjo Ruli Rochmawati mengatakan, operasi pasar ini pihaknya mendatangkan 996 liter minyak goreng, 50 ekor ayam, dan 40 kg telur.

“Masih ada komoditas lain seperti beras, gula yang juga diborong warga,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Listyaningsih mengatakan, operasi pasar ini menggandeng tiga perusahaan penyedia bahan pokok. “Murni dari mitra. Dijual murah sebagai bentuk CSR mereka,” katanya.

Lebih lanjut kata Lis, operasi pasar di akhir tahun ini tidak hanya berlangsung di Larangan. Ada juga di Pasar Wadungasri Kecamatan Waru.

Meskipun harga bapok melambung saat ini, Lis memastikan stok masih aman. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/