alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Teruskan Warisan Leluhur Lestarikan Tari

Kiprah Seniman Tari Sidoarjo, Rizky Niswarini Utami (1)

Rizky Niswarini Utami, merupakan salah satu seniman tari di Sidoarjo. Ia pun telah melakoni perjalanan panjang untuk melestarikan seni tari selama hidupnya.

Hendrik Muchlison/Wartawan Radar Sidoarjo

Terlahir dari keluarga seniman tari, membuat Rizky sejak kecil cinta akan dunia seni yang menonjolkan ungkapan berupa gerak-gerik yang ritmis itu. Sejak SD, ia sudah akrab dengan sanggar tari.

Alumnus SMPN 2 Surabaya itu merupakan anak dari pegiat sanggar Rizky Group di Surabaya yang sudah berdiri sejak tahun 1978. Sebagai tekadnya dalam melanjutkan perjuangan orang tua, Rizky juga telah memiliki sanggar tari sendiri. Namanya Sanggar Tari dan Modelling Rizky Budoyo Jawa Timur.

Perempuan yang juga alumni SMAN 16 Surabaya itu menceritakan, saat ini sanggarnya memang telah menetap di Desa Ngampelsari, Candi, Sidoarjo. Dulunya sanggar itu masih berkiprah di Surabaya. Yakni di kawasan Pucang, Surabaya pada sekitar tahun 1992 lalu.

Dari tempat itulah, Rizky juga banyak menempa bakatnya dalam dunia tari. Termasuk menularkan keterampilannya kepada sejumlah siswa didik yang bergabung di sanggar itu. “Saya ingin meneruskan warisan orang tua, untuk melestatikan seni tari,” katanya.

Bukti keseriusan Rizky dalam dunia tari juga terlihat dari pendidikan yang ditempuhnya. Ia memilih untuk mendalami seni tari di Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1989 lalu.

Rizky juga menceritakan, sebenarnya keterampilan tari orang tuanya sedikit berbeda dengan jenis tari yang saat ini digeluti. “Orang tua saya lebih ke dasar balet, tapi saya kembangkan ke tari tradisional,” imbuhnya.

Kini, iapun terus bertekad untuk melestarikan seni tari tradisional. Dengan harapan seni tari dapat terus berkembang ditengah gempuran zaman. (*/bersambung)

Kiprah Seniman Tari Sidoarjo, Rizky Niswarini Utami (1)

Rizky Niswarini Utami, merupakan salah satu seniman tari di Sidoarjo. Ia pun telah melakoni perjalanan panjang untuk melestarikan seni tari selama hidupnya.

Hendrik Muchlison/Wartawan Radar Sidoarjo

Terlahir dari keluarga seniman tari, membuat Rizky sejak kecil cinta akan dunia seni yang menonjolkan ungkapan berupa gerak-gerik yang ritmis itu. Sejak SD, ia sudah akrab dengan sanggar tari.

Alumnus SMPN 2 Surabaya itu merupakan anak dari pegiat sanggar Rizky Group di Surabaya yang sudah berdiri sejak tahun 1978. Sebagai tekadnya dalam melanjutkan perjuangan orang tua, Rizky juga telah memiliki sanggar tari sendiri. Namanya Sanggar Tari dan Modelling Rizky Budoyo Jawa Timur.

Perempuan yang juga alumni SMAN 16 Surabaya itu menceritakan, saat ini sanggarnya memang telah menetap di Desa Ngampelsari, Candi, Sidoarjo. Dulunya sanggar itu masih berkiprah di Surabaya. Yakni di kawasan Pucang, Surabaya pada sekitar tahun 1992 lalu.

Dari tempat itulah, Rizky juga banyak menempa bakatnya dalam dunia tari. Termasuk menularkan keterampilannya kepada sejumlah siswa didik yang bergabung di sanggar itu. “Saya ingin meneruskan warisan orang tua, untuk melestatikan seni tari,” katanya.

Bukti keseriusan Rizky dalam dunia tari juga terlihat dari pendidikan yang ditempuhnya. Ia memilih untuk mendalami seni tari di Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1989 lalu.

Rizky juga menceritakan, sebenarnya keterampilan tari orang tuanya sedikit berbeda dengan jenis tari yang saat ini digeluti. “Orang tua saya lebih ke dasar balet, tapi saya kembangkan ke tari tradisional,” imbuhnya.

Kini, iapun terus bertekad untuk melestarikan seni tari tradisional. Dengan harapan seni tari dapat terus berkembang ditengah gempuran zaman. (*/bersambung)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags