alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Minion Tiga Tunas Rp 25 Juta, Green Bold Cukup Rp 1,5 Juta

Aglonema Si Tanaman Hias Langka

Pecinta tanaman hias langka memang tak akan ada habisnya. Meski harganya selangit, tanaman hias langka akan tetap dicari. Salah satunya Aglonema. Tanaman hias yang berasal dari suku talas-talasan itu pun kini banyak diburu pecintanya.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Sentuhan tangan Khoirul, 40, nampak lembut saat satu per satu dedaunan Aglonema mulai disentuhnya. Maklum, merawat tanaman dari bangsa Araceae itu harus berhati-hati. Sebab jika tidak, tanaman dikhawatirkan akan layu bahkan mati.

“Bagi yang awam, tanaman ini mungkin akan dianggap biasa, karena tidak berbunga dan hanya berbentuk daun. Tapi inilah kelebihan Aglonema,” kata Khoirul.

Menurutnya, harga Aglonema cukup mahal. Minion tiga tunas misalnnya, bisa mencapai Rp 25 juta. Di bawahnya ada jenis Golden, yang harganya sekitar Rp 12 juta. Sementara yang paling murah, ada Green Bold yang dibandrol Rp 1,5 juta.

Penggemarnya pun bukan kaleng-kaleng. Ada yang dari Kalimantan, Papua, Bengkulu, Nias, Lampung, Ambon hingga Papua. Tak hanya itu, setiap harinya, sedikitnya lima pot Aglonema ludes dikirim ke wilayah tersebut lantaran dipesan.

“Apa yang membuatnya mahal? Ya karena tanaman ini sangat langka. Selain itu juga warnanya indah dan gaya daunnya dengan corak yang beragam tergantung jenisnya,” ujar Khoirul.

Tanaman hias yang berhabitat asli di bawah hutan hujan tropis itu dijualnya dengan dua sistem. Yaitu online dan offline. Meski begitu tanaman tersebut untuk jenis tertentu justru murah. Misalnya Siam Aurora yang hanya Rp 35 ribu. Ada pula Suksom merah Rp 200 ribu.

“Pademi ini sebenarnya tidak terlalu banyak pengaruhnya. Karena kalau tanaman hias kan banyak penghobinya. Yang jelas karena langka, jadi kalau ada stoknya maka akan diburu,” jelasnya. (*/opi)

Aglonema Si Tanaman Hias Langka

Pecinta tanaman hias langka memang tak akan ada habisnya. Meski harganya selangit, tanaman hias langka akan tetap dicari. Salah satunya Aglonema. Tanaman hias yang berasal dari suku talas-talasan itu pun kini banyak diburu pecintanya.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Sentuhan tangan Khoirul, 40, nampak lembut saat satu per satu dedaunan Aglonema mulai disentuhnya. Maklum, merawat tanaman dari bangsa Araceae itu harus berhati-hati. Sebab jika tidak, tanaman dikhawatirkan akan layu bahkan mati.

“Bagi yang awam, tanaman ini mungkin akan dianggap biasa, karena tidak berbunga dan hanya berbentuk daun. Tapi inilah kelebihan Aglonema,” kata Khoirul.

Menurutnya, harga Aglonema cukup mahal. Minion tiga tunas misalnnya, bisa mencapai Rp 25 juta. Di bawahnya ada jenis Golden, yang harganya sekitar Rp 12 juta. Sementara yang paling murah, ada Green Bold yang dibandrol Rp 1,5 juta.

Penggemarnya pun bukan kaleng-kaleng. Ada yang dari Kalimantan, Papua, Bengkulu, Nias, Lampung, Ambon hingga Papua. Tak hanya itu, setiap harinya, sedikitnya lima pot Aglonema ludes dikirim ke wilayah tersebut lantaran dipesan.

“Apa yang membuatnya mahal? Ya karena tanaman ini sangat langka. Selain itu juga warnanya indah dan gaya daunnya dengan corak yang beragam tergantung jenisnya,” ujar Khoirul.

Tanaman hias yang berhabitat asli di bawah hutan hujan tropis itu dijualnya dengan dua sistem. Yaitu online dan offline. Meski begitu tanaman tersebut untuk jenis tertentu justru murah. Misalnya Siam Aurora yang hanya Rp 35 ribu. Ada pula Suksom merah Rp 200 ribu.

“Pademi ini sebenarnya tidak terlalu banyak pengaruhnya. Karena kalau tanaman hias kan banyak penghobinya. Yang jelas karena langka, jadi kalau ada stoknya maka akan diburu,” jelasnya. (*/opi)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags