alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Keluarga Jadi Motivasi Terbesar untuk Sembuh

Nur Aini, Penyintas Virus Corona

Pernah terpapar virus corona mendorong Nur Aini, salah satu perawat di rumah sakit rujukan di Kota Delta ini untuk membantu sesamanya. Mulai jadi pendonor plasma konvalesen hingga mengajak masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Masih teringat dalam benak Nur Aini saat melalui hari-hari di ruangan isolasi pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di kawasan Balongbendo. Lebih dari sebulan berada jauh dari keluarga, sempat membuatnya sedikit stres.

Tapi dukungan keluarga yang hanya didapatnya dari sambungan telepon kala itu, jadi obat tambahan bagi pria 29 tahun ini agar bisa cepat sembuh. Selain obat-obatan yang wajib diminumnya selama masa penyembuhan dari virus corona. “Motivasi dari keluarga untuk sembuh sangat besar biar segera pulang,” kenangnya.

Nur yang juga perawat IGD di tempatnya dirawat itu tidak menyangka juga bisa terpapar Covid-19. Berawal dari kegiatan rapid test yang dilakukan manajemen rumah sakit bagi seluruh karyawan di sekitar awal Juni lalu. “Ternyata reaktif. Lanjut swab dan positif,” kisahnya.

Dia menyebutkan bahwa beberapa saat sebelumnya, dia memang sempat sakit. Keluhannya badan meriang dan demam. “Tapi sudah sembuh. Pas masuk kerja ada rapid itu,” sambungnya.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, dia khawatir kondisi kesehatannya berdampak pada keluarganya. “Untung setelah diperiksa, keluarga non reaktif. Tidak sampai isolasi,” lanjutnya.

Sebulan menjalani perawatan di rumah sakit, Nur diperbolehkan pulang. Kemudian dilanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Dan mulai aktif bekerja 1 Agustus.

Pascasembuh, pria asal Pasuruan ini memiliki keinginan untuk mendonorkan plasma konvalesen. Dimana plasma ini masih sangat dibutuhkan untuk penyembuhan pasien Covid-19 yang sedang dalam masa kritis. Dan saat ditemui di UTD PMI kemarin (25/9), sudah kedua kalinya Nur mendonor plasma konvalesen. “Selesai donor badan terasa lebih enak,” ungkapnya yang juga pendonor aktif itu. Di akhir ceritanya, Nur berpesan agar tidak terpapar Covid-19 masyarakat untuk tetap menjalani protokol kesehatan dengan ketat. (*/nis)

Nur Aini, Penyintas Virus Corona

Pernah terpapar virus corona mendorong Nur Aini, salah satu perawat di rumah sakit rujukan di Kota Delta ini untuk membantu sesamanya. Mulai jadi pendonor plasma konvalesen hingga mengajak masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Masih teringat dalam benak Nur Aini saat melalui hari-hari di ruangan isolasi pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di kawasan Balongbendo. Lebih dari sebulan berada jauh dari keluarga, sempat membuatnya sedikit stres.

Tapi dukungan keluarga yang hanya didapatnya dari sambungan telepon kala itu, jadi obat tambahan bagi pria 29 tahun ini agar bisa cepat sembuh. Selain obat-obatan yang wajib diminumnya selama masa penyembuhan dari virus corona. “Motivasi dari keluarga untuk sembuh sangat besar biar segera pulang,” kenangnya.

Nur yang juga perawat IGD di tempatnya dirawat itu tidak menyangka juga bisa terpapar Covid-19. Berawal dari kegiatan rapid test yang dilakukan manajemen rumah sakit bagi seluruh karyawan di sekitar awal Juni lalu. “Ternyata reaktif. Lanjut swab dan positif,” kisahnya.

Dia menyebutkan bahwa beberapa saat sebelumnya, dia memang sempat sakit. Keluhannya badan meriang dan demam. “Tapi sudah sembuh. Pas masuk kerja ada rapid itu,” sambungnya.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, dia khawatir kondisi kesehatannya berdampak pada keluarganya. “Untung setelah diperiksa, keluarga non reaktif. Tidak sampai isolasi,” lanjutnya.

Sebulan menjalani perawatan di rumah sakit, Nur diperbolehkan pulang. Kemudian dilanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Dan mulai aktif bekerja 1 Agustus.

Pascasembuh, pria asal Pasuruan ini memiliki keinginan untuk mendonorkan plasma konvalesen. Dimana plasma ini masih sangat dibutuhkan untuk penyembuhan pasien Covid-19 yang sedang dalam masa kritis. Dan saat ditemui di UTD PMI kemarin (25/9), sudah kedua kalinya Nur mendonor plasma konvalesen. “Selesai donor badan terasa lebih enak,” ungkapnya yang juga pendonor aktif itu. Di akhir ceritanya, Nur berpesan agar tidak terpapar Covid-19 masyarakat untuk tetap menjalani protokol kesehatan dengan ketat. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/