alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Masih Pandemi, Pesanan Barongsai Jelang Imlek Masih Sepi

Perajin Barongsai Sidoarjo

Perayaan Hari Raya Imlek selalu akrab dengan atraksi barongsai. Namun, Hari Raya Imlek tahun ini masih belum membawa hoki bagi perajin barongsai di Sidoarjo.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Biasanya pesanan berbagai jenis dan ukuran barongsai akan membajiri para perajin. Tapi, karena masih pandemi Covid-19, pesanan barongsai pun tidak terlalu tinggi.

Seperti yang dialami Perajin Barongsai Sidoarjo Julius Setiawan. Meski Imlek tinggal satu pekan lagi, tepatnya 1 Januari, tapi pesanan masih sepi.

“Sejak 2020 lalu pesanan sepi,” katanya.

Julius menceritakan, ia baru menerima pesanan barongsai sekitar sepekan lalu. Yakni, dari sekelompok warga di Pasuruan. Itupun hanya satu set.

Biasanya jelang Imlek jika tidak pandemi, dirinya sudah kerepotan untuk membuat barongsai. Pesanan sangat banyak. Tapi hoki atau peruntungan baik itu tidak didapat tahun ini.

Sebenarnya ia sudah menggeluti kerajinan barongsai itu sejak tahun 2000. Kalau pesanan banyak, pengerjaan barongsai akan dibantu beberapa rekannya.

“Satu set barongaai bisa selesai dua hingga tiga minggu. Tergantung kerumitannya,” tuturnya.

Menjadi perajin barongsai dirasa susah-susah gampang bagi Julius. Selain harus piawai membuat bentuk kerangka dan model barongsai, bahan pembuatannya masih sulit ditemukan. Seperti, bulu domba asli hanya ada dan didatangkan dari luar negeri. Ia biasanya pesan ke Malaysia atau Australia.

Barongsai hasil karya Julius biasanya memiliki dua model.  Yakni, model bebek dan model kucing. Masing-masing model memiliki tiga jenis ukuran. Khusus barongsai untuk anak di bawah umur 10 tahun maksimal diameter kepala barongsai satu meter persegi. Sedangkan, bagi remaja dan orang dewasa bisa dibuat antara 125 sentimeter hingga 135 sentimeter.

Kemudian satu set barongsai akan dibanderol antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta untuk bahan sintetis. Tapi, untuk bahan bulu domba asli bisa dua kali lipatnya. (*/vga)

Perajin Barongsai Sidoarjo

Perayaan Hari Raya Imlek selalu akrab dengan atraksi barongsai. Namun, Hari Raya Imlek tahun ini masih belum membawa hoki bagi perajin barongsai di Sidoarjo.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Biasanya pesanan berbagai jenis dan ukuran barongsai akan membajiri para perajin. Tapi, karena masih pandemi Covid-19, pesanan barongsai pun tidak terlalu tinggi.

Seperti yang dialami Perajin Barongsai Sidoarjo Julius Setiawan. Meski Imlek tinggal satu pekan lagi, tepatnya 1 Januari, tapi pesanan masih sepi.

“Sejak 2020 lalu pesanan sepi,” katanya.

Julius menceritakan, ia baru menerima pesanan barongsai sekitar sepekan lalu. Yakni, dari sekelompok warga di Pasuruan. Itupun hanya satu set.

Biasanya jelang Imlek jika tidak pandemi, dirinya sudah kerepotan untuk membuat barongsai. Pesanan sangat banyak. Tapi hoki atau peruntungan baik itu tidak didapat tahun ini.

Sebenarnya ia sudah menggeluti kerajinan barongsai itu sejak tahun 2000. Kalau pesanan banyak, pengerjaan barongsai akan dibantu beberapa rekannya.

“Satu set barongaai bisa selesai dua hingga tiga minggu. Tergantung kerumitannya,” tuturnya.

Menjadi perajin barongsai dirasa susah-susah gampang bagi Julius. Selain harus piawai membuat bentuk kerangka dan model barongsai, bahan pembuatannya masih sulit ditemukan. Seperti, bulu domba asli hanya ada dan didatangkan dari luar negeri. Ia biasanya pesan ke Malaysia atau Australia.

Barongsai hasil karya Julius biasanya memiliki dua model.  Yakni, model bebek dan model kucing. Masing-masing model memiliki tiga jenis ukuran. Khusus barongsai untuk anak di bawah umur 10 tahun maksimal diameter kepala barongsai satu meter persegi. Sedangkan, bagi remaja dan orang dewasa bisa dibuat antara 125 sentimeter hingga 135 sentimeter.

Kemudian satu set barongsai akan dibanderol antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta untuk bahan sintetis. Tapi, untuk bahan bulu domba asli bisa dua kali lipatnya. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/