alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Banyak Konten Negatif di Medsos, Ajak Pelajar dan Pemuda Jaga Nilai Toleransi

Komunitas Seni Budaya Brang Wetan

Lunturnya nilai toleransi menjadi perhatian sejumlah kelompok masyarakat. Salah satunya Komunitas Seni Budaya Brang Wetan. Mereka mengajak para pelajar dan pemuda untuk mengkampanyekan nilai toleransi melalui media sosial (medsos).

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Komunitas itu juga prihatin terkait konten medsos yang kini berkembang. Karena, medsos didominasi konten negatif. Bahkan pornografi menjadi konten yang cukup mudah dilihat.

Wujud keprihatianan itu, komunitas mengajak kalangan pelajar dan pemuda untuk aktif mengkampanyekan nilai toleransi. Dan memanfaatkan medsos untuk diisi konten positif. Sejumlah perwakilan pemuda dan pelajar dikumpulkan untuk dibekali terkait fenomena yang terjadi saat ini.

Ada 60 peserta yang dikumpulkan untuk diajak berdiskusi terkait fenomena sosial itu. Mereka terdiri dari perwakilan pelajar SMP, SMA, SMK, guru pendamping, hingga perwakilan organisasi kepemudaan di Sidoarjo.

Dalam kesempatan itu, seniman Heri Prasetyo mengungkapkan keprihatiannya terkait perkembangan medsos saat ini. “Bad news is good news jadi hukum media sosial,” keluhnya.

Menurut seniman yang akrab dengan panggilan Heri Lentho itu, keberadaan medsos memang tidak terelakkan. Tapi sudah sepatutnya sebagai insan yang berbudi boleh mengikuti tapi jangan sampai hanyut. “Seperti kata Sunan Kalijaga, keli ning ora keli (Ikut arus tapi jangan sampai hanyut),” ujarnya.

Heri Lentho juga memaparkan sejumlah tips agar bisa menghadirkan sejumlah acara atau konten yang bisa mendapat dukungan masyarakat. Salah satu pengalamannya sebagai koreografer pertunjukan kolosal. Menghargai tradisi masyarakat setempat menjadi hal penting untuk menjadi perhatian. “Agar masyarakat mau terlibat dan mau memberi dukungan,” tuturnya. (*/vga)

Komunitas Seni Budaya Brang Wetan

Lunturnya nilai toleransi menjadi perhatian sejumlah kelompok masyarakat. Salah satunya Komunitas Seni Budaya Brang Wetan. Mereka mengajak para pelajar dan pemuda untuk mengkampanyekan nilai toleransi melalui media sosial (medsos).

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Komunitas itu juga prihatin terkait konten medsos yang kini berkembang. Karena, medsos didominasi konten negatif. Bahkan pornografi menjadi konten yang cukup mudah dilihat.

Wujud keprihatianan itu, komunitas mengajak kalangan pelajar dan pemuda untuk aktif mengkampanyekan nilai toleransi. Dan memanfaatkan medsos untuk diisi konten positif. Sejumlah perwakilan pemuda dan pelajar dikumpulkan untuk dibekali terkait fenomena yang terjadi saat ini.

Ada 60 peserta yang dikumpulkan untuk diajak berdiskusi terkait fenomena sosial itu. Mereka terdiri dari perwakilan pelajar SMP, SMA, SMK, guru pendamping, hingga perwakilan organisasi kepemudaan di Sidoarjo.

Dalam kesempatan itu, seniman Heri Prasetyo mengungkapkan keprihatiannya terkait perkembangan medsos saat ini. “Bad news is good news jadi hukum media sosial,” keluhnya.

Menurut seniman yang akrab dengan panggilan Heri Lentho itu, keberadaan medsos memang tidak terelakkan. Tapi sudah sepatutnya sebagai insan yang berbudi boleh mengikuti tapi jangan sampai hanyut. “Seperti kata Sunan Kalijaga, keli ning ora keli (Ikut arus tapi jangan sampai hanyut),” ujarnya.

Heri Lentho juga memaparkan sejumlah tips agar bisa menghadirkan sejumlah acara atau konten yang bisa mendapat dukungan masyarakat. Salah satu pengalamannya sebagai koreografer pertunjukan kolosal. Menghargai tradisi masyarakat setempat menjadi hal penting untuk menjadi perhatian. “Agar masyarakat mau terlibat dan mau memberi dukungan,” tuturnya. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/