alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Sulap Limbah Kambing Jadi Pupuk

Tingkatkan Potensi di Tingkat Desa

Beragam langkah kreatif dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi desa. Seperti yang dilakukan warga Desa Sepande, Candi ini. Mereka berupaya memproduksi pupuk organik dari limbah hewan ternak.

Hendrik Muchlison/Wartawan Radar Sidoarjo

Langkah produksi pupuk organik menjadi salah satu kegiatan unggulan desa juga bukan tanpa pertimbangan. Hal itu juga berdasarkan potensi yang ada di desa tersebut.

Kepala Desa Sepande Hadi Santoso menyebutkan jika populasi kambing di wilayahnya ada sekitar 3.500 ekor. Dari jumlah itu ditaksir dapat menghasilkan limbah organik bahan pupuk sekitar 5 kuintal per hari. “Bisa jadi aktifitas baru warga. Dan dapat dikembangkan sehingga bisa dijual,” katanya.

Pengolahan limbah organik menjadi pupuk itu juga merupakan bimbingan dari ikatan alumni salah satu universitas ternama di Surabaya. Tujuannya juga untuk memberdayakan desa agar mandiri dan mampu menjadi kampung unggulan.

Lydia Sary, Humas Ikatan Alumni Universitas Airlangga Cabang Sidoarjo menguraikan, pihaknya juga telah melakukan survey di kampung tersebut sebelum memutuskan program yang akan digagas. Mereka awalnya tertarik dengan potensi tempe dan tahu yang memang sudah menjadi andalan kampung Sepande.

Namun, pihaknya berusaha memunculkan potensi lain yang ada di Desa Sepandi. Alhasil, mereka kepincut dengan banyaknya kambing atau binatang ternak yang ada atau menjadi peliharaan warga.

Sehingga program produksi pupuk organik yang akhirnya digagas. “Selain mendongkrak potensi yang baru, diharapkan memberikan aktivitas masyarakat yang kreatif, bernilai ekonomis guna mendorong perekonomian masyarakat juga,” terangnya.

Pendampingan pun dilakukan. Warga setempat juga nampak antusias mengikuti araha dalam memproduksi pupuk organik yang berkualitas. Selepas itu, warga juga langsung mempraktekkan cara mengolah limbah kambing menjadi pupuk organik itu. (*/nis)

Tingkatkan Potensi di Tingkat Desa

Beragam langkah kreatif dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi desa. Seperti yang dilakukan warga Desa Sepande, Candi ini. Mereka berupaya memproduksi pupuk organik dari limbah hewan ternak.

Hendrik Muchlison/Wartawan Radar Sidoarjo

Langkah produksi pupuk organik menjadi salah satu kegiatan unggulan desa juga bukan tanpa pertimbangan. Hal itu juga berdasarkan potensi yang ada di desa tersebut.

Kepala Desa Sepande Hadi Santoso menyebutkan jika populasi kambing di wilayahnya ada sekitar 3.500 ekor. Dari jumlah itu ditaksir dapat menghasilkan limbah organik bahan pupuk sekitar 5 kuintal per hari. “Bisa jadi aktifitas baru warga. Dan dapat dikembangkan sehingga bisa dijual,” katanya.

Pengolahan limbah organik menjadi pupuk itu juga merupakan bimbingan dari ikatan alumni salah satu universitas ternama di Surabaya. Tujuannya juga untuk memberdayakan desa agar mandiri dan mampu menjadi kampung unggulan.

Lydia Sary, Humas Ikatan Alumni Universitas Airlangga Cabang Sidoarjo menguraikan, pihaknya juga telah melakukan survey di kampung tersebut sebelum memutuskan program yang akan digagas. Mereka awalnya tertarik dengan potensi tempe dan tahu yang memang sudah menjadi andalan kampung Sepande.

Namun, pihaknya berusaha memunculkan potensi lain yang ada di Desa Sepandi. Alhasil, mereka kepincut dengan banyaknya kambing atau binatang ternak yang ada atau menjadi peliharaan warga.

Sehingga program produksi pupuk organik yang akhirnya digagas. “Selain mendongkrak potensi yang baru, diharapkan memberikan aktivitas masyarakat yang kreatif, bernilai ekonomis guna mendorong perekonomian masyarakat juga,” terangnya.

Pendampingan pun dilakukan. Warga setempat juga nampak antusias mengikuti araha dalam memproduksi pupuk organik yang berkualitas. Selepas itu, warga juga langsung mempraktekkan cara mengolah limbah kambing menjadi pupuk organik itu. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/