alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Jadi Editor Tunggal Buku Bagi 30 Penulis Madrasah

Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, Sosok Penulis Asal Sidoarjo

Bergelut dalam dunia tulis menulis, bukan perkara mudah. Selain harus produktif, juga wajib sabar. Namun, semua itu akhirnya bisa dilewati Nur Sjamsuarini Pudji Astutik. Kini, wanita dengan belasan karya buku itu mulai dipercaya menjadi seorang editor.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Nur Sjamsuarini Pudji Astutik tak menyangka saat dipercaya menjadi editor tunggal buku berjudul “Moderasi Beragama Di Madrasah”. Baginya, kesempatan itu merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa di samping 18 buku karyanya.

“Ini pengalaman pertama dan saya bersyukur sekali mendapat kesempatan menjadi editor buku dari Kepala Madrasah se-Sidoarjo,” kata wanita kelahiran 10 November 1970 itu.

Karir menulisnya dimulai sejak aktif menulis buku pada 2018 silam. Mulai buku solo maupun buku ontologi. Keberhasilan dalam menulis juga ditandai dengan keberhasilan Pudji dalam memperoleh sertifikat sebagai seorang editor yang profesional.

Pudji memperolehnya dari Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis Editor Profesional (LSP PEP). Prestasi itulah yang akhirnya bisa mengantarkan Pudji dipercaya menjadi editor tunggal buku setebal 160 halaman dari 30 penulis tersebut.

“Buku ini dihasilkan oleh kepala MIN, MTsN, MAN, Kepala TU, dan Wakil Kepala Madrasah se-Kabupaten Sidoarjo. Saya begitu bahagia,” ujar anggota ikatan alumnus Resimen Mahasiswa Indonesia Cabang Sidoarjo itu.

Pudji pun berharap hal itu bisa memotivasi masyarakat Sidoarjo. Sehingga Sidoarjo bisa terus memunculkan penulis-penulis handal dan profesional. Sehingga gerakan literasi dapat terus tumbuh, khususnya di madrasah dan lingkungan lainnya. (*/opi)

 

Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, Sosok Penulis Asal Sidoarjo

Bergelut dalam dunia tulis menulis, bukan perkara mudah. Selain harus produktif, juga wajib sabar. Namun, semua itu akhirnya bisa dilewati Nur Sjamsuarini Pudji Astutik. Kini, wanita dengan belasan karya buku itu mulai dipercaya menjadi seorang editor.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Nur Sjamsuarini Pudji Astutik tak menyangka saat dipercaya menjadi editor tunggal buku berjudul “Moderasi Beragama Di Madrasah”. Baginya, kesempatan itu merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa di samping 18 buku karyanya.

“Ini pengalaman pertama dan saya bersyukur sekali mendapat kesempatan menjadi editor buku dari Kepala Madrasah se-Sidoarjo,” kata wanita kelahiran 10 November 1970 itu.

Karir menulisnya dimulai sejak aktif menulis buku pada 2018 silam. Mulai buku solo maupun buku ontologi. Keberhasilan dalam menulis juga ditandai dengan keberhasilan Pudji dalam memperoleh sertifikat sebagai seorang editor yang profesional.

Pudji memperolehnya dari Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis Editor Profesional (LSP PEP). Prestasi itulah yang akhirnya bisa mengantarkan Pudji dipercaya menjadi editor tunggal buku setebal 160 halaman dari 30 penulis tersebut.

“Buku ini dihasilkan oleh kepala MIN, MTsN, MAN, Kepala TU, dan Wakil Kepala Madrasah se-Kabupaten Sidoarjo. Saya begitu bahagia,” ujar anggota ikatan alumnus Resimen Mahasiswa Indonesia Cabang Sidoarjo itu.

Pudji pun berharap hal itu bisa memotivasi masyarakat Sidoarjo. Sehingga Sidoarjo bisa terus memunculkan penulis-penulis handal dan profesional. Sehingga gerakan literasi dapat terus tumbuh, khususnya di madrasah dan lingkungan lainnya. (*/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/