Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Kota Ikut Buka Lapak di Sidoarjo

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯

LARIS: Hewan kurban yang dijual di kawasan Pondok Tjandra, Waru. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
LARIS: Hewan kurban yang dijual di kawasan Pondok Tjandra, Waru. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 


Advertisement

Hewan Kurban

Hari Raya Idul Adha jadi ladang rezeki bagi peternak kambing dan sapi. Mereka mulai membuka lapak di sejumlah titik kawasan. Tidak hanya peternak dari Sidoarjo, tetapi juga luar daerah banyak datang ke Kota Delta.

Diky Putra Sansiri, Wartawan Radar Sidoarjo

Advertisement

Muhammad Dharma Putra adalah salah satu pedagang kambing dan sapi di kawasan Pondok Tjandra, Waru. Saat Hari Raya Idul Adha, dia selalu datang ke Sidoarjo meski asalnya dari Madura.

Pedagang 27 tahun itu mengaku kebanjiran order meski baru membuka lapak. Dia membawa 59 ekor kambing dan 31 ekor sapi.

“Baru semalam sudah ada beberapa pelanggan yang pesan, kebanyakan yang memesan saat ini masih kambing,” kata Putra.

Advertisement

Menurutnya, banyak yang memesan kambing karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan harga sapi. Harga jual kambing juga ditentukan dari besar dan kualitasnya. Minimal harganya per ekor dari Rp 1,7 juta hingga Rp 4 juta.

Sedangkan untuk sapi, juga ditentukan dari gemuk atau kurus, dan panjang atau pendek. Juga dari tanduk, punuk sapi, lengkungan badan dari punggung antara lengkungan ke bawah atau lengkungan menjulang ke atas itu juga sangat mempengaruhi.

“Sapi saya jual dari Rp 15 juta yang paling murah dan Rp 40 juta yang paling mahal. Lebih banyak orang memilih gemuk daripada panjang atau pendeknya. Tapi tergantung kemampuan orang masing-masing,” imbuhnya.

Meski laris, Putra tetap selalu memperhatikan kondisi kesehatan hewan kurban yang hendak dijual. Terutama sapi yang juga sangat berpengaruh dalam daya beli masyarakat.

“Sapi di sini sudah diberikan vaksin semua, bisa dilihat dari tanda warna kuning yang berada di telinganya, itu menandakan sudah divaksin. Karena kalau kita mengambil sapi atau kambing harus melalui prosedur Dinas Kesehatan dari Peternakan Bangkalan. Saya tidak mau risiko,” pungkasnya. (*/vga)

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista

Artikel Terkait

Arus Lalu Lintas Tol Sidoarjo Meningkat selama Libur Idul Adha

Arus Lalu Lintas Tol Sidoarjo Meningkat selama Libur Idul Adha

Arus lalu lintas di sejumlah gerbang tol wilayah Sidoarjo mengalami peningkatan selama periode libur Idul Adha 2026.

Idul Adha 2026, Polresta Sidoarjo Salurkan 100 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Idul Adha 2026, Polresta Sidoarjo Salurkan 100 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Polresta Sidoarjo menggelar salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Ikhlas, Rabu (27/5). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyembelihan dan penyaluran 100 hewan kurban di Mako Polresta Sidoarjo.

Warga Korban Lumpur Sidoarjo Reuni saat Salat Idul Adha di Sekitar Tanggul

Warga Korban Lumpur Sidoarjo Reuni saat Salat Idul Adha di Sekitar Tanggul

Ratusan eks warga terdampak lumpur salah Idul Adha di area samping Masjid Nurul Azhar di sekitar tanggul Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Rabu (27/5). Mereka telah lama terpisah sejak tragedi lumpur dua de

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer